<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Thariqul Huda &#187; internet</title>
	<atom:link href="http://hudatoriq.web.id/tag/internet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hudatoriq.web.id</link>
	<description>Huda's Life, On The Row</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Feb 2012 15:41:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Menyajikan Data Menggunakan Diagram secara Dinamis dan Mudah&#8211;Google Chart API</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/12/27/menyajikan-data-menggunakan-diagram-secara-dinamis-dan-mudah-google-chart-api/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/12/27/menyajikan-data-menggunakan-diagram-secara-dinamis-dan-mudah-google-chart-api/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 09:01:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[design]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[web programming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/12/27/menyajikan-data-menggunakan-diagram-secara-dinamis-dan-mudah-google-chart-api/</guid>
		<description><![CDATA[Ingin menyajikan data-data dengan diagram secara dinamis di halaman web? Dulu mungkin kita harus berkutat dengan fungsi-fungsi PHP untuk menggenerasi gambar. Itupun, server kita harus mendukung pustaka GD. Menggunakan Flash mempermudah pembuatan diagram yang indah. Namun tidak semua browser mendukung &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2007/12/27/menyajikan-data-menggunakan-diagram-secara-dinamis-dan-mudah-google-chart-api/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=p3&amp;chd=s:Uf9a&amp;chs=200x100&amp;chl=A|B|C|D" align="left" />Ingin menyajikan data-data dengan diagram secara dinamis di halaman web? Dulu mungkin kita harus berkutat dengan fungsi-fungsi PHP untuk menggenerasi gambar. Itupun, server kita harus mendukung pustaka GD. Menggunakan Flash mempermudah pembuatan diagram yang indah. Namun tidak semua browser mendukung Flash dan memang itulah yang menyebabkan Flash masih dihindari oleh sebagian desainer web. Namun saat ini membuat diagram sangatlah mudah dengan adanya <a href="http://code.google.com/apis/chart/" rel="nofollow">Google Chart API</a>.</p>
<p>Mendengar kata API, sebagian orang mungkin akan takut duluan, berpikir bahwa perlu waktu dan energi khusus untuk mempelajari tata cara penggunaan API tersebut. Jangan salah. API dari Google Chart hanya berupa aturan penulisan URL untuk menampilkan gambar diagram yang kita inginkan. Dalam URL tersebut kita sisipkan informasi-informasi diagram seperti apa yang ingin kita sajikan, berikut datanya-datanya.</p>
<p><span id="more-97"></span>Begini contohnya. Misalnya Anda ingin menampilkan diagram kue tiga dimensi yang menunjukkan perbandingan jumlah ayam dan itik yang Anda punya di peternakan Anda. Taruhlah Anda memiliki 125 ekor ayam dan 77 ekor itik. Anda bahkan tidak perlu menghitung persentase masing-masing jenis hewan tersebut. Cukup tulis URL berikut:</p>
<p class="code" style="font-size: 10px">http://chart.apis.google.com/chart?cht=p3&amp;<br />
chd=t:125.0,77.0&amp;chs=250&#215;100&amp;chl=Ayam|Itik</p>
<p>URL di atas ialah URL gambar diagram Anda. Sebagai catatan, URL Anda harus ditulis dalam satu baris. Contoh di atas dibagi menjadi dua baris dengan pertimbangan layout. Coba buka URL tersebut menggunakan perambah web kesukaan Anda, maka akan tampillah diagram yang Anda inginkan, yatu seperti ini:</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=p3&amp;chd=t:125.0,77.0&amp;chs=250x100&amp;chl=Ayam|Itik" /></p>
<p>URL di atas seperti URL pada umumnya, yang menjelaskan letak skrip yang akan dituju (dieksekusi) berikut parameter-parameter yang dimasukkan ke dalam skrip tersebut. Penjelasan URL contoh tersebut ialah seperti ini:</p>
<ol>
<li><code>http://chart.apis.google.com/chart?</code> ialah lokasi API tersebut</li>
<li><code>&amp;</code> tanda pemisah berbagai parameter</li>
<li><code>cht=p3</code> berarti jenis diagram yang ingin ditampilkan ialah diagram kue (pie chart) tiga dimensi</li>
<li><code>chd=t:125.0,77.0</code> ialah data yang ingin ditampilkan (dalam contoh tersebut ialah jumlah hewan ternak yang masing-masing 125 dan 77</li>
<li><code>chs=250x100</code> ialah ukuran gambar diagram Anda dalam piksel</li>
<li><code>chl=Ayam|Itik</code> ialah label untuk masing-masing nilai data yang dikirimkan (menjelaskan arti angka 125 dan 77)</li>
</ol>
<p>Untuk penjelasan selengkapnya, silakan baca halaman <em>developer&#8217;s guide</em> nya <a href="http://code.google.com/apis/chart/" rel="nofollow" title="Google Chart API Developer's Guide">di sini</a>. Jika Anda ingin menampilkan diagram tersebut di halaman web, cukup gunakan URL tersebut sebagai nilai dari atribut src=&#8221;" pada tag &lt;img /&gt; (tag HTML untuk gambar).</p>
<p>Saat ini terdapat lima jenis diagram yang dapat kita sajikan menggunakan Google Chart API, yaitu</p>
<p><strong>Line Chart</strong></p>
<p><img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=lc&amp;chs=200x125&amp;chd=s:fooZaroo" alt="Line Chart" height="125" width="200" />     <img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=lxy&amp;chs=200x125&amp;chd=t:0,30,60,70,90,95,100|20,30,40,50,60,70,80|10,30,40,45,52|100,90,40,20,10|-1|5,33,50,55,7&amp;chco=3072F3,ff0000,00aaaa&amp;chls=2,4,1&amp;chm=s,FF0000,0,-1,5|s,0000ff,1,-1,5|s,00aa00,2,-1,5" height="125" width="200" /></p>
<p><strong>Bar Chart</strong></p>
