<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Thariqul Huda &#187; kesehatan</title>
	<atom:link href="http://hudatoriq.web.id/tag/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hudatoriq.web.id</link>
	<description>Huda's Life, On The Row</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jan 2009 10:15:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kecanduan Merokok dan Lobus Insularis Cerebri &#8211; Peluang Pengembangan Terapi Baru?</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/04/17/kecanduan-merokok-dan-lobus-insularis-cerebri-peluang-pengembangan-terapi-baru/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/04/17/kecanduan-merokok-dan-lobus-insularis-cerebri-peluang-pengembangan-terapi-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2007 07:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[stroke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/04/17/kecanduan-merokok-dan-lobus-insularis-cerebri-peluang-pengembangan-terapi-baru/id/</guid>
		<description><![CDATA[Tadi siang di lobby FK Undip saya melihat majalah dinding PMM, salah satu BSO kemahasiswaan di FK Undip mulai digarap. Lumayan besar dan menarik juga, ada batang rokok raksasa digantung. Sepertinya sudah mulai keliatan lagi geliatnya, karena akhir-akhir ini BSO ini kurang tampak kegiatannya (maaf ya Mil&#8230; ). Jadi ingin membahas sedikit tentang masalah merokok. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.divshare.com/download/415330-89b"><img alt="" src="http://apollo.divshare.com/apollo2/files/2007/04/17/415330/390109087_a5f77b2e5b_m.jpg" style="margin: 0px 0px 10px 10px" align="right" /></a>Tadi siang di lobby <a href="http://fk.undip.ac.id">FK Undip</a> saya melihat majalah dinding <abbr title="Penanggulangan Masalah Merokok">PMM</abbr>, salah satu <abbr title="Badan Semi Otonom">BSO</abbr> kemahasiswaan di FK Undip mulai digarap. Lumayan besar dan menarik juga, ada batang rokok raksasa digantung. Sepertinya sudah mulai keliatan lagi geliatnya, karena akhir-akhir ini BSO ini kurang tampak kegiatannya (maaf ya <a href="http://manusia-kamil.blogspot.com" title="Ketua PMM periode yang lalu">Mil&#8230;</a> <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> ). Jadi ingin membahas sedikit tentang masalah merokok.</p>
<p>Beberapa bulan lalu ada tulisan menarik tentang hubungan kebiasaan merokok dengan <em>lobus insularis</em> &#8211; salah satu bagian dari <em><abbr title="otak besar">cerebrum</abbr></em>. Penelitian yang dipimpin oleh <a href="http://www.sciencemag.org/cgi/content/abstract/315/5811/531">Nasir H. Naqvi</a> menunjukkan bahwa para perokok yang mengalami stroke dan mengalami kerusakan insula (lobus insularis) akan cenderung mudah untuk berhenti merokok dibandingkan dengan yang mengalami kerusakan bagian otak lain. Bahkan lebih dari sekedar berhenti, mereka juga menjadi jijik dengan rokok serta baunya. Mereka berubah dari pecandu rokok menjadi anti-perokok.</p>
<p>Insula merupakan bagian otak besar yang letaknya agak tersembunyi di dalam sulcus lateralis &#8211; sebuah kantung yang memisahkan lobus temporalis dan lobus parietalis. Jadi bagian ini tidak terlihat jika melihat otak dari arah lateral (samping), kecuali jika lobus temporalis disingkirkan terlebih dahulu.</p>
