<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Thariqul Huda &#187; medicine 2.0</title>
	<atom:link href="http://hudatoriq.web.id/tag/medicine-20/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hudatoriq.web.id</link>
	<description>Huda's Life, On The Row</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jan 2009 10:15:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>MedPedia&#8211;Ensiklopedia Kolaboratif di Bidang Kedokteran</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2008/07/25/medpedia/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2008/07/25/medpedia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 18:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[medicine 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[wiki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi proyek yang akan memperkaya sumber daya ilmu kedokteran dan kesehatan di dunia maya. MedPedia, sebuah proyek wiki yang berjalan di atas MediaWiki, akan menjadi sebuah ensiklopedia yang terbuka bagi para kontributor untuk turut berperan aktif menyumbangkan konten ke dalamnya. Sebagai wiki bertema spesifik di bidang kedokteran, diharapkan ke depan komunitas kedokteran (para praktisi-praktisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 174px"><a href="http://imageshack.us"><img style="border: 0pt none;" title="MedPedia" src="http://img123.imageshack.us/img123/9154/medpedia01uc1.jpg" border="0" alt="Image Hosted by ImageShack.us" width="164" height="171" /></a><p class="wp-caption-text">Logo MedPedia</p></div>
<p>Satu lagi proyek yang akan memperkaya sumber daya ilmu kedokteran dan kesehatan di dunia maya. <a href="http://medpedia.com">MedPedia</a>, sebuah proyek wiki yang berjalan di atas MediaWiki, akan menjadi sebuah ensiklopedia yang terbuka bagi para kontributor untuk turut berperan aktif menyumbangkan konten ke dalamnya. Sebagai wiki bertema spesifik di bidang kedokteran, diharapkan ke depan komunitas kedokteran (para praktisi-praktisi dan akademisi medis) akan menjadi kontributor utamanya sehingga keabsahan dan keakuratan artikel dapat terjaga.</p>
<p>Saat ini situs tersebut masih berada dalam fase <em>closed beta</em>. Kita hanya dapat melihat pratampil situsnya. Para profesional medis dapat mendaftarkan diri untuk menjadi kontributor. MedPedia sendiri sudah menggandeng Harvard, Stanford, Berkeley, U. of Michigan dan American College of Physicians sebagai mitra. Saat ini organisasi-organisasi itu sedang membuat bibit-bibit konten dan membuat taut-taut antar halaman sebagai landasan jaringan konten di wiki ini. Rencananya akhir tahun 2008 ini situs ini baru diluncurkan.</p>
<p><span id="more-119"></span><strong>Apa bedanya MedPedia ini dengan WikiPedia?</strong></p>
<p>Berdasarkan keterangan di <a href="http://www.medpedia.com/index.php/Special:Medpedia/Frequently_Asked_Questions">halaman FAQnya</a>, berikut poin-poin perbedaannya:</p>
<ol>
<li>Media 100% memfokuskan isinya ke topik-topik kesehatan, kedokteran dan berbagai hal mengenai tubuh manusia, sedangkan di WikiPedia, konten yang terkait kesehatan dan kedokteran hanya berkisar kurang dari 2%.</li>
<li>Terdapat infrastruktur jejaring profesi di dalamnya</li>
<li>Tidak sembarangan orang bisa mengubah konten. Hanya para profesional medis yang telah melengkapi profilnya, telah melamar untuk menjadi editor, dan diterima oleh komunitas yang boleh melakukannya</li>
<li>Terdapat <em>sister page </em>untuk setiap halaman artikel. <em>Sister page </em>tersebut diantaranya ialah Technical, Debate, Accredited</li>
</ol>
<p><strong>Target pembaca MedPedia</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 438px"><img title="Pratampil MedPedia" src="http://img182.imageshack.us/img182/5796/medpedia02pw5.jpg" alt="Image Hosted by ImageShack.us" width="428" height="326" /><p class="wp-caption-text">Gambar Pratampil MedPedia. Sumber: http://medpedia.com</p></div>
