<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Thariqul Huda &#187; kedokteran</title>
	<atom:link href="http://hudatoriq.web.id/tag/kedokteran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hudatoriq.web.id</link>
	<description>Huda's Life, On The Row</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jan 2009 10:15:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>MedPedia&#8211;Ensiklopedia Kolaboratif di Bidang Kedokteran</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2008/07/25/medpedia/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2008/07/25/medpedia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 18:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[medicine 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[wiki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi proyek yang akan memperkaya sumber daya ilmu kedokteran dan kesehatan di dunia maya. MedPedia, sebuah proyek wiki yang berjalan di atas MediaWiki, akan menjadi sebuah ensiklopedia yang terbuka bagi para kontributor untuk turut berperan aktif menyumbangkan konten ke dalamnya. Sebagai wiki bertema spesifik di bidang kedokteran, diharapkan ke depan komunitas kedokteran (para praktisi-praktisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 174px"><a href="http://imageshack.us"><img style="border: 0pt none;" title="MedPedia" src="http://img123.imageshack.us/img123/9154/medpedia01uc1.jpg" border="0" alt="Image Hosted by ImageShack.us" width="164" height="171" /></a><p class="wp-caption-text">Logo MedPedia</p></div>
<p>Satu lagi proyek yang akan memperkaya sumber daya ilmu kedokteran dan kesehatan di dunia maya. <a href="http://medpedia.com">MedPedia</a>, sebuah proyek wiki yang berjalan di atas MediaWiki, akan menjadi sebuah ensiklopedia yang terbuka bagi para kontributor untuk turut berperan aktif menyumbangkan konten ke dalamnya. Sebagai wiki bertema spesifik di bidang kedokteran, diharapkan ke depan komunitas kedokteran (para praktisi-praktisi dan akademisi medis) akan menjadi kontributor utamanya sehingga keabsahan dan keakuratan artikel dapat terjaga.</p>
<p>Saat ini situs tersebut masih berada dalam fase <em>closed beta</em>. Kita hanya dapat melihat pratampil situsnya. Para profesional medis dapat mendaftarkan diri untuk menjadi kontributor. MedPedia sendiri sudah menggandeng Harvard, Stanford, Berkeley, U. of Michigan dan American College of Physicians sebagai mitra. Saat ini organisasi-organisasi itu sedang membuat bibit-bibit konten dan membuat taut-taut antar halaman sebagai landasan jaringan konten di wiki ini. Rencananya akhir tahun 2008 ini situs ini baru diluncurkan.</p>
<p><span id="more-119"></span><strong>Apa bedanya MedPedia ini dengan WikiPedia?</strong></p>
<p>Berdasarkan keterangan di <a href="http://www.medpedia.com/index.php/Special:Medpedia/Frequently_Asked_Questions">halaman FAQnya</a>, berikut poin-poin perbedaannya:</p>
<ol>
<li>Media 100% memfokuskan isinya ke topik-topik kesehatan, kedokteran dan berbagai hal mengenai tubuh manusia, sedangkan di WikiPedia, konten yang terkait kesehatan dan kedokteran hanya berkisar kurang dari 2%.</li>
<li>Terdapat infrastruktur jejaring profesi di dalamnya</li>
<li>Tidak sembarangan orang bisa mengubah konten. Hanya para profesional medis yang telah melengkapi profilnya, telah melamar untuk menjadi editor, dan diterima oleh komunitas yang boleh melakukannya</li>
<li>Terdapat <em>sister page </em>untuk setiap halaman artikel. <em>Sister page </em>tersebut diantaranya ialah Technical, Debate, Accredited</li>
</ol>
<p><strong>Target pembaca MedPedia</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 438px"><img title="Pratampil MedPedia" src="http://img182.imageshack.us/img182/5796/medpedia02pw5.jpg" alt="Image Hosted by ImageShack.us" width="428" height="326" /><p class="wp-caption-text">Gambar Pratampil MedPedia. Sumber: http://medpedia.com</p></div>
<p>Walaupun kesempatan untuk berkontribusi benar-benar dibatasi untuk para praktisi medis, namun mereka yang awam dengan dunia kedokteran tak perlu khawatir akan tidak paham dengan materi yang disampaikan di situs ini. <a href="http://medpedia.com">MedPedia</a> ditujukan untuk semua orang yang tertarik dengan informasi kesehatan dan kedokteran. Bahasa yang digunakan di sini akan dibuat sedemikian rupa sehingga akan dimengerti oleh pembaca setingkat SMU. Jadi akan sedikit sekali jargon-jargon dunia kedokteran yang ditampilkan di halaman utama artikel. Sedangkan informasi-informasi yang lebih teknis akan dapat diperoleh dari <em>Technical sister page</em> tadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2008/07/25/medpedia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Medicine 2.0</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/12/19/medicine-20/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/12/19/medicine-20/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 15:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[medicine 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/12/19/medicine-20/</guid>