<p>Kenyataan yang dilaporkan oleh Naqvi et al tersebut menunjukkan bahwa insula merupakan bagian dari otak yang berperan dalam patogenesis kecanduan merokok. Tentunya ini bisa dijadikan target dalam terapi kecanduan rokok. Terapi operatif dengan cara merusak bagian ini tidak disarankan karena kedekatannya dengan area brocca (area bahasa). Namun terapi farmakologis yang ditargetkan ke insula suatu saat mungkin dapat dilakukan.</p>
<p>Mengutip satu pernyataan yang cukup menggelitik dari blog <a href="http://blogs.nature.com/nn/actionpotential/">Action Potential</a>:</p>
<blockquote><p>Nicorette be damned! Quitting smoking is easy&#8230;if you&#8217;ve had a stroke.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/04/17/kecanduan-merokok-dan-lobus-insularis-cerebri-peluang-pengembangan-terapi-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Panti Asuhan</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2006/12/18/salah-panti-asuhan/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2006/12/18/salah-panti-asuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Dec 2006 03:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[HMI]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[panti asuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin (16/12), aku dan beberapa teman di HMI Komisariat FK Undip diundang untuk mengajari adik-adik di Panti Asuhan Fafirru Ilallah materi tentang kesehatan. Materinya tidak begitu dalam memang, karena pesertanya kebanyakan masih SD &#038; SMP, walaupun ada beberapa yang sudah menginjak bangku SMA. Tapi sepertinya mereka lumayan antusias mendengarkannya. Yang jadi masalah ialah ketika aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Bersama Anak-Anak di Yayasan Fafirrul Ilallah" href="http://www.flickr.com/photos/thor_x/324664308/"><img border="0" align="right" style="margin-left: 10px; margin-bottom: 10px" alt="Bersama Anak-Anak di Yayasan Fifarrul Ilallah" title="Bersama Anak-Anak di Yayasan Fifarrul Ilallah" src="http://static.flickr.com/136/324664308_e2130b1ad9_m.jpg" /></a>Kemarin (16/12), aku dan beberapa teman di HMI Komisariat FK Undip diundang untuk mengajari adik-adik di Panti Asuhan Fafirru Ilallah materi tentang kesehatan. Materinya tidak begitu dalam memang, karena pesertanya kebanyakan masih SD &#038; SMP, walaupun ada beberapa yang sudah menginjak bangku SMA. Tapi sepertinya mereka lumayan antusias mendengarkannya.</p>
<p>Yang jadi masalah ialah ketika aku dalam perjalanan menuju ke sana. Aku berangkat sendiri, tidak bersama teman-teman dikarenakan Panti Asuhannya terletak di Semarang Timur, sama seperti rumahku. Jadi daripada harus bolak-balik ke kampus dulu baru ke Panti Asuhan, aku janjian dengan temanku untuk ketemuan di suatu tempat yang mudah ditemukan sehingga dari sana kita bisa ke panti asuhan bersama-sama (aku tidak tahu tempatnya).</p>
<p>Akhirnya diputuskan bahwa kita ketemuan di depan masjid Pak Panut, sebelum jembatan. Sepertinya aku mengerti masjid mana yang dimaksud, di Jalan itu ada satu masjid yang cukup besar dan bagus, dan letaknya sebelum jembatan, persis seperti yang disampaikan temanku melalui SMS, walaupun sebenarnya aku tidak tahu nama masjidnya. Akhirnya aku langsung berangkat. Tapi karena di tengah jalan tiba-tiba teringat untuk membawa kamera guna kepentingan dokumentasi, akhirnya aku kembali lagi dan mengambil kamera.</p>