<p><img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=bvg&amp;chs=200x125&amp;chd=s:hello,world&amp;chco=cc0000,00aa00" height="125" width="200" />     <img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=bhg&amp;chs=200x125&amp;chd=s:el,or&amp;chco=cc0000,00aa00" height="125" width="200" /></p>
<p><strong>Pie Chart</strong></p>
<p><img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=p&amp;chd=s:world5&amp;chs=200x125&amp;chl=A|B|C|D|E|F" height="125" width="200" />     <img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=p3&amp;chd=s:Uf9a&amp;chs=200x100&amp;chl=A|B|C|D" height="100" width="200" /></p>
<p><strong>Venn Diagram</strong></p>
<p><img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=v&amp;chs=200x100&amp;chd=t:100,80,60,30,30,30,10" height="100" width="200" /><br />
<strong>Scatter Plot</strong></p>
<p><img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=s&amp;chd=s:984sttvuvkQIBLKNCAIi,DEJPgq0uov17zwopQODS,AFLPTXaflptx159gsDrn&amp;chxt=x,y&amp;chxl=0:|0|2|3|4|5|6|7|8|9|10|1:|0|25|50|75|100&amp;chs=200x125" height="125" width="200" /></p>
<p>Dengan menggabungkannya dengan server side scripting semisal PHP, kita bisa menggenerasi URL untuk data-data yang dinamis, yang selalu berubah-ubah sepanjang waktu dan menampilkannya dalam bentuk diagram. Jadi, diagramnya juga akan selalu dinamis, berubah-ubah mengikuti perubahan data tersebut.</p>
<p>Contoh penerapan yang menarik yang biasa dibutuhkan dalam blog:</p>
<ul>
<li>Menampilkan statistik pengunjung per hari ataupun bulan menggunakan <em>line chart</em> atau <em>bar chart</em>. Sebagian data statistik tersebut seperti jenis perambah yang digunakan, dapat disajikan dalam bentuk perbandingan mmenggunakan <em>pie chart</em></li>
<li>Menampilkan hasil <em>polling online</em> menggunakan <em>pie chart</em></li>
<li>Hmm.. apa lagi ya? kok lagi gak ada ide begini. Ada yang bisa menambahkan? Atau silakan langsung saja buat plugin WordPress yang mendayagunakan Google Chart API ini.</li>
</ul>
<p>Untuk tujuan lainnya selain blog, kegunaannya tentu sangat banyak. Silakan bayangkan sendiri penerapannya dalam berbagai jenis aplikasi web yang dapat Anda buat. <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Sayangnya, setiap pengguna hanya diperbolehkan melakukan 50.000 kueri per harinya. Jika batas kueri tersebut terlampaui, Anda akan tidak bisa mengaksesnya untuk sementara waktu. Jika Anda terus melampaui batas kueri ini, akses Anda ke Google Chart API dapat diblokir.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/12/27/menyajikan-data-menggunakan-diagram-secara-dinamis-dan-mudah-google-chart-api/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Medicine 2.0</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/12/19/medicine-20/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/12/19/medicine-20/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 15:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[medicine 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/12/19/medicine-20/</guid>
		<description><![CDATA[Maaf, saya tidak tahu apakah ini cocok diterjemahkan sebagai Kedokteran 2.0, jadi saya gunakan istilah asli apa adanya. Masih ingatkah? Kira-kira setahun sampai dua tahun yang lalu ramai diperbincangkan mengenai web 2.0. Web 2.0 sendiri sebenarnya tidak terlalu konkrit, tidak &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2007/12/19/medicine-20/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf, saya tidak tahu apakah ini cocok diterjemahkan sebagai Kedokteran 2.0, jadi saya gunakan istilah asli apa adanya.</p>
<p>Masih ingatkah? Kira-kira setahun sampai dua tahun yang lalu ramai diperbincangkan mengenai web 2.0. Web 2.0 sendiri sebenarnya tidak terlalu konkrit, tidak ada batas tegas kapan web ber-revolusi menjadi versi 2.0. Sebagian orang yang pragmatis pun beranggapan ini cuma jargon untuk kepentingan komersiil belaka.</p>
<p>Dalam segi pengertianpun, berbagai sumber menyebutnya dengan cara berbeda. Namun yang dapat tangkap dan simpulkan, di web 2.0 terdapat perbedaan dalam hal:</p>
<ol>
<li>Konten web tidak lagi didominasi oleh <em>provider-provider</em> besar yang bergerak di bidang informasi, melainkan bergeser ke arah pengguna, dengan menjamurnya blog, <em>social networking</em>, <em>wiki</em>, video, <em>podcasting</em> dan layanan-layanan lain yang memperbolehkan pengguna mewarnai jagad maya ini</li>
<li>Lebih dinamis. Semua informasi di web selalu bergulir. Jika suatu situs statis, maka ia akan tenggelam di tengah arus informasi situs-situs lainnya</li>
<li>Teknologi-teknologi baru seperti AJAX, sindikasi, dsb</li>
</ol>
<p>Karena sudah begitu berbedanya web zaman dulu dengan zaman sekarang, maka dikatakan web telah berganti generasi.</p>
<p><strong>Apa hubungannya web 2.0 dengan medicine 2.0?</strong></p>
<p><span id="more-93"></span>Yak, benar sekali tebakan Anda. Secara kasar, <em>Medicine 2.0</em> ini merupakan perkawinan silang antara bidang kedokteran dengan web 2.0. Selain <em>medicine 2.0</em>, terdapat juga istilah <em>health 2.0</em>. Jika <em>health 2.0</em> menitikberatkan kegunaannya kepada konsumen (pengguna jasa kesehatan), <em>medicine 2.0</em> berbicara tentang bagaimana para penyedia jasa kesehatan, utamanya para praktisi medis, mencari informasi tentang kedokteran dan berbagi informasi tersebut kepada sesama (teman sejawat) menggunakan web 2.0 sebagai <em>platform</em>nya.</p>
<p><strong>Dunia Kedokteran Latah?</strong></p>