		<description><![CDATA[Maaf, saya tidak tahu apakah ini cocok diterjemahkan sebagai Kedokteran 2.0, jadi saya gunakan istilah asli apa adanya. Masih ingatkah? Kira-kira setahun sampai dua tahun yang lalu ramai diperbincangkan mengenai web 2.0. Web 2.0 sendiri sebenarnya tidak terlalu konkrit, tidak ada batas tegas kapan web ber-revolusi menjadi versi 2.0. Sebagian orang yang pragmatis pun beranggapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf, saya tidak tahu apakah ini cocok diterjemahkan sebagai Kedokteran 2.0, jadi saya gunakan istilah asli apa adanya.</p>
<p>Masih ingatkah? Kira-kira setahun sampai dua tahun yang lalu ramai diperbincangkan mengenai web 2.0. Web 2.0 sendiri sebenarnya tidak terlalu konkrit, tidak ada batas tegas kapan web ber-revolusi menjadi versi 2.0. Sebagian orang yang pragmatis pun beranggapan ini cuma jargon untuk kepentingan komersiil belaka.</p>
<p>Dalam segi pengertianpun, berbagai sumber menyebutnya dengan cara berbeda. Namun yang dapat tangkap dan simpulkan, di web 2.0 terdapat perbedaan dalam hal:</p>
<ol>
<li>Konten web tidak lagi didominasi oleh <em>provider-provider</em> besar yang bergerak di bidang informasi, melainkan bergeser ke arah pengguna, dengan menjamurnya blog, <em>social networking</em>, <em>wiki</em>, video, <em>podcasting</em> dan layanan-layanan lain yang memperbolehkan pengguna mewarnai jagad maya ini</li>
<li>Lebih dinamis. Semua informasi di web selalu bergulir. Jika suatu situs statis, maka ia akan tenggelam di tengah arus informasi situs-situs lainnya</li>
<li>Teknologi-teknologi baru seperti AJAX, sindikasi, dsb</li>
</ol>
<p>Karena sudah begitu berbedanya web zaman dulu dengan zaman sekarang, maka dikatakan web telah berganti generasi.</p>
<p><strong>Apa hubungannya web 2.0 dengan medicine 2.0?</strong></p>
<p><span id="more-93"></span>Yak, benar sekali tebakan Anda. Secara kasar, <em>Medicine 2.0</em> ini merupakan perkawinan silang antara bidang kedokteran dengan web 2.0. Selain <em>medicine 2.0</em>, terdapat juga istilah <em>health 2.0</em>. Jika <em>health 2.0</em> menitikberatkan kegunaannya kepada konsumen (pengguna jasa kesehatan), <em>medicine 2.0</em> berbicara tentang bagaimana para penyedia jasa kesehatan, utamanya para praktisi medis, mencari informasi tentang kedokteran dan berbagi informasi tersebut kepada sesama (teman sejawat) menggunakan web 2.0 sebagai <em>platform</em>nya.</p>
<p><strong>Dunia Kedokteran Latah?</strong></p>
<p>Tidak bisa dipungkiri, munculnya istilah <em>health 2.0</em> dan <em>medicine 2.0</em> tak terlepas dari euphoria era web 2.0. Bagaimanapun kita melihatnya, terasa <em>kegatelan</em> mereka&#8211;para &#8216;pioneer&#8217; istilah ini untuk mengadaptasikan istilah &#8216;versi 2.0&#8242; yang &#8216;terdengar keren&#8217; ini ke bidang lain. Sejauh penelusuran saya, sepertinya istilah medicine 2.0 pertama kali digunakan <a href="http://nature.com">Nature</a>. Setelah itu secara sporadis mulai digunakan di sana-sini, terutama oleh para dokter/mahasiswa/praktisi IT yang sering ngeblog. Dari sekian banyak pihak yang memopulerkan istilah <em>medicine 2.0 </em>ini, bisa dibilang <a href="http://scienceroll.com">Bertalan Mesko</a>-lah&#8211;seorang mahasiswa kedokteran tingkat lima di Herbeden University, Hungaria&#8211;yang paling berperan besar. Ia bahkan membuat <a href="http://medicine20.wordpress.com/">blog carnival bertemakan <em>medicine 2.0</em></a> dan <a href="http://scienceroll.com/medicine-20/">sebuah halaman khusus dalam blognya</a> didedikasikan untuk merangkum semua hal tentang medicine 2.0.</p>
<p>Kalau bicara tentang &#8216;kelatahan&#8217; ini, sebenarnya tidak hanya terjadi di bidang kedokteran/kesehatan. Sewaktu nongkrong dan ngobrol dengan mas <a href="http://budiputra.com">Budi Putra</a> di cafe Watoo malam minggu kemarin, saya pun baru tahu kalau ternyata di bidang lain juga terjadi tren pengadaptasian istilah ala 2.0 (baca: two point o) laiknya <em>medicine 2.0</em>. Salah satunya ialah <em>democracy 2.0</em>. Bayangkan suara-suara dan aspirasi rakyat semua disalurkan melalui dunia maya dan berproliferasi secara cepat berkat <em>web.20</em>.</p>
<p>Kalau dilihat sekilas, tren istilah 2.0 ini sepertinya agak salah kaprah ya? Namun menurut saya, tidak apa-apa. Apapun istilahnya, jelas terlihat bahwa generasi baru web saat ini menimbulkan sebuah tantangan bagi profesi kedokteran untuk turut mengambil manfaat darinya.</p>
<p><strong>CONTOH PENERAPAN MEDICINE 2.0</strong></p>
<p><strong>Forum, Social Networking</strong></p>
<p>Forum yang anggotanya terdiri dari para dokter dan mahasiswa kedokteran di Indonesia sebenarnya sudah ada di <a href="http://dokter.or.id">http://dokter.or.id</a>. Selain itu ada juga milis-milis kedokteran yang trafficnya lumayan ramai. Di tingkat internasional terdapat social networking untuk komunitas dokter, satu yang paling terkenal ialah <a href="http://www.socialmd.com/">SocialMD</a>.</p>
<p><strong>Wiki Kedokteran</strong></p>