<p><span id="more-22"></span>Mungkin gara-gara itu akhirnya aku keduluan. Rombongan teman-temanku sudah sampai di masjid, dan karena tidak menemukanku, akhirnya mereka meneruskan perjalanan tanpa aku. Entah kenapa hari itu sepertinya memang lagi hari sialku. Sudah tertinggal, handphoneku juga lowbatt. Temanku berkali-kali misscall namun akhirnya mati. Untungnya di penghujung nyawa baterai, handphoneku bisa kunyalakan lagi, dan aku mendapatkan SMS dari temanku yang berisi nama panti beserta ancer-ancer nya.</p>
<p>Aku ikuti saja, lewat bawah jembatan, setelah melewati rel kereta api belok kanan. Karena pesannya cuma sampai di situ, akhirnya aku bertanya kepada seorang bapak-bapak.</p>
<p>“Apa di daerah sini ada panti asuhan Pak?”, tanyaku.<br />
“Ooo&#8230; iya, ada. Panti Asuhan Al-Mustaghfirin”, jawab Bapak itu.<br />
“Kalau Panti Asuhan Fafirru Ilallah?”, tanyaku lagi, sambil menunjukkan SMS di handphoneku kepadanya. Bapak itu berpikir sejenak, lalu&#8230;<br />
“Hmmm&#8230; iya, iya&#8230;”, ucapnya. “Gini mas, ikutin jalan ini, nanti ketika belokan kamu terus, masuk jalan paving-an. Nanti setelah ada masjid belok kiri. Habis itu pertigaan kedua belok kanan. Nanti kelihatan tuh jelas Panti Asuhan Al-Mustaghfirin.”<br />
“Lho.. kok Al-Mustaghfirin?”<br />
“Iya.. itu sama saja”, jawabnya dengan yakin. Aku jadi bingung. Apa maksudnya panti asuhannya sudah ganti nama ya? Karena dia begitu yakin mengatakannya, langsung saja kuucapkan terimakasih dan melanjutkan perjalanan.</p>
<p>Ketika menjumpai belokan, aku masuk ke jalan pavingan yang cukup untuk dilalui mobil, seperti yang dijelaskan bapak tadi. Dan seperti yang dijelaskan Bapak tadi pula, aku belok kanan di pertigaan yang kedua. Mencari jalannya tidak begitu susah, namun kondisi jalannya yang rusak menjadikan aku harus pelan-pelan melajukan motorku, menghindari lubang-lubang dan genangan air.</p>
<p>Akhirnya aku temukan sebuah gedung bertuliskan “Panti Asuhan Al-Mustaghfirin”. Tapi sepertinya aku tidak melihat sesuatu yang seharusnya ada di sana &#8211; mobil yang dinaiki temanku. Tiba-tiba aku merasa tidak yakin dengan ucapan bapak tadi. Jadi aku tanyakan kepada seorang pemuda di sana.</p>
<p>“Mas, apa benar ini Panti Asuhan Fafirru Ilallah?”<br />
“Oo.. bukan, mas. Ini Panti Asuhan Al-Mustaghfirin”. Mungkin aku nampak seperti orang bodoh, karena sudah jelas di sana ada papan bertuliskan nama panti asuhannya.<br />
“Terus, kalau Panti Asuhan Fafirru Ilallah di mana ya, mas?”, tanyaku.<br />
“Masnya tadi dari mana? Dari Stasiun Alas Tuo?”<br />
“Iya&#8230;”<br />
“Gini, mas&#8230; Mase balik, keluar sampai jalan raya, lalu belok kiri. Nanti ada Pos Kamling di depannya ada tulisannya Yayasan Fafirru Ilallah. Habis itu masih harus masuk jalan kecil lagi di kiri, tapi gampang kok nemuinnya.”</p>
<p>Oalah.. ternyata aku datang ke panti asuhan yang salah. Aku telah ditipu bapak tadi! Ucapku bercanda dalam hati. Padahal bapak tadi sepertinya yakin sekali. Ternyata salah. Setelah aku ucapkan terima kasih, aku kembali ke jalan yang tadi aku lewati. Di jalan raya, aku belok kiri. Dari sana masih agak jauh rupanya, namun jalannya lurus. Akhirnya aku merasa lega setelah menemukan papan dengan tulisan “Yayasan Fafirru Ilallah”. Hanya beberapa menit kemudian aku menemukan panti yang dimaksud.</p>
<p>Sesampainya di sana teman-temanku sudah di tengah-tengah penyampaian materi. Akhirnya aku hanya mengisi materi yang kedua. Lucunya setelah aku menceritakan macam-macam tentang khitan, satu anak yang masih kelas tiga SD sepertinya serius membayangkan. Rupanya setelah aku tanya, dia belum dikhitan. Teman-temannya kemudian malah tambah menakut-nakutinya. Dia hanya bisa tersenyum malu sambil menahan ketakutannya. Hehehe.. kasihan melihatnya.</p>