<p>Tidak bisa dipungkiri, munculnya istilah <em>health 2.0</em> dan <em>medicine 2.0</em> tak terlepas dari euphoria era web 2.0. Bagaimanapun kita melihatnya, terasa <em>kegatelan</em> mereka&#8211;para &#8216;pioneer&#8217; istilah ini untuk mengadaptasikan istilah &#8216;versi 2.0&#8242; yang &#8216;terdengar keren&#8217; ini ke bidang lain. Sejauh penelusuran saya, sepertinya istilah medicine 2.0 pertama kali digunakan <a href="http://nature.com">Nature</a>. Setelah itu secara sporadis mulai digunakan di sana-sini, terutama oleh para dokter/mahasiswa/praktisi IT yang sering ngeblog. Dari sekian banyak pihak yang memopulerkan istilah <em>medicine 2.0 </em>ini, bisa dibilang <a href="http://scienceroll.com">Bertalan Mesko</a>-lah&#8211;seorang mahasiswa kedokteran tingkat lima di Herbeden University, Hungaria&#8211;yang paling berperan besar. Ia bahkan membuat <a href="http://medicine20.wordpress.com/">blog carnival bertemakan <em>medicine 2.0</em></a> dan <a href="http://scienceroll.com/medicine-20/">sebuah halaman khusus dalam blognya</a> didedikasikan untuk merangkum semua hal tentang medicine 2.0.</p>
<p>Kalau bicara tentang &#8216;kelatahan&#8217; ini, sebenarnya tidak hanya terjadi di bidang kedokteran/kesehatan. Sewaktu nongkrong dan ngobrol dengan mas <a href="http://budiputra.com">Budi Putra</a> di cafe Watoo malam minggu kemarin, saya pun baru tahu kalau ternyata di bidang lain juga terjadi tren pengadaptasian istilah ala 2.0 (baca: two point o) laiknya <em>medicine 2.0</em>. Salah satunya ialah <em>democracy 2.0</em>. Bayangkan suara-suara dan aspirasi rakyat semua disalurkan melalui dunia maya dan berproliferasi secara cepat berkat <em>web.20</em>.</p>
<p>Kalau dilihat sekilas, tren istilah 2.0 ini sepertinya agak salah kaprah ya? Namun menurut saya, tidak apa-apa. Apapun istilahnya, jelas terlihat bahwa generasi baru web saat ini menimbulkan sebuah tantangan bagi profesi kedokteran untuk turut mengambil manfaat darinya.</p>
<p><strong>CONTOH PENERAPAN MEDICINE 2.0</strong></p>
<p><strong>Forum, Social Networking</strong></p>
<p>Forum yang anggotanya terdiri dari para dokter dan mahasiswa kedokteran di Indonesia sebenarnya sudah ada di <a href="http://dokter.or.id">http://dokter.or.id</a>. Selain itu ada juga milis-milis kedokteran yang trafficnya lumayan ramai. Di tingkat internasional terdapat social networking untuk komunitas dokter, satu yang paling terkenal ialah <a href="http://www.socialmd.com/">SocialMD</a>.</p>
<p><strong>Wiki Kedokteran</strong></p>
<p>Maaf kalau saya salah, tapi berdasarkan penelusuran saya, di Indonesia belum ada wiki khusus (selain WikiPedia) yang berisi materi-materi kedokteran yang disusun dari oleh dan untuk dokter. Namun di tingkat internasional ada beberapa. Lihat <a href="http://scienceroll.com/2007/03/27/medical-wikis-the-future-of-medicine/">senarai yang dibuat oleh Bertalan di blognya</a>.</p>
<p><strong>Medical Blogosphere/Blogosfer Kedokteran</strong></p>
<p>Blog menjadi fenomena saat ini. Di sini tempat yang paling leluasa bagi seseorang untuk membagikan informasi tentang sesuatu. Dengan mempunyai sebuah media di tengah-tengah blogosphere, seseorang dapat dengan mudah menyiarkan sesuatu kepada khalayak ramai hanya dengan menekan tombol &#8216;publish&#8217;.</p>
<p>Jika sejumlah dokter memiliki blog yang saling terhubung (melalui suatu taut fisik, ataupun melalui agregasi sindikasi), hubungan antar blog dokter tersebut seolah-olah menjadi <em>dunia</em> tersendiri, yang biasa disebut <em>medical blogosphere</em>.</p>
<p>Banyak yang bisa dilakukan dengan blog, misalnya:</p>
<ol>
<li>Memublikasikan artikel-artikel ilmiah yang ditulis sendiri. <a href="http://www.sciencebase.com/science-blog/fourteen-dos-and-donts-for-medical-bloggers.html">Artikel menarik berikut</a> memberi saran bagi para <em>medical bloggers</em> berkaitan dengan ini.</li>
<li>Menulis<em> case record</em> pribadi, dan membahas kasus-kasus yang unik yang pernah dijumpai. Memang untuk melakukan ini <a href="http://casesblog.blogspot.com/2005/07/case-reports-and-hipaa-rules.html">perlu berhati-hati mengenai rahasia profesi</a>.</li>
<li>Mengulas <em>event-event</em> kedokteran</li>
<li>Membahas fenomena yang terjadi dalam lingkup birokrasi kesehatan? *lirik <a href="http://cakmoki86.wordpress.com">cak moki</a>*</li>
<li>Penerapan <em>vlogging</em>, <em>photologging</em>, atau <em>podcasting</em> juga bisa diaplikasikan untuk menyajikan data-data pendukung, misal: hasil pemeriksaan radiologi, rekaman suara jantung, foto lesi, foto Patologi Anatomi, dsb.</li>
</ol>
<p>Fitur komentar dalam blog sangat berguna untuk menciptakan suatu diskusi tentang tulisan yang dibuat. Diskusi di sini tidak hanya terbatas dilakukan oleh konsumen kesehatan, namun juga bisa dilakukan oleh praktisi medis lain (teman sejawat).</p>
<p><strong>Publikasi Ilmiah yang Digerakkan Web 2.0</strong></p>
<p class="quote"><em>Internet itu bagaikan sebuah keranjang sampah raksasa. Semua orang bisa saja dengan mudah mengisinya</em>.</p>
<p>Saya masih ingat kalimat yang dilontarkan oleh guru saya, seorang profesor di Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Undip. Memang, tidak bisa dipungkiri kalimat itu ada benarnya juga. Pentingnya keakuratan informasi dalam dunia kedokteran membuat para dokter harus berhati-hati dalam menentukan sumber informasi. Sebagus apapun artikel Wikipedia yang kita temukan tidak dapat menjadi landasan kuat dalam artikel ilmiah, apalagi untuk dijadikan alasan pengambilan keputusan medis.</p>
<p>Namun kini sudah bermunculan situs-situs <em>peer-reviewed </em>journal. Salah satunya ialah <a href="http://www.openmedicine.ca/">OpenMedicine</a>. Artikel-artikel kedokteran di sini ditulis oleh para dokter dan <em>direview</em> oleh para sejawat.</p>