<p>Maaf kalau saya salah, tapi berdasarkan penelusuran saya, di Indonesia belum ada wiki khusus (selain WikiPedia) yang berisi materi-materi kedokteran yang disusun dari oleh dan untuk dokter. Namun di tingkat internasional ada beberapa. Lihat <a href="http://scienceroll.com/2007/03/27/medical-wikis-the-future-of-medicine/">senarai yang dibuat oleh Bertalan di blognya</a>.</p>
<p><strong>Medical Blogosphere/Blogosfer Kedokteran</strong></p>
<p>Blog menjadi fenomena saat ini. Di sini tempat yang paling leluasa bagi seseorang untuk membagikan informasi tentang sesuatu. Dengan mempunyai sebuah media di tengah-tengah blogosphere, seseorang dapat dengan mudah menyiarkan sesuatu kepada khalayak ramai hanya dengan menekan tombol &#8216;publish&#8217;.</p>
<p>Jika sejumlah dokter memiliki blog yang saling terhubung (melalui suatu taut fisik, ataupun melalui agregasi sindikasi), hubungan antar blog dokter tersebut seolah-olah menjadi <em>dunia</em> tersendiri, yang biasa disebut <em>medical blogosphere</em>.</p>
<p>Banyak yang bisa dilakukan dengan blog, misalnya:</p>
<ol>
<li>Memublikasikan artikel-artikel ilmiah yang ditulis sendiri. <a href="http://www.sciencebase.com/science-blog/fourteen-dos-and-donts-for-medical-bloggers.html">Artikel menarik berikut</a> memberi saran bagi para <em>medical bloggers</em> berkaitan dengan ini.</li>
<li>Menulis<em> case record</em> pribadi, dan membahas kasus-kasus yang unik yang pernah dijumpai. Memang untuk melakukan ini <a href="http://casesblog.blogspot.com/2005/07/case-reports-and-hipaa-rules.html">perlu berhati-hati mengenai rahasia profesi</a>.</li>
<li>Mengulas <em>event-event</em> kedokteran</li>
<li>Membahas fenomena yang terjadi dalam lingkup birokrasi kesehatan? *lirik <a href="http://cakmoki86.wordpress.com">cak moki</a>*</li>
<li>Penerapan <em>vlogging</em>, <em>photologging</em>, atau <em>podcasting</em> juga bisa diaplikasikan untuk menyajikan data-data pendukung, misal: hasil pemeriksaan radiologi, rekaman suara jantung, foto lesi, foto Patologi Anatomi, dsb.</li>
</ol>
<p>Fitur komentar dalam blog sangat berguna untuk menciptakan suatu diskusi tentang tulisan yang dibuat. Diskusi di sini tidak hanya terbatas dilakukan oleh konsumen kesehatan, namun juga bisa dilakukan oleh praktisi medis lain (teman sejawat).</p>
<p><strong>Publikasi Ilmiah yang Digerakkan Web 2.0</strong></p>
<p class="quote"><em>Internet itu bagaikan sebuah keranjang sampah raksasa. Semua orang bisa saja dengan mudah mengisinya</em>.</p>
<p>Saya masih ingat kalimat yang dilontarkan oleh guru saya, seorang profesor di Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Undip. Memang, tidak bisa dipungkiri kalimat itu ada benarnya juga. Pentingnya keakuratan informasi dalam dunia kedokteran membuat para dokter harus berhati-hati dalam menentukan sumber informasi. Sebagus apapun artikel Wikipedia yang kita temukan tidak dapat menjadi landasan kuat dalam artikel ilmiah, apalagi untuk dijadikan alasan pengambilan keputusan medis.</p>
<p>Namun kini sudah bermunculan situs-situs <em>peer-reviewed </em>journal. Salah satunya ialah <a href="http://www.openmedicine.ca/">OpenMedicine</a>. Artikel-artikel kedokteran di sini ditulis oleh para dokter dan <em>direview</em> oleh para sejawat.</p>
<p>Memang, bukan semua yang ada di atas merupakan hal baru, namun sepertinya semangat para dokter belum begitu terasa. Munculnya jargon-jargon seperti <em>medicine 2.0</em> merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan semangat tersebut. Saatnya para dokter juga bangkit dan memanfaatkan secara maksimal potensi kekuatan <em>web 2.0</em> ini.</p>
<p><strong>Tantangan untuk Para Dokter</strong></p>
<ol>
<li>Dokter tidak hanya lagi dituntut untuk dapat menggunakan dunia maya dalam mencari informasi, namun juga harus menjadi agen penyebar informasi. Kemampuan dan minat untuk menulis tentunya sangat dibutuhkan, agar semakin banyak materi-materi kedokteran berkualitas yang dapat dengan mudah ditemukan di dunia maya.</li>
<li>Dokter harus lebih dapat menerima dan beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang. Dalam mencari informasi, para dokter harus membiasakan diri menggunakan <em>feed aggregator</em>, untuk memantau terus sindikasi dari situs-situs jurnal ataupun tulisan-tulisan sejawatnya. Dalam menyiarkan informasi, tentunya para dokter juga harus familiar dengan perkakas-perkakas pendukungnya, misalnya cara menerbitkan tulisan di blog, sintaks-sintaks wiki, bagaimana cara <em>podcasting, vlogging</em>, dan sebagainya.</li>
</ol>
<p><strong>Masalah yang saat ini dihadapi</strong></p>
<ol>
<li>Kesibukan</li>
<li>Keengganan</li>
</ol>
<p>Para dokter tentunya kaum yang terpelajar. Jadi sebenarnya masalahnya cuma dua itu saja <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />.</p>
<p>Untuk mengerti lebih jauh mengenai <em>medicine 2.0</em>, saya sarankan memulai dari halaman yang dibuat oleh Bertalan yang saya sampaikan di atas. dr. <a href="http://daniweblog.blogspot.com">Dani Iswara</a> juga punya <a href="http://daniweblog.blogspot.com/2007/12/mengingat-medicine-20.html">sekumpulan daftar bacaan</a> yang perlu dibaca.</p>