<p>Walaupun kesempatan untuk berkontribusi benar-benar dibatasi untuk para praktisi medis, namun mereka yang awam dengan dunia kedokteran tak perlu khawatir akan tidak paham dengan materi yang disampaikan di situs ini. <a href="http://medpedia.com">MedPedia</a> ditujukan untuk semua orang yang tertarik dengan informasi kesehatan dan kedokteran. Bahasa yang digunakan di sini akan dibuat sedemikian rupa sehingga akan dimengerti oleh pembaca setingkat SMU. Jadi akan sedikit sekali jargon-jargon dunia kedokteran yang ditampilkan di halaman utama artikel. Sedangkan informasi-informasi yang lebih teknis akan dapat diperoleh dari <em>Technical sister page</em> tadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2008/07/25/medpedia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Medicine 2.0</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/12/19/medicine-20/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/12/19/medicine-20/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 15:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[medicine 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/12/19/medicine-20/</guid>
		<description><![CDATA[Maaf, saya tidak tahu apakah ini cocok diterjemahkan sebagai Kedokteran 2.0, jadi saya gunakan istilah asli apa adanya. Masih ingatkah? Kira-kira setahun sampai dua tahun yang lalu ramai diperbincangkan mengenai web 2.0. Web 2.0 sendiri sebenarnya tidak terlalu konkrit, tidak ada batas tegas kapan web ber-revolusi menjadi versi 2.0. Sebagian orang yang pragmatis pun beranggapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf, saya tidak tahu apakah ini cocok diterjemahkan sebagai Kedokteran 2.0, jadi saya gunakan istilah asli apa adanya.</p>
<p>Masih ingatkah? Kira-kira setahun sampai dua tahun yang lalu ramai diperbincangkan mengenai web 2.0. Web 2.0 sendiri sebenarnya tidak terlalu konkrit, tidak ada batas tegas kapan web ber-revolusi menjadi versi 2.0. Sebagian orang yang pragmatis pun beranggapan ini cuma jargon untuk kepentingan komersiil belaka.</p>
<p>Dalam segi pengertianpun, berbagai sumber menyebutnya dengan cara berbeda. Namun yang dapat tangkap dan simpulkan, di web 2.0 terdapat perbedaan dalam hal:</p>
<ol>
<li>Konten web tidak lagi didominasi oleh <em>provider-provider</em> besar yang bergerak di bidang informasi, melainkan bergeser ke arah pengguna, dengan menjamurnya blog, <em>social networking</em>, <em>wiki</em>, video, <em>podcasting</em> dan layanan-layanan lain yang memperbolehkan pengguna mewarnai jagad maya ini</li>
<li>Lebih dinamis. Semua informasi di web selalu bergulir. Jika suatu situs statis, maka ia akan tenggelam di tengah arus informasi situs-situs lainnya</li>
<li>Teknologi-teknologi baru seperti AJAX, sindikasi, dsb</li>
</ol>
<p>Karena sudah begitu berbedanya web zaman dulu dengan zaman sekarang, maka dikatakan web telah berganti generasi.</p>
<p><strong>Apa hubungannya web 2.0 dengan medicine 2.0?</strong></p>
<p><span id="more-93"></span>Yak, benar sekali tebakan Anda. Secara kasar, <em>Medicine 2.0</em> ini merupakan perkawinan silang antara bidang kedokteran dengan web 2.0. Selain <em>medicine 2.0</em>, terdapat juga istilah <em>health 2.0</em>. Jika <em>health 2.0</em> menitikberatkan kegunaannya kepada konsumen (pengguna jasa kesehatan), <em>medicine 2.0</em> berbicara tentang bagaimana para penyedia jasa kesehatan, utamanya para praktisi medis, mencari informasi tentang kedokteran dan berbagi informasi tersebut kepada sesama (teman sejawat) menggunakan web 2.0 sebagai <em>platform</em>nya.</p>
<p><strong>Dunia Kedokteran Latah?</strong></p>