<p>Memang, bukan semua yang ada di atas merupakan hal baru, namun sepertinya semangat para dokter belum begitu terasa. Munculnya jargon-jargon seperti <em>medicine 2.0</em> merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan semangat tersebut. Saatnya para dokter juga bangkit dan memanfaatkan secara maksimal potensi kekuatan <em>web 2.0</em> ini.</p>
<p><strong>Tantangan untuk Para Dokter</strong></p>
<ol>
<li>Dokter tidak hanya lagi dituntut untuk dapat menggunakan dunia maya dalam mencari informasi, namun juga harus menjadi agen penyebar informasi. Kemampuan dan minat untuk menulis tentunya sangat dibutuhkan, agar semakin banyak materi-materi kedokteran berkualitas yang dapat dengan mudah ditemukan di dunia maya.</li>
<li>Dokter harus lebih dapat menerima dan beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang. Dalam mencari informasi, para dokter harus membiasakan diri menggunakan <em>feed aggregator</em>, untuk memantau terus sindikasi dari situs-situs jurnal ataupun tulisan-tulisan sejawatnya. Dalam menyiarkan informasi, tentunya para dokter juga harus familiar dengan perkakas-perkakas pendukungnya, misalnya cara menerbitkan tulisan di blog, sintaks-sintaks wiki, bagaimana cara <em>podcasting, vlogging</em>, dan sebagainya.</li>
</ol>
<p><strong>Masalah yang saat ini dihadapi</strong></p>
<ol>
<li>Kesibukan</li>
<li>Keengganan</li>
</ol>
<p>Para dokter tentunya kaum yang terpelajar. Jadi sebenarnya masalahnya cuma dua itu saja <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />.</p>
<p>Untuk mengerti lebih jauh mengenai <em>medicine 2.0</em>, saya sarankan memulai dari halaman yang dibuat oleh Bertalan yang saya sampaikan di atas. dr. <a href="http://daniweblog.blogspot.com">Dani Iswara</a> juga punya <a href="http://daniweblog.blogspot.com/2007/12/mengingat-medicine-20.html">sekumpulan daftar bacaan</a> yang perlu dibaca.</p>
<p class="quote">Banyak yang mengakui bahwa arus informasi kedokteran saat ini sangat deras, namun sebenarnya tidak banyak yang menyadari betapa lebih derasnya jika keran web 2.0 ini benar-benar dibuka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/12/19/medicine-20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google untuk Membantu Tegakkan Diagnosis</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/12/05/google-untuk-membantu-tegakkan-diagnosis/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/12/05/google-untuk-membantu-tegakkan-diagnosis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 13:34:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/12/05/google-untuk-membantu-tegakkan-diagnosis/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah bukan rahasia lagi kalau dokter juga menggunakan internet untuk mencari-cari informasi guna membantu menegakkan diagnosa pada kasus-kasus yang sulit. Ada yang meneliti keakuratan hasil diagnosa yang mengandalkan mesin pencari Google pada kasus-kasus yang dipresentasikan dalam NEJM. Mereka membandingkan hasil &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2007/12/05/google-untuk-membantu-tegakkan-diagnosis/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah bukan rahasia lagi kalau dokter juga menggunakan internet untuk mencari-cari informasi guna membantu menegakkan diagnosa pada kasus-kasus yang sulit. Ada yang meneliti keakuratan hasil diagnosa yang mengandalkan mesin pencari <a href="http://google.com" title="Google">Google</a> pada kasus-kasus yang dipresentasikan dalam <a href="http://nejm.org" title="New England Journal of Medicine">NEJM</a>. Mereka membandingkan hasil diagnosa yang diambil berdasarkan penelusuran di mesin pencari tersebut dengan diagnosa akhir yang ditegakkan oleh sang penulis. Hasilnya cukup menarik dan dipublikasikan di <a href="http://www.bmj.com/cgi/content/full/333/7579/1143" title="British Medical Journal">BMJ</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/12/05/google-untuk-membantu-tegakkan-diagnosis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mainan Coronary Bypass</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/12/03/mainan-coronary-bypass/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/12/03/mainan-coronary-bypass/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2007 10:15:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/12/03/mainan-coronary-bypass/</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah game Flash yang cukup menarik di mana kita bisa berperan sebagai dokter bedah dalam sebuah simulasi open heart surgery, lebih spesifiknya bypass arteri coronaria. Lumayan buat sekedar iseng-iseng di internet. Skenarionya, kamu harus melakukan bypass arteri coronaria dengan &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2007/12/03/mainan-coronary-bypass/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://hudatoriq.web.id/files/coronary_bypass_flash_01.jpg" /></p>
<p>Ada sebuah <a href="http://www.abc.net.au/science/lcs/heart.htm">game Flash</a> yang cukup menarik di mana kita bisa berperan sebagai dokter bedah dalam sebuah simulasi <em>open heart surgery</em>, lebih spesifiknya bypass <em>arteri coronaria</em>. Lumayan buat sekedar iseng-iseng di internet.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://hudatoriq.web.id/files/coronary_bypass_flash_02.jpg" /></p>
<p>Skenarionya, kamu harus melakukan bypass arteri coronaria dengan menggunakan <em>autograft vena saphena</em> dari tungkai kanan pasien. Awas, jangan keliru mengambil <em>arteri femoralis</em>.. <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> . Setelah itu, ikuti saja perintah-perintahnya. Gampang kok. Tapi hati-hati, kalau teledor dan operasinya gagal, kamu harus mencari pengacara!</p>