<p class="quote">Banyak yang mengakui bahwa arus informasi kedokteran saat ini sangat deras, namun sebenarnya tidak banyak yang menyadari betapa lebih derasnya jika keran web 2.0 ini benar-benar dibuka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/12/19/medicine-20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google untuk Membantu Tegakkan Diagnosis</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/12/05/google-untuk-membantu-tegakkan-diagnosis/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/12/05/google-untuk-membantu-tegakkan-diagnosis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 13:34:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/12/05/google-untuk-membantu-tegakkan-diagnosis/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah bukan rahasia lagi kalau dokter juga menggunakan internet untuk mencari-cari informasi guna membantu menegakkan diagnosa pada kasus-kasus yang sulit. Ada yang meneliti keakuratan hasil diagnosa yang mengandalkan mesin pencari Google pada kasus-kasus yang dipresentasikan dalam NEJM. Mereka membandingkan hasil diagnosa yang diambil berdasarkan penelusuran di mesin pencari tersebut dengan diagnosa akhir yang ditegakkan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah bukan rahasia lagi kalau dokter juga menggunakan internet untuk mencari-cari informasi guna membantu menegakkan diagnosa pada kasus-kasus yang sulit. Ada yang meneliti keakuratan hasil diagnosa yang mengandalkan mesin pencari <a href="http://google.com" title="Google">Google</a> pada kasus-kasus yang dipresentasikan dalam <a href="http://nejm.org" title="New England Journal of Medicine">NEJM</a>. Mereka membandingkan hasil diagnosa yang diambil berdasarkan penelusuran di mesin pencari tersebut dengan diagnosa akhir yang ditegakkan oleh sang penulis. Hasilnya cukup menarik dan dipublikasikan di <a href="http://www.bmj.com/cgi/content/full/333/7579/1143" title="British Medical Journal">BMJ</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/12/05/google-untuk-membantu-tegakkan-diagnosis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mainan Coronary Bypass</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/12/03/mainan-coronary-bypass/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/12/03/mainan-coronary-bypass/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2007 10:15:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/12/03/mainan-coronary-bypass/</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah game Flash yang cukup menarik di mana kita bisa berperan sebagai dokter bedah dalam sebuah simulasi open heart surgery, lebih spesifiknya bypass arteri coronaria. Lumayan buat sekedar iseng-iseng di internet. Skenarionya, kamu harus melakukan bypass arteri coronaria dengan menggunakan autograft vena saphena dari tungkai kanan pasien. Awas, jangan keliru mengambil arteri femoralis.. . [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://hudatoriq.web.id/files/coronary_bypass_flash_01.jpg" /></p>
<p>Ada sebuah <a href="http://www.abc.net.au/science/lcs/heart.htm">game Flash</a> yang cukup menarik di mana kita bisa berperan sebagai dokter bedah dalam sebuah simulasi <em>open heart surgery</em>, lebih spesifiknya bypass <em>arteri coronaria</em>. Lumayan buat sekedar iseng-iseng di internet.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://hudatoriq.web.id/files/coronary_bypass_flash_02.jpg" /></p>
<p>Skenarionya, kamu harus melakukan bypass arteri coronaria dengan menggunakan <em>autograft vena saphena</em> dari tungkai kanan pasien. Awas, jangan keliru mengambil <em>arteri femoralis</em>.. <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> . Setelah itu, ikuti saja perintah-perintahnya. Gampang kok. Tapi hati-hati, kalau teledor dan operasinya gagal, kamu harus mencari pengacara!</p>
<p><span id="more-90"></span></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://hudatoriq.web.id/files/coronary_bypass_flash_03.jpg" /></p>
<p>Ada tiga tingkat kesulitan yang bisa kamu pilih: <em>intern</em>, <em>surgeon</em>, <em>specialist</em>. Di spesialis, tidak akan ada garis khayal panduan pada gambar tindakan.</p>
<p>Ada game-game lain yang patut untuk dicoba untuk kalau kamu tidak ada kerjaan. Si <a href="http://scienceroll.com">Bertalan Mesko</a>, mahasiswa kedokteran dari Hungaria yang juga admin wikipedia untuk bagian kedokteran, suka banget ngumpulin <a href="http://scienceroll.com/2007/11/29/virtual-hip-replacement-be-a-surgeon/">yang beginian</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/12/03/mainan-coronary-bypass/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamus Kedokteran Dorland di Internet</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/11/29/kamus-kedokteran-dorland-di-internet/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/11/29/kamus-kedokteran-dorland-di-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 15:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/11/29/kamus-kedokteran-dorland-di-internet/</guid>