<p>Tidak bisa dipungkiri, munculnya istilah <em>health 2.0</em> dan <em>medicine 2.0</em> tak terlepas dari euphoria era web 2.0. Bagaimanapun kita melihatnya, terasa <em>kegatelan</em> mereka&#8211;para &#8216;pioneer&#8217; istilah ini untuk mengadaptasikan istilah &#8216;versi 2.0&#8242; yang &#8216;terdengar keren&#8217; ini ke bidang lain. Sejauh penelusuran saya, sepertinya istilah medicine 2.0 pertama kali digunakan <a href="http://nature.com">Nature</a>. Setelah itu secara sporadis mulai digunakan di sana-sini, terutama oleh para dokter/mahasiswa/praktisi IT yang sering ngeblog. Dari sekian banyak pihak yang memopulerkan istilah <em>medicine 2.0 </em>ini, bisa dibilang <a href="http://scienceroll.com">Bertalan Mesko</a>-lah&#8211;seorang mahasiswa kedokteran tingkat lima di Herbeden University, Hungaria&#8211;yang paling berperan besar. Ia bahkan membuat <a href="http://medicine20.wordpress.com/">blog carnival bertemakan <em>medicine 2.0</em></a> dan <a href="http://scienceroll.com/medicine-20/">sebuah halaman khusus dalam blognya</a> didedikasikan untuk merangkum semua hal tentang medicine 2.0.</p>
<p>Kalau bicara tentang &#8216;kelatahan&#8217; ini, sebenarnya tidak hanya terjadi di bidang kedokteran/kesehatan. Sewaktu nongkrong dan ngobrol dengan mas <a href="http://budiputra.com">Budi Putra</a> di cafe Watoo malam minggu kemarin, saya pun baru tahu kalau ternyata di bidang lain juga terjadi tren pengadaptasian istilah ala 2.0 (baca: two point o) laiknya <em>medicine 2.0</em>. Salah satunya ialah <em>democracy 2.0</em>. Bayangkan suara-suara dan aspirasi rakyat semua disalurkan melalui dunia maya dan berproliferasi secara cepat berkat <em>web.20</em>.</p>
<p>Kalau dilihat sekilas, tren istilah 2.0 ini sepertinya agak salah kaprah ya? Namun menurut saya, tidak apa-apa. Apapun istilahnya, jelas terlihat bahwa generasi baru web saat ini menimbulkan sebuah tantangan bagi profesi kedokteran untuk turut mengambil manfaat darinya.</p>
<p><strong>CONTOH PENERAPAN MEDICINE 2.0</strong></p>
<p><strong>Forum, Social Networking</strong></p>
<p>Forum yang anggotanya terdiri dari para dokter dan mahasiswa kedokteran di Indonesia sebenarnya sudah ada di <a href="http://dokter.or.id">http://dokter.or.id</a>. Selain itu ada juga milis-milis kedokteran yang trafficnya lumayan ramai. Di tingkat internasional terdapat social networking untuk komunitas dokter, satu yang paling terkenal ialah <a href="http://www.socialmd.com/">SocialMD</a>.</p>
<p><strong>Wiki Kedokteran</strong></p>
<p>Maaf kalau saya salah, tapi berdasarkan penelusuran saya, di Indonesia belum ada wiki khusus (selain WikiPedia) yang berisi materi-materi kedokteran yang disusun dari oleh dan untuk dokter. Namun di tingkat internasional ada beberapa. Lihat <a href="http://scienceroll.com/2007/03/27/medical-wikis-the-future-of-medicine/">senarai yang dibuat oleh Bertalan di blognya</a>.</p>
<p><strong>Medical Blogosphere/Blogosfer Kedokteran</strong></p>
<p>Blog menjadi fenomena saat ini. Di sini tempat yang paling leluasa bagi seseorang untuk membagikan informasi tentang sesuatu. Dengan mempunyai sebuah media di tengah-tengah blogosphere, seseorang dapat dengan mudah menyiarkan sesuatu kepada khalayak ramai hanya dengan menekan tombol &#8216;publish&#8217;.</p>
<p>Jika sejumlah dokter memiliki blog yang saling terhubung (melalui suatu taut fisik, ataupun melalui agregasi sindikasi), hubungan antar blog dokter tersebut seolah-olah menjadi <em>dunia</em> tersendiri, yang biasa disebut <em>medical blogosphere</em>.</p>
<p>Banyak yang bisa dilakukan dengan blog, misalnya:</p>
<ol>
<li>Memublikasikan artikel-artikel ilmiah yang ditulis sendiri. <a href="http://www.sciencebase.com/science-blog/fourteen-dos-and-donts-for-medical-bloggers.html">Artikel menarik berikut</a> memberi saran bagi para <em>medical bloggers</em> berkaitan dengan ini.</li>
<li>Menulis<em> case record</em> pribadi, dan membahas kasus-kasus yang unik yang pernah dijumpai. Memang untuk melakukan ini <a href="http://casesblog.blogspot.com/2005/07/case-reports-and-hipaa-rules.html">perlu berhati-hati mengenai rahasia profesi</a>.</li>