<p><span id="more-90"></span></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://hudatoriq.web.id/files/coronary_bypass_flash_03.jpg" /></p>
<p>Ada tiga tingkat kesulitan yang bisa kamu pilih: <em>intern</em>, <em>surgeon</em>, <em>specialist</em>. Di spesialis, tidak akan ada garis khayal panduan pada gambar tindakan.</p>
<p>Ada game-game lain yang patut untuk dicoba untuk kalau kamu tidak ada kerjaan. Si <a href="http://scienceroll.com">Bertalan Mesko</a>, mahasiswa kedokteran dari Hungaria yang juga admin wikipedia untuk bagian kedokteran, suka banget ngumpulin <a href="http://scienceroll.com/2007/11/29/virtual-hip-replacement-be-a-surgeon/">yang beginian</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/12/03/mainan-coronary-bypass/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamus Kedokteran Dorland di Internet</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/11/29/kamus-kedokteran-dorland-di-internet/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/11/29/kamus-kedokteran-dorland-di-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 15:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/11/29/kamus-kedokteran-dorland-di-internet/</guid>
		<description><![CDATA[Buku apa yang paling tebal sepengetahuan kamu? Kalau aku ditanya seperti itu aku akan menjawab Dorland. Entahlah, ada gak ya yang lebih tebal lagi? Semoga tidak (for people&#8217;s sake). Menurutku, mungkin banyak juga anak kedokteran yang juga menjawab jawaban yang &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2007/11/29/kamus-kedokteran-dorland-di-internet/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku apa yang paling tebal sepengetahuan kamu? Kalau aku ditanya seperti itu aku akan menjawab Dorland. Entahlah, ada gak ya yang lebih tebal lagi? Semoga tidak (<em>for people&#8217;s sake</em>). Menurutku, mungkin banyak juga anak kedokteran yang juga menjawab jawaban yang sama jika ditanya. Walaupun tebal tapi buku ini agaknya wajib untuk anak kedokteran.</p>
<p>Buku ini disarankan hanya untuk disimpan di rumah sebagai referensi, tidak untuk dibawa-bawa karena berat. Kecuali kamu bawa di dalam mobil. Kalau tidak pernah dibaca pun tidak akan enak buat bantal tidur karena saking tebalnya. Lebih cocok untuk mengganjal pintu. <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /> Versi kamus sakunya juga ada. Tapi aku belum pernah lihat baju atau celana memiliki saku cukup besar sehingga muat untuk disisipkan buku saku itu ke dalamnya.</p>
<p>Lalu, bagaimana jika suatu waktu, di suatu tempat kamu berhasrat membuka-buka kamus ini sedangkan buku &#8216;berbobot&#8217; ini terpaksa kamu tinggalkan di rumah?</p>
<p><span id="more-88"></span>Lihat versi terhubungnya saja<em> </em>(terhubung = <em>online</em>). Versi terhubungnya bisa dijumpai di <a href="http://dorlands.com/wsearch.jsp">dorlands.com</a> Namun sayang, untuk melihatnya diperlukan registrasi dan memasukkan nomor PIN yang ada di stiker di balik sampul bukunya. Kalau kita beli versi terjemahan Bahasa Indonesia terbitan EGC, kita tidak mendapatkan nomor PIN tersebut.</p>
<p>Ada alternatif sumber lain, yaitu di <a href="http://www.mercksource.com">mercksource.com</a>. Taut langsung ke bagian kamus Dorland cukup panjang (<a href="http://www.mercksource.com/pp/us/cns/cns_hl_dorlands.jspzQzpgzEzzSzppdocszSzuszSzcommonzSzdorlandszSzdorlandzSzdmd-a-b-000zPzhtm">bisa kamu klik langsung dari sini</a>). Untuk memudahkan, ingat saja alamat <a href="http://mercksource.com">mercksource.com</a>, lalu klik tab &#8216;<em>Resource Library</em>&#8216;, lalu di bawah tajuk &#8216;<em>Medical References</em>&#8216;, klik taut &#8216;<em>Medical Dictionary</em>&#8216; di sini kamu bisa merambah istilah-istilah kedokteran.</p>
<p>Antarmukanya cukup mudah dipahami. Tinggal pilih huruf inisial kata tersebut lalu pilih rentang kata yang kira-kira mencakup istilah yang ingin kita cari. Misalnya kita ingin mencari istilah <em>neurofibroma</em>, berarti kita klik huruf M-N, lalu masuk ke bagian &#8216;<em>net &#8211; neurofilament</em>&#8216; Tapi sepertinya versi cetaknya lebih lengkap ya. Biasanya di Dorland, setiap kata juga dijelaskan kata-kata latin yang membentuknya, beserta arti harfiah dari kata latin tersebut, baru dijelaskan arti istilah dalam konteks medis. Di sini sepertinya tidak (CMIIW).</p>
<p class="quote">Use the same medical dictionary that healthcare professionals have relied on for years. You&#8217;ll find advanced definitions for over 115,000 medical terms.</p>
<p>Selamat mencoba.</p>
<p>Yang mau protes karena gak ada screenshot, mohon ditunda dulu. Screenshotnya saya susulkan besok <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' />. (tiap posting pasti buru-buru)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/11/29/kamus-kedokteran-dorland-di-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Domain .web.id Habis, Ganti Domain?</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/07/07/domain-webid-habis-ganti-domain/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/07/07/domain-webid-habis-ganti-domain/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jul 2007 06:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Situs Ini]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/07/07/domain-webid-habis-ganti-domain/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beralihnya kepengurusan pengelolaan domain .id dari DepKomInfo ke PANDI dan berakhirnya masa gratis penggunaan domain .web.id, akhirnya saat itu telah tiba. Kemarin aku dapat email dari PANDI bahwa domain ini masa berlakunya habis sejak 1 Juli 2007 dan tenggat &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2007/07/07/domain-webid-habis-ganti-domain/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah beralihnya kepengurusan pengelolaan domain .id dari DepKomInfo ke <a href="http://pandi.or.id">PANDI</a> dan berakhirnya masa gratis penggunaan domain .web.id, akhirnya saat itu telah tiba. Kemarin aku dapat email dari PANDI bahwa domain ini masa berlakunya habis sejak 1 Juli 2007 dan tenggat waktu perpanjangan diberikan sampai 31 Agustus 2007.</p>