<p>Setelah itu dilanjutkan dengan acara games, semacam Cerdas Cermat tentang materi-materi yang baru saja disampaikan. Mereka nampaknya semangat sekali, dan ternyata mereka pintar-pintar lho&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2006/12/18/salah-panti-asuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stop AIDS! Keep The Promise</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2006/12/01/stop-aids-keep-the-promise/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2006/12/01/stop-aids-keep-the-promise/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2006 16:50:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Satu Desember, hari di mana orang-orang di seluruh dunia menunjukkan rasa simpati mereka terhadap para penderita AIDS. Lihat saja banyaknya daftar kegiatan kampanye anti AIDS dari berbagai negara yang disusun secara beramai-ramai oleh para penyelenggaranya masing-masing yang bisa dilihat secara online di http://www.worldaidscampaign.org/. Tema yang diusung oleh World AIDS Campaign dalam World AIDS Day tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu Desember, hari di mana orang-orang di seluruh dunia menunjukkan rasa simpati mereka terhadap para penderita AIDS. Lihat saja banyaknya daftar kegiatan kampanye anti AIDS dari berbagai negara yang disusun secara beramai-ramai oleh para penyelenggaranya masing-masing yang bisa dilihat secara online di <a href="http://www.worldaidscampaign.info/index.php/en/wac/keep_the_promise/wad_2006_events_calendar">http://www.worldaidscampaign.org/</a>.</p>
<p>Tema yang diusung oleh World AIDS Campaign dalam World AIDS Day tahun ini ialah “accountability”, dengan slogan “Stop AIDS. Keep The Promise”. Slogan ini merupakan kelanjutan dari slogan World AIDS Day sebelumnya, yaitu “Make the Promise”, dan akan terus digunakan hingga tahun 2010.</p>
<p>Kalimat “Keep The Promise” pada slogan tersebut merupakan peringatan bagi warga dunia bahwa kita semua telah berjanji untuk menurunkan prevalensi AIDS dari muka bumi ini pada tahun 2015. Ini sesuai dengan Millennium Development Goals (MDGs), suatu komitmen bersama yang dideklarasikan pada bulan September tahun 2000 oleh 189 negara. MDGs menargetkan delapan sasaran utama berikut dapat tercapai pada tahun 2015, yaitu:<span id="more-13"></span></p>
<ol>
<li>Eradicate extreme poverty and hunger</li>
<li>Achieve universal primary education</li>
<li>Promote gender equality and empower woman</li>
<li>Reduce child mortality</li>
<li>Improve maternal health</li>
<li>Combat HIV/AIDS and other diseases</li>
<li>Ensure environmental sustainability</li>
<li>Develop a global partnership for development</li>
</ol>
<p>Menurut Direktur Eksekutif World AIDS Campaign, Marcel van Soest, pesan “accountability” ini ditujukan kepada seluruh pemimpin dari seluruh stakeholder termasuk masyarakat sipil, sektor bisnis, organisasi multilateral seperti PBB, serta pemerintah. Tema ini memastikan agar janji dunia terhadap masalah AIDS terus dimonitor dan harus ditepati.</p>
<p>Saat ini sekitar 40 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV. 25 juta di antaranya hidup di Afrika. Jumlah ini terus bertambah seiring berjalannya waktu. Pemerintah, dalam hal ini perlu untuk melaksanakan hal-hal berikut:</p>
<ol>
<li>Pengalokasian dana untuk program pemberantasan HIV/AIDS</li>
<li>Menjamin terjangkaunya obat</li>
<li>Memperbaiki serta memperkuat sistem kesehatan</li>