<li>Mengulas <em>event-event</em> kedokteran</li>
<li>Membahas fenomena yang terjadi dalam lingkup birokrasi kesehatan? *lirik <a href="http://cakmoki86.wordpress.com">cak moki</a>*</li>
<li>Penerapan <em>vlogging</em>, <em>photologging</em>, atau <em>podcasting</em> juga bisa diaplikasikan untuk menyajikan data-data pendukung, misal: hasil pemeriksaan radiologi, rekaman suara jantung, foto lesi, foto Patologi Anatomi, dsb.</li>
</ol>
<p>Fitur komentar dalam blog sangat berguna untuk menciptakan suatu diskusi tentang tulisan yang dibuat. Diskusi di sini tidak hanya terbatas dilakukan oleh konsumen kesehatan, namun juga bisa dilakukan oleh praktisi medis lain (teman sejawat).</p>
<p><strong>Publikasi Ilmiah yang Digerakkan Web 2.0</strong></p>
<p class="quote"><em>Internet itu bagaikan sebuah keranjang sampah raksasa. Semua orang bisa saja dengan mudah mengisinya</em>.</p>
<p>Saya masih ingat kalimat yang dilontarkan oleh guru saya, seorang profesor di Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Undip. Memang, tidak bisa dipungkiri kalimat itu ada benarnya juga. Pentingnya keakuratan informasi dalam dunia kedokteran membuat para dokter harus berhati-hati dalam menentukan sumber informasi. Sebagus apapun artikel Wikipedia yang kita temukan tidak dapat menjadi landasan kuat dalam artikel ilmiah, apalagi untuk dijadikan alasan pengambilan keputusan medis.</p>
<p>Namun kini sudah bermunculan situs-situs <em>peer-reviewed </em>journal. Salah satunya ialah <a href="http://www.openmedicine.ca/">OpenMedicine</a>. Artikel-artikel kedokteran di sini ditulis oleh para dokter dan <em>direview</em> oleh para sejawat.</p>
<p>Memang, bukan semua yang ada di atas merupakan hal baru, namun sepertinya semangat para dokter belum begitu terasa. Munculnya jargon-jargon seperti <em>medicine 2.0</em> merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan semangat tersebut. Saatnya para dokter juga bangkit dan memanfaatkan secara maksimal potensi kekuatan <em>web 2.0</em> ini.</p>
<p><strong>Tantangan untuk Para Dokter</strong></p>
<ol>
<li>Dokter tidak hanya lagi dituntut untuk dapat menggunakan dunia maya dalam mencari informasi, namun juga harus menjadi agen penyebar informasi. Kemampuan dan minat untuk menulis tentunya sangat dibutuhkan, agar semakin banyak materi-materi kedokteran berkualitas yang dapat dengan mudah ditemukan di dunia maya.</li>
<li>Dokter harus lebih dapat menerima dan beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang. Dalam mencari informasi, para dokter harus membiasakan diri menggunakan <em>feed aggregator</em>, untuk memantau terus sindikasi dari situs-situs jurnal ataupun tulisan-tulisan sejawatnya. Dalam menyiarkan informasi, tentunya para dokter juga harus familiar dengan perkakas-perkakas pendukungnya, misalnya cara menerbitkan tulisan di blog, sintaks-sintaks wiki, bagaimana cara <em>podcasting, vlogging</em>, dan sebagainya.</li>
</ol>
<p><strong>Masalah yang saat ini dihadapi</strong></p>
<ol>
<li>Kesibukan</li>
<li>Keengganan</li>
</ol>
<p>Para dokter tentunya kaum yang terpelajar. Jadi sebenarnya masalahnya cuma dua itu saja <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />.</p>
<p>Untuk mengerti lebih jauh mengenai <em>medicine 2.0</em>, saya sarankan memulai dari halaman yang dibuat oleh Bertalan yang saya sampaikan di atas. dr. <a href="http://daniweblog.blogspot.com">Dani Iswara</a> juga punya <a href="http://daniweblog.blogspot.com/2007/12/mengingat-medicine-20.html">sekumpulan daftar bacaan</a> yang perlu dibaca.</p>
<p class="quote">Banyak yang mengakui bahwa arus informasi kedokteran saat ini sangat deras, namun sebenarnya tidak banyak yang menyadari betapa lebih derasnya jika keran web 2.0 ini benar-benar dibuka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/12/19/medicine-20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