		<description><![CDATA[Buku apa yang paling tebal sepengetahuan kamu? Kalau aku ditanya seperti itu aku akan menjawab Dorland. Entahlah, ada gak ya yang lebih tebal lagi? Semoga tidak (for people&#8217;s sake). Menurutku, mungkin banyak juga anak kedokteran yang juga menjawab jawaban yang sama jika ditanya. Walaupun tebal tapi buku ini agaknya wajib untuk anak kedokteran. Buku ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku apa yang paling tebal sepengetahuan kamu? Kalau aku ditanya seperti itu aku akan menjawab Dorland. Entahlah, ada gak ya yang lebih tebal lagi? Semoga tidak (<em>for people&#8217;s sake</em>). Menurutku, mungkin banyak juga anak kedokteran yang juga menjawab jawaban yang sama jika ditanya. Walaupun tebal tapi buku ini agaknya wajib untuk anak kedokteran.</p>
<p>Buku ini disarankan hanya untuk disimpan di rumah sebagai referensi, tidak untuk dibawa-bawa karena berat. Kecuali kamu bawa di dalam mobil. Kalau tidak pernah dibaca pun tidak akan enak buat bantal tidur karena saking tebalnya. Lebih cocok untuk mengganjal pintu. <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /> Versi kamus sakunya juga ada. Tapi aku belum pernah lihat baju atau celana memiliki saku cukup besar sehingga muat untuk disisipkan buku saku itu ke dalamnya.</p>
<p>Lalu, bagaimana jika suatu waktu, di suatu tempat kamu berhasrat membuka-buka kamus ini sedangkan buku &#8216;berbobot&#8217; ini terpaksa kamu tinggalkan di rumah?</p>
<p><span id="more-88"></span>Lihat versi terhubungnya saja<em> </em>(terhubung = <em>online</em>). Versi terhubungnya bisa dijumpai di <a href="http://dorlands.com/wsearch.jsp">dorlands.com</a> Namun sayang, untuk melihatnya diperlukan registrasi dan memasukkan nomor PIN yang ada di stiker di balik sampul bukunya. Kalau kita beli versi terjemahan Bahasa Indonesia terbitan EGC, kita tidak mendapatkan nomor PIN tersebut.</p>
<p>Ada alternatif sumber lain, yaitu di <a href="http://www.mercksource.com">mercksource.com</a>. Taut langsung ke bagian kamus Dorland cukup panjang (<a href="http://www.mercksource.com/pp/us/cns/cns_hl_dorlands.jspzQzpgzEzzSzppdocszSzuszSzcommonzSzdorlandszSzdorlandzSzdmd-a-b-000zPzhtm">bisa kamu klik langsung dari sini</a>). Untuk memudahkan, ingat saja alamat <a href="http://mercksource.com">mercksource.com</a>, lalu klik tab &#8216;<em>Resource Library</em>&#8216;, lalu di bawah tajuk &#8216;<em>Medical References</em>&#8216;, klik taut &#8216;<em>Medical Dictionary</em>&#8216; di sini kamu bisa merambah istilah-istilah kedokteran.</p>
<p>Antarmukanya cukup mudah dipahami. Tinggal pilih huruf inisial kata tersebut lalu pilih rentang kata yang kira-kira mencakup istilah yang ingin kita cari. Misalnya kita ingin mencari istilah <em>neurofibroma</em>, berarti kita klik huruf M-N, lalu masuk ke bagian &#8216;<em>net &#8211; neurofilament</em>&#8216; Tapi sepertinya versi cetaknya lebih lengkap ya. Biasanya di Dorland, setiap kata juga dijelaskan kata-kata latin yang membentuknya, beserta arti harfiah dari kata latin tersebut, baru dijelaskan arti istilah dalam konteks medis. Di sini sepertinya tidak (CMIIW).</p>
<p class="quote">Use the same medical dictionary that healthcare professionals have relied on for years. You&#8217;ll find advanced definitions for over 115,000 medical terms.</p>
<p>Selamat mencoba.</p>
<p>Yang mau protes karena gak ada screenshot, mohon ditunda dulu. Screenshotnya saya susulkan besok <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' />. (tiap posting pasti buru-buru)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/11/29/kamus-kedokteran-dorland-di-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs Resmi BPN &#8211; ISMKI</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/06/27/situs-resmi-bpn-ismki/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/06/27/situs-resmi-bpn-ismki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jun 2007 06:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/06/27/situs-resmi-bpn-ismki/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin aku mendapat kabar dari Hamsa &#8211; FK Unud kalau situs resmi BPN &#8211; ISMKI (Badan Pers Nasional &#8211; Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) telah rampung dan sudah bisa diakses di http://bpnismki.org. Situs tersebut dibuat di atas CMS Mambo &#8211; software CMS yang bisa dibilang sangat powerful dibandingkan software-software sejenis. Kabar gembira tentunya untuk seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/thor_x/621107296/" title="Screenshot Situs BPN"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1379/621107296_92baa0b0e7_m.jpg" style="margin: 0px 10px 10px 0px" alt="bpnismki" align="left" height="180" width="240" /></a>Kemarin aku mendapat kabar dari Hamsa &#8211; FK Unud kalau situs resmi BPN &#8211; ISMKI (Badan Pers Nasional &#8211; Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) telah rampung dan sudah bisa diakses di <a href="http://bpnismki.org">http://bpnismki.org</a>. Situs tersebut dibuat di atas CMS Mambo &#8211; software CMS yang bisa dibilang sangat powerful dibandingkan software-software sejenis.</p>