<p>Mungkinkah blog ini harus berakhir sampai di sini? Hehehe.. kayaknya nggak. Tapi masih bingung mendingan perpanjang domain ini atau daftar yang Generic Code Top Level Domain sekalian (.com, .org, .net, dsb)? Karena dulu pertimbanganku memakai Country Code Second Level Domain di .web.id semata-mata karena gratis.</p>
<p>Tetapi, penggantian nama domain implikasinya juga besar. Bisa dibilang aku harus memulai dari awal lagi, harus kasih tahu sana kasih tahu sini tentang alamat baruku, juga merubah taut-taut ke blogku di banyak tempat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/07/07/domain-webid-habis-ganti-domain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs Resmi BPN &#8211; ISMKI</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/06/27/situs-resmi-bpn-ismki/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/06/27/situs-resmi-bpn-ismki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jun 2007 06:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/06/27/situs-resmi-bpn-ismki/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin aku mendapat kabar dari Hamsa &#8211; FK Unud kalau situs resmi BPN &#8211; ISMKI (Badan Pers Nasional &#8211; Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) telah rampung dan sudah bisa diakses di http://bpnismki.org. Situs tersebut dibuat di atas CMS Mambo &#8211; &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2007/06/27/situs-resmi-bpn-ismki/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/thor_x/621107296/" title="Screenshot Situs BPN"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1379/621107296_92baa0b0e7_m.jpg" style="margin: 0px 10px 10px 0px" alt="bpnismki" align="left" height="180" width="240" /></a>Kemarin aku mendapat kabar dari Hamsa &#8211; FK Unud kalau situs resmi BPN &#8211; ISMKI (Badan Pers Nasional &#8211; Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) telah rampung dan sudah bisa diakses di <a href="http://bpnismki.org">http://bpnismki.org</a>. Situs tersebut dibuat di atas CMS Mambo &#8211; software CMS yang bisa dibilang sangat powerful dibandingkan software-software sejenis.</p>
<p>Kabar gembira tentunya untuk seluruh mahasiswa kedokteran se-Indonesia karena saat ini sudah ada satu media milik bersama yang bisa dijadikan wadah untuk bertukar informasi tentang kedokteran dan kegiatan kemahasiswaan. Salut kepada calon teman sejawat di PCYCO &#8211; FK Unud yang telah mengusahakan agar ini dapat terealisir.</p>
<p>Sebenarnya dalam Musyawarah Nasional BPN-ISMKI yang diselenggarakan di FKUI 2-4 Februari lalu saya menitipkan oret-oretan Program Kerja kepada delegasi dari Undip yang saya utus. Di oret-oretan Program Kerja itu saya mengusulkan untuk menggunakan platform blog saja agar mengurangi gap teknologi bagi para jurnalis mahasiswa yang hendak mengisi secara rutin.</p>
<p><span id="more-66"></span>Tapi ternyata PCYCO &#8211; FK Unud yang ditunjuk menjadi penanggung jawab program ini bersikeras menggunakan CMS yang lebih kompleks. Hasilnya tentu saja lebih bagus dibandingkan dengan format blog yang sederhana. Namun semoga tidak menghambat partisipasi teman-teman dari FK lain.</p>
<p><strong>FYI</strong></p>
<p>Badan Pers Nasional ISMKI merupakan salah satu Badan Semi Otonom di bawah Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia.</p>
<p>Jika anggota ISMKI ialah BEM/Senat Mahasiswa di Fakultas Kedokteran se-Indonesia, BPN-ISMKI beranggotakan Lembaga-Lembaga Pers Mahasiswa/Media Mahasiswa di lingkungan kedokteran.</p>
<p>Tergabung di antaranya Commed FK Undip, Lingua FK Unair, PCYCO FK Unud, Koran Kampus FKUI, Broca FK Unand, Erythro FK UNS, Transferin FK Unissula, Glossus FK Unpad, Skeleton News FK Unsyiah, dan masih banyak Lembaga Pers/Media Mahasiswa lain yang saya tidak hapal semua <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />.</p>
<p>Selain tiap anggota tersebut memiliki media di kampus masing-masing seperti buletin, koran atau majalah, mereka bersama-sama menerbitkan media berskala nasional di bawah payung BPN ISMKI dan didistribusikan ke tiap kampus. Media tersebut bernama SPEKTRUM.</p>
<p>Dengan beroperasionalnya situs web BPN, keterbatasan media cetak, yaitu space, dapat diantisipasi. Selain itu nantinya mereka yang kehabisan cetakan SPEKTRUM dapat mengunduh versi elektroniknya dari situs BPN. Sekarangpun nampaknya sebagian edisi lama sudah bisa didapatkan di sana</p>
<p>Jaya selalu pers mahasiswa!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/06/27/situs-resmi-bpn-ismki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Widget Integration di WordPress 2.2 &#8211; Untuk Pengguna K2</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/05/20/mengatasi-widget-integration-di-wordpress-22-untuk-pengguna-k2/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/05/20/mengatasi-widget-integration-di-wordpress-22-untuk-pengguna-k2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2007 04:22:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[k2]]></category>