<li>Kontrol, atau bahkan penghapusan prostitusi</li>
<li>Membangun kesadaran serta mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif</li>
</ol>
<p><strong>Permasalahan Sosial Akibat HIV/AIDS</strong></p>
<p>Permasalahan HIV/AIDS memang sangat berbeda dengan penyakit-penyakit lainnya. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan, namun juga bersinggungan dengan sendi-sendi permasalahan psikososial, agama, ekonomi dan budaya. Tidak heran memang jika semua orang &#8211; bukan hanya dari kalangan medis – aktif menyuarakan kampanye anti AIDS.</p>
<p>Pemberian stigma tertentu terhadap penderita HIV/AIDS, misalnya, membuat para penderita kehilangan haknya untuk diterima dalam masyarakat. Produktivitas mereka menurun tajam dikarenakan penolakan lapangan kerja terhadap mereka. Padahal pengobatan rutin untuk mengendalikan kadar HIV darah untuk mencegah manifestasi penyakit membutuhkan dana yang tak kecil.</p>
<p>Akses mereka terhadap pelayanan kesehatan pun menjadi terbatas. Hal ini dikarenakan tidak semua pelayanan kesehatan siap melaksanakan prosedur blood safety untuk mencegah penularan HIV/AIDS ke pasien yang lain, suatu hal yang amat disayangkan memang.</p>
<p>Pelanggaran hak asasi manusia pada penderita HIV/AIDS juga termasuk hak untuk memiliki keturunan. Menurut data dari UNAIDS, 60% wanita Indonesia yang terbukti HIV positif disarankan untuk tidak memiliki keturunan. 5% wanita Indonesia dengan HIV terpaksa melakukan aborsi agar tidak melahirkan anak dengan HIV positif pula.</p>
<p><strong>Kampanye Anti HIV/AIDS</strong></p>
<p>Sudah menjadi tradisi pada World AIDS Day untuk menggunakan warna merah pada objek-objek promosi, seperti pita, banner, kaos, dan spanduk. Biasanya kelompok-kelompok masyarakat mengadakan berbagai macam event seperti long march, acara amal, pertunjukan musik, dan sebagainya. Salah satu contohnya, di Semarang dilaksanakan pemecahan rekor pembuatan konfigurasi pita merah dari manusia yang diikuti berbagai macam elemen masyarakat. Orang-orang mengenakan pakaian merah berbaris dengan rapi membentuk barisan berbentuk pita, simbol simpati terhadap penderita HIV/AIDS.</p>
<p>Slogan ABC (Absence, Be Faithful, Condom) sepertinya sudah akrab di telinga kita masing-masing. Namun sayangnya penekanan terhadap ‘C’, yaitu kondom dapat disalahartikan sebagai pemberian izin terhadap free sex. Seharusnya kita tidak mengadopsi begitu saja alat kampanye yang digunakan di negara barat. Sebaiknya dicari alat kampanye lain yang lebih sesuai dengan corak budaya bangsa, misalnya menekankan pada aspek Iman dan Taqwa. Hal ini sangat jarang terdengung di telinga kita. Mungkin karena paradigma masyarakat Indonesia yang selalu menganggap apa-apa yang berasal dari barat itu lebih baik.</p>
<p>Satu hal yang pasti, Hari AIDS Sedunia hanya sebuah simbolisasi yang menunjukkan bahwa dunia ini sadar akan bahaya HIV/AIDS dan membutuhkan kerjasama dari seluruh penduduk dunia. Namun eradikasi HIV/AIDS tidak cukup bila hanya dilaksanakan satu hari penuh setiap tahunnya, apalagi bila hanya diisi dengan penyelenggaraan acara-acara serta kampanye masif yang melibatkan banyak orang. Tindakan-tindakan nyata kita sehari-hari selain satu hari itu lebih berarti. Mari kita berusaha menepati janji seluruh umat manusia ini. Stop AIDS. Keep The Promise!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2006/12/01/stop-aids-keep-the-promise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