<p>Kabar gembira tentunya untuk seluruh mahasiswa kedokteran se-Indonesia karena saat ini sudah ada satu media milik bersama yang bisa dijadikan wadah untuk bertukar informasi tentang kedokteran dan kegiatan kemahasiswaan. Salut kepada calon teman sejawat di PCYCO &#8211; FK Unud yang telah mengusahakan agar ini dapat terealisir.</p>
<p>Sebenarnya dalam Musyawarah Nasional BPN-ISMKI yang diselenggarakan di FKUI 2-4 Februari lalu saya menitipkan oret-oretan Program Kerja kepada delegasi dari Undip yang saya utus. Di oret-oretan Program Kerja itu saya mengusulkan untuk menggunakan platform blog saja agar mengurangi gap teknologi bagi para jurnalis mahasiswa yang hendak mengisi secara rutin.</p>
<p><span id="more-66"></span>Tapi ternyata PCYCO &#8211; FK Unud yang ditunjuk menjadi penanggung jawab program ini bersikeras menggunakan CMS yang lebih kompleks. Hasilnya tentu saja lebih bagus dibandingkan dengan format blog yang sederhana. Namun semoga tidak menghambat partisipasi teman-teman dari FK lain.</p>
<p><strong>FYI</strong></p>
<p>Badan Pers Nasional ISMKI merupakan salah satu Badan Semi Otonom di bawah Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia.</p>
<p>Jika anggota ISMKI ialah BEM/Senat Mahasiswa di Fakultas Kedokteran se-Indonesia, BPN-ISMKI beranggotakan Lembaga-Lembaga Pers Mahasiswa/Media Mahasiswa di lingkungan kedokteran.</p>
<p>Tergabung di antaranya Commed FK Undip, Lingua FK Unair, PCYCO FK Unud, Koran Kampus FKUI, Broca FK Unand, Erythro FK UNS, Transferin FK Unissula, Glossus FK Unpad, Skeleton News FK Unsyiah, dan masih banyak Lembaga Pers/Media Mahasiswa lain yang saya tidak hapal semua <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />.</p>
<p>Selain tiap anggota tersebut memiliki media di kampus masing-masing seperti buletin, koran atau majalah, mereka bersama-sama menerbitkan media berskala nasional di bawah payung BPN ISMKI dan didistribusikan ke tiap kampus. Media tersebut bernama SPEKTRUM.</p>
<p>Dengan beroperasionalnya situs web BPN, keterbatasan media cetak, yaitu space, dapat diantisipasi. Selain itu nantinya mereka yang kehabisan cetakan SPEKTRUM dapat mengunduh versi elektroniknya dari situs BPN. Sekarangpun nampaknya sebagian edisi lama sudah bisa didapatkan di sana</p>
<p>Jaya selalu pers mahasiswa!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/06/27/situs-resmi-bpn-ismki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemampuan dan Kewenangan di Bidang Kedokteran</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/06/23/kemampuan-dan-kewenangan-di-bidang-kedokteran/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/06/23/kemampuan-dan-kewenangan-di-bidang-kedokteran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jun 2007 06:29:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[malpraktek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/06/23/kemampuan-dan-kewenangan-di-bidang-kedokteran/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin di Suara Merdeka termuat berita tentang seorang remaja di India berusia 15 tahun yang sudah berani melakukan bedah cesar. Ayahnyalah, dr. K. Murugesan yang mengajarinya dan mengizinkannya. Kebetulan ia mengelola rumah sakit bersalin di kota Manaparai. Lantas saja hal ini mendapat kecaman dari Asosiasi Dokter India. Eh, malah sang ayah menuduh asosiasi dokter tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin di Suara Merdeka termuat berita tentang seorang remaja di India berusia 15 tahun yang sudah berani melakukan bedah cesar. Ayahnyalah, dr. K. Murugesan yang mengajarinya dan mengizinkannya. Kebetulan ia mengelola rumah sakit bersalin di kota Manaparai. Lantas saja hal ini mendapat kecaman dari Asosiasi Dokter India.</p>
<p>Eh, malah sang ayah menuduh asosiasi dokter tersebut iri dengan prestasi anaknya. Sudah begitu, ternyata tujuan si anak dilepas melakukan bedah cesar adalah agar tercatat dalam Guinnes Book of Record sebagai ahli bedah termuda??</p>
<p>Kalau ditanya &#8216;benarkah tindakan si dr. Murugesan ini?&#8217; pastinya jawabannya salah. Ini merupakan tindakan ilegal. Selain itu juga melanggar etika. Aku heran, bagaimana sih jalan pikiran si dokter ini?</p>
<p>Pendidikan-pendidikan profesi, seperti kedokteran agak berbeda dengan pendidikan lainnya. Di sini seseorang menempuh jenjang pendidikan bukan hanya sekedar mencari ilmu. Siapa saja bisa belajar ilmu kedokteran sendiri, bahkan di era informasi sekarang ini bukan hal yang sulit untuk mencari referensi-referensi kedokteran dari manapun. Namun lebih dari itu, jalur pendidikan seperti ini bertujuan agar seseorang yang telah menempuhnya mendapatkan <strong>kewenangan </strong>untuk melakukan tindakan sesuai dengan profesinya.</p>
<p>Melakukan tindakan yang di luar kewenangannya, apalagi lagi di dunia medis yang bersinggungan dengan keselamatan orang lain merupakan pelanggaran hukum. Bahkan seorang dokter yang yang melakukan di luar kompetensinya (misalnya tindakan medis spesialistik yang bukan keahliannya) juga merupakan pelanggaran kode etik. Jadi seseorang yang dikatakan mampu belum tentu berwenang untuk melakukan tindakan medis.</p>