		<category><![CDATA[tema]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/05/20/mengatasi-widget-integration-di-wordpress-22-untuk-pengguna-k2/id/</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 16 Mei lalu, WordPress 2.2 yang diberi nama &#8220;Getz&#8221; telah resmi diluncurkan. Salah satu perubahan besar dalam versi ini ialah &#8220;Widget Integration&#8221;. Widget, yang semula merupakan plugin untuk WodPress kini secara default terinstal begitu Anda menginstal WordPress 2.2. Dengan &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2007/05/20/mengatasi-widget-integration-di-wordpress-22-untuk-pengguna-k2/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 16 Mei lalu, WordPress 2.2 yang diberi nama &#8220;Getz&#8221; <a href="http://wordpress.org/development/2007/05/wordpress-22/">telah resmi diluncurkan</a>. Salah satu perubahan besar dalam versi ini ialah &#8220;Widget Integration&#8221;. Widget, yang semula merupakan plugin untuk WodPress kini secara default terinstal begitu Anda menginstal WordPress 2.2. Dengan widget, mengelola sidebar cukup dengan <i>drag and drop</i> komponen-komponen sidebarnya.</p>
<p>Para pengguna <a href="http://getk2.com/">K2</a>, salah satu theme WordPress yang cukup terkenal, mungkin sebelumnya telah mengenal fitur serupa &#8211; K2 Sidebar Module. Bahkan, kebanyakan pengguna K2 lebih memilih menggunakan Sidebar Module ketimbang menggunakan widget. Menurut saya pribadi sih memang lebih nyaman Sidebar Module. Kenapa tidak ini saja ya, yang diintegrasikan di WordPress 2.2?</p>
<p>Sayangnya Sidebar Widget sering mengalami konflik dengan Sidebar Module jika diinstal. Dengan dibawakannya Sidebar Widget secara default pada WordPress 2.2, pengguna theme K2 jadi tidak bisa menggunakan theme kesayangannya karena akan langsung error begitu theme ini diinstal.</p>
<p>Solusi yang <a href="http://getk2.com/">saat ini disarankan </a>untuk pengguna K2 yang ingin menggunakan WordPress versi 2.2 ialah dengan menonaktifkan fitur sidebar widget bawaan. Caranya yaitu dengan menginstal plugin &#8220;<a href="http://getk2.com/forum/showthread.php?t=4143">Disable WordPress Widgets</a>&#8221; yang ditulis oleh <a href="http://schulte.mn/">Darrell Schulte</a>. Pluginnya cukup sederhana, intinya hanya satu baris perintah, <code>remove_action('plugins_loaded', 'wp_maybe_load_widgets', 0 );<br />
</code></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/05/20/mengatasi-widget-integration-di-wordpress-22-untuk-pengguna-k2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs Beta NEJM</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/04/30/situs-beta-nejm/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/04/30/situs-beta-nejm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2007 10:12:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[NEJM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/04/30/situs-beta-nejm/id/</guid>
		<description><![CDATA[NEJM sedang mengembangkan inovasi-inovasi baru untuk memanjakan para pembaca setianya &#8211; para dokter, peneliti, serta mahasiswa melalui internet. Beberapa fitur-fitur baru yang sedang digodok tersebut bisa dilihat di situs beta nya: http://beta.nejm.org. Jika menilik halaman tersebut, kita bisa melihat daftar &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2007/04/30/situs-beta-nejm/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nejm.org" title="New England Journal of Medicine">NEJM</a> sedang mengembangkan inovasi-inovasi baru untuk memanjakan para pembaca setianya &#8211; para dokter, peneliti, serta mahasiswa melalui internet. Beberapa fitur-fitur baru yang sedang digodok tersebut bisa dilihat di situs beta nya: <a href="http://beta.nejm.org" title="situs beta nejm">http://beta.nejm.org</a>.</p>
<p>Jika menilik halaman tersebut, kita bisa melihat daftar 12 proyek yang sedang dikerjakan. Tiga proyek yang sudah &#8216;lulus&#8217; uji coba yaitu:</p>
<ol>
<li><a href="http://beta.nejm.org/PPTSlide/" target="_blank">New Powerpoint-compatible slide sets</a></li>
<li><a href="http://beta.nejm.org/ImageRSS/" target="_blank">Image of the week RSS feed</a><br />
Kalau sering membaca NEJM, pastinya sudah sering melihat gambar-gambar keren, unik, sampai aneh dalam praktik kedokteran. Saat ini ada RSS feednya.</li>
<li><a href="http://handheld.nejm.org/">handheld.nejm.org</a><br />
Membaca NEJM dari PDA jadi semakin mudah (sayang gak nduwe)</li>
</ol>
<p>Proyek lainnya yang masih dalam tahap uji coba (tapi sudah bisa dicicipi) di antaranya ialah video player selayar penuh untuk memutar &#8216;NEJM Videos in Clinical Medicine&#8217;, rangkuman mingguan NEJM dalam format audio, mendengarkan artikel-artikel Full-Text dalam kategori &#8216;Clinical Practice&#8217;, feed audio wawancara yang dilengkapi dengan PDF, fitur untuk melihat gambar-gambar ilustrasi dari artikel dalam konteks tertentu, fitur Most Popular, widget search untuk mencari artikel di NEJM langsung dari desktop, modifikasi fasilitas pencarian yang menggambarkan opini komunitas, dan seksi &#8216;Book Review&#8217; yang kini terhubung langsung ke Amazon (kalau-kalau situ mau beli <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> ).</p>
<blockquote><p>This beta site is part of our commitment to physicians who &#8220;Never Stop Learning&#8221;.</p>
</blockquote>