<p>Lagipula, bagaimana bisa tindakan yang benar-benar diatur oleh hukum dan etika dilakukan oleh seseorang di bawah umur yang belum sepenuhnya dapat bertanggungjawab di mata hukum?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/06/23/kemampuan-dan-kewenangan-di-bidang-kedokteran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jembatan Keledai (Mnemonic) Kedokteran</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/05/06/jembatan-keledai-mnemonic-kedokteran/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/05/06/jembatan-keledai-mnemonic-kedokteran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2007 11:15:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/05/06/jembatan-keledai-mnemonic-kedokteran/id/</guid>
		<description><![CDATA[Walau seorang mahasiswa kedokteran diharuskan untuk mengerti, bukannya menghapal mati, tetap saja bidang kedokteran tidak pernah lepas dari yang namanya menghapal. Apalagi ketika dalam waktu yang sangat singkat semua isi yang ada di kepala harus dikeluarkan. Susah deh kalau kelamaan loading&#8230; Seringkali untuk itu mahasiswa memanfaatkan jembatan keledai, atau yang dalam bahasa Inggris disebut mnemonic, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walau seorang mahasiswa kedokteran diharuskan untuk <strong>mengerti</strong>, bukannya <strong>menghapal mati</strong>, tetap saja bidang kedokteran tidak pernah lepas dari yang namanya menghapal. Apalagi ketika dalam waktu yang sangat singkat semua isi yang ada di kepala harus dikeluarkan. Susah deh kalau kelamaan loading&#8230;</p>
<p>Seringkali untuk itu mahasiswa memanfaatkan jembatan keledai, atau yang dalam bahasa Inggris disebut <em>mnemonic</em>, entah itu membuatnya sendiri atau menggunakan jembatan keledai <strong>sakti </strong>yang sudah menjadi <strong>legenda </strong><img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' />. Bentuknya macam-macam, mulai dari menganalogikan dengan sesuatu yang unik, membuat singkatan dan akronim, hingga membentuk semacam puisi.</p>
<p>Kesulitan untuk membuat jembatan keledai yang mudah diingat? Pakai saja jembatan keledai yang sudah jadi. Coba mampir ke <a href="http://medicalmnemonics.com" title="Situs arsip jembatan keledai kedokteran">MedicalMnemonics.com</a></p>
<p><a href="http://medicalmnemonics.com"><img src="http://apollo.divshare.com/files/2007/05/06/577301/medicalmnemonics.gif.gif" alt="MedicalMnemonics.com" border="0"/></a></p>
<p>Di situs tersebut tersedia berbagai jembatan keledai yang dikumpulkan/dikirim oleh mahasiswa-mahasiswa kedokteran/dokter dari seluruh dunia. Kamu juga bisa berbagi jembatan keledai karanganmu sendiri ke seluruh dunia. Ada juga versi PDA nya lo, yang praktis bisa dibawa ke mana-mana.</p>
<blockquote><p>Checklisting patients&#8217; pain history is <strong>SO CRAP</strong>!!</p>
</blockquote>
<p><strong>SO CRAP</strong>: <strong>S</strong>ite, <strong>O</strong>nset, <strong>C</strong>haracter, <strong>R</strong>adiates to, <strong>A</strong>ssociated symptoms/ Alleviating and exacerbating factors, <strong>P</strong>eriodicity</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/05/06/jembatan-keledai-mnemonic-kedokteran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs Beta NEJM</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/04/30/situs-beta-nejm/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/04/30/situs-beta-nejm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2007 10:12:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[NEJM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/04/30/situs-beta-nejm/id/</guid>
		<description><![CDATA[NEJM sedang mengembangkan inovasi-inovasi baru untuk memanjakan para pembaca setianya &#8211; para dokter, peneliti, serta mahasiswa melalui internet. Beberapa fitur-fitur baru yang sedang digodok tersebut bisa dilihat di situs beta nya: http://beta.nejm.org. Jika menilik halaman tersebut, kita bisa melihat daftar 12 proyek yang sedang dikerjakan. Tiga proyek yang sudah &#8216;lulus&#8217; uji coba yaitu: New Powerpoint-compatible [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nejm.org" title="New England Journal of Medicine">NEJM</a> sedang mengembangkan inovasi-inovasi baru untuk memanjakan para pembaca setianya &#8211; para dokter, peneliti, serta mahasiswa melalui internet. Beberapa fitur-fitur baru yang sedang digodok tersebut bisa dilihat di situs beta nya: <a href="http://beta.nejm.org" title="situs beta nejm">http://beta.nejm.org</a>.</p>
<p>Jika menilik halaman tersebut, kita bisa melihat daftar 12 proyek yang sedang dikerjakan. Tiga proyek yang sudah &#8216;lulus&#8217; uji coba yaitu:</p>
<ol>
<li><a href="http://beta.nejm.org/PPTSlide/" target="_blank">New Powerpoint-compatible slide sets</a></li>
<li><a href="http://beta.nejm.org/ImageRSS/" target="_blank">Image of the week RSS feed</a><br />
Kalau sering membaca NEJM, pastinya sudah sering melihat gambar-gambar keren, unik, sampai aneh dalam praktik kedokteran. Saat ini ada RSS feednya.</li>
<li><a href="http://handheld.nejm.org/">handheld.nejm.org</a><br />
Membaca NEJM dari PDA jadi semakin mudah (sayang gak nduwe)</li>
</ol>
<p>Proyek lainnya yang masih dalam tahap uji coba (tapi sudah bisa dicicipi) di antaranya ialah video player selayar penuh untuk memutar &#8216;NEJM Videos in Clinical Medicine&#8217;, rangkuman mingguan NEJM dalam format audio, mendengarkan artikel-artikel Full-Text dalam kategori &#8216;Clinical Practice&#8217;, feed audio wawancara yang dilengkapi dengan PDF, fitur untuk melihat gambar-gambar ilustrasi dari artikel dalam konteks tertentu, fitur Most Popular, widget search untuk mencari artikel di NEJM langsung dari desktop, modifikasi fasilitas pencarian yang menggambarkan opini komunitas, dan seksi &#8216;Book Review&#8217; yang kini terhubung langsung ke Amazon (kalau-kalau situ mau beli <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> ).</p>
<blockquote><p>This beta site is part of our commitment to physicians who &#8220;Never Stop Learning&#8221;.</p>
</blockquote>
<p>Kalau mencari jurnal NEJM di perpustakaan FK, pasti yang ketemu edisi yang agak lama, berbulan-bulan sampai bertahun-tahun yang lalu. Jadi versi online jurnal ini amat membantu. Apalagi kalau sudah ada fitur sindikasinya seperti saat ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/04/30/situs-beta-nejm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecanduan Merokok dan Lobus Insularis Cerebri &#8211; Peluang Pengembangan Terapi Baru?</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/04/17/kecanduan-merokok-dan-lobus-insularis-cerebri-peluang-pengembangan-terapi-baru/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/04/17/kecanduan-merokok-dan-lobus-insularis-cerebri-peluang-pengembangan-terapi-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2007 07:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[stroke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/04/17/kecanduan-merokok-dan-lobus-insularis-cerebri-peluang-pengembangan-terapi-baru/id/</guid>
		<description><![CDATA[Tadi siang di lobby FK Undip saya melihat majalah dinding PMM, salah satu BSO kemahasiswaan di FK Undip mulai digarap. Lumayan besar dan menarik juga, ada batang rokok raksasa digantung. Sepertinya sudah mulai keliatan lagi geliatnya, karena akhir-akhir ini BSO ini kurang tampak kegiatannya (maaf ya Mil&#8230; ). Jadi ingin membahas sedikit tentang masalah merokok. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.divshare.com/download/415330-89b"><img alt="" src="http://apollo.divshare.com/apollo2/files/2007/04/17/415330/390109087_a5f77b2e5b_m.jpg" style="margin: 0px 0px 10px 10px" align="right" /></a>Tadi siang di lobby <a href="http://fk.undip.ac.id">FK Undip</a> saya melihat majalah dinding <abbr title="Penanggulangan Masalah Merokok">PMM</abbr>, salah satu <abbr title="Badan Semi Otonom">BSO</abbr> kemahasiswaan di FK Undip mulai digarap. Lumayan besar dan menarik juga, ada batang rokok raksasa digantung. Sepertinya sudah mulai keliatan lagi geliatnya, karena akhir-akhir ini BSO ini kurang tampak kegiatannya (maaf ya <a href="http://manusia-kamil.blogspot.com" title="Ketua PMM periode yang lalu">Mil&#8230;</a> <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> ). Jadi ingin membahas sedikit tentang masalah merokok.</p>
<p>Beberapa bulan lalu ada tulisan menarik tentang hubungan kebiasaan merokok dengan <em>lobus insularis</em> &#8211; salah satu bagian dari <em><abbr title="otak besar">cerebrum</abbr></em>. Penelitian yang dipimpin oleh <a href="http://www.sciencemag.org/cgi/content/abstract/315/5811/531">Nasir H. Naqvi</a> menunjukkan bahwa para perokok yang mengalami stroke dan mengalami kerusakan insula (lobus insularis) akan cenderung mudah untuk berhenti merokok dibandingkan dengan yang mengalami kerusakan bagian otak lain. Bahkan lebih dari sekedar berhenti, mereka juga menjadi jijik dengan rokok serta baunya. Mereka berubah dari pecandu rokok menjadi anti-perokok.</p>
<p>Insula merupakan bagian otak besar yang letaknya agak tersembunyi di dalam sulcus lateralis &#8211; sebuah kantung yang memisahkan lobus temporalis dan lobus parietalis. Jadi bagian ini tidak terlihat jika melihat otak dari arah lateral (samping), kecuali jika lobus temporalis disingkirkan terlebih dahulu.</p>
<p>Kenyataan yang dilaporkan oleh Naqvi et al tersebut menunjukkan bahwa insula merupakan bagian dari otak yang berperan dalam patogenesis kecanduan merokok. Tentunya ini bisa dijadikan target dalam terapi kecanduan rokok. Terapi operatif dengan cara merusak bagian ini tidak disarankan karena kedekatannya dengan area brocca (area bahasa). Namun terapi farmakologis yang ditargetkan ke insula suatu saat mungkin dapat dilakukan.</p>
<p>Mengutip satu pernyataan yang cukup menggelitik dari blog <a href="http://blogs.nature.com/nn/actionpotential/">Action Potential</a>:</p>
<blockquote><p>Nicorette be damned! Quitting smoking is easy&#8230;if you&#8217;ve had a stroke.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/04/17/kecanduan-merokok-dan-lobus-insularis-cerebri-peluang-pengembangan-terapi-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