<p>Kalau mencari jurnal NEJM di perpustakaan FK, pasti yang ketemu edisi yang agak lama, berbulan-bulan sampai bertahun-tahun yang lalu. Jadi versi online jurnal ini amat membantu. Apalagi kalau sudah ada fitur sindikasinya seperti saat ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/04/30/situs-beta-nejm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konten Web Dalam Negeri</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2006/12/31/konten-web-dalam-negeri/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2006/12/31/konten-web-dalam-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Dec 2006 04:15:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Gempa di lepas pantai Taiwan beberapa waktu lalu memang cukup mengguncang kita yang ribuan kilometer jauhnya dari pusat gempa. Bukan guncangan fisik yang menggetarkan tanah serta bangunan memang, melainkan guncangan-guncangan di berbagai lini kehidupan. Sebut saja usaha-usaha yang membutuhkan koneksi &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2006/12/31/konten-web-dalam-negeri/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gempa di lepas pantai Taiwan beberapa waktu lalu memang cukup mengguncang kita yang ribuan kilometer jauhnya dari pusat gempa. Bukan guncangan fisik yang menggetarkan tanah serta bangunan memang, melainkan guncangan-guncangan di berbagai lini kehidupan. Sebut saja usaha-usaha yang membutuhkan koneksi internet yang mengalami kerugian, terganggunya proses belajar mandiri mahasiswa dan pelajar yang membutuhkan referensi di situs web luar negeri, atau paling tidak guncangan bagi para <em>blogger </em>yang tidak bisa <em>blogwalking </em>seperti biasanya <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#80;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#80;' />. Basi banget? Eit, tunggu dulu. Saya bukannya mau bercerita mengenai kejadian yang mengakibatkan putusnya kabel data bawah laut itu. Saya hanya ingin mengajak kita semua berkaca dari peristiwa tersebut.</p>
<p>Kemajuan teknologi memang tidak bisa kita pungkiri memberikan kita kemudahan-kemudahan dalam melakukan berbagai hal. Namun dengan berbagai kemudahan yang didapat, manusia cenderung untuk mengalami keadaan yang biasa kita sebut ketergantungan. Dan ketika kemudahan itu dicabut, bingunglah mereka. Di era informasi seperti sekarang ini kita memang dituntut untuk melakukan banyak hal dengan cepat dan tidak mungkin kita lepas dari yang namanya teknologi, kecuali kalau kita rela kalah bersaing. Namun yang perlu kita camkan baik-baik, teknologi hanyalah alat. Ia buatan manusia yang tidak luput dari yang namanya salah dan lupa. Jadi sebenarnya adalah salah kalau kita terlalu menggantungkan diri pada teknologi untuk melakukan segala hal, apalagi mendewa-dewakannya.</p>
<p><span id="more-24"></span>Sekarang taruhlah memang kita harus menganggap ketergantungan terhadap teknologi itu adalah hal yang wajar di zaman sekarang ini. Dengan putusnya kabel bawah laut beberapa hari lalu praktis hubungan data dari negara Indonesia ke luar negeri putus. Beberapa provider memang masih memiliki jalur peering langsung ke beberapa negara tanpa melalui gateway yang putus tersebut. Namun tentu saja jalur tersebut  tidak mencukupi, ibarat pembuluh-pembuluh kolateral jantung harus mengkompensasi obstruksi arteri coronaria (halah..!).</p>
<p>Transaksi data di jaringan dalam negeri tidak mengalami masalah dan seharusnya tidak mengganggu komunikasi dalam negeri. Namun pada kenyataannya, tetap saja pengguna internet dalam negeri mengalami kendala berkomunikasi dengan rekan dalam negerinya. Bagaimana tidak, penyedia-penyedia konten internet yang terpercaya sebagian besar berasal dari luar negeri. Begitu juga dengan penyedia jasa-jasa di internet.<br />
Ambil saja email sebagai contoh. Untuk berkirim email sesama pengguna dalam satu kota saja, pengguna internet yang kebanyakan menggunakan penyedia jasa email gratis seperti <a title="Yahoo! Mail" href="http://mail.yahoo.com/">Yahoo!</a>, <a title="Google Email" href="http://gmail.google.com/">GMail</a> atau <a title="Hotmail" href="http://www.hotmail.com/">Hotmail </a>diharuskan untuk mengakses mailservernya di luar negeri. Pengguna mailserver-mailserver lokal nampaknya tidak mengalami kendala. Namun berapa persen pengguna email yang menggunakan jasa email lokal?</p>
<p>Tambahan lagi, belum jaminan bahwa dalam keadaan putusnya <em>gateway internasional </em>kita tidak akan mengalami gangguan dalam mengakses situs web lokal (penyedia kontennya dari dalam negeri). Hal ini bisa disebabkan karena penyedia konten tersebut melakukan web hosting di server luar negeri. Kalaupun mereka melakukan hosting pada perusahaan dalam negeri, belum tentu pula servernya berada di dalam negeri karena saat ini banyak juga perusahaan-perusahaan web-hosting dalam negeri yang menyewakan <em>dedicated servernya</em> yang berlokasi di luar negeri (biasanya di Amerika Serikat).</p>
<p>Instant Messeging adalah satu lagi contoh layanan web yang banyak digunakan oleh pengguna internet. Untuk yang satu inipun penyedia jasanya masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan luar negeri. Biasanya memang terintegrasi dengan layanan email sehingga memudahkan bagi pengguna karena tidak perlu terlalu banyak membuat account. Dalam keadaan seperti sekarang ini tentu saja sektor ini juga terkena imbasnya. Kemarin siang saja saya tidak bisa melakukan Net Meeting dengan lancar dengan teman-teman Badan Pers Nasional ISMKI. Padahal agendanya cukup penting dan mendesak, membahas rencana kegiatan Musyawarah Nasional BPN awal Februari depan. Teman-teman kedokteran setanah air memang terbiasa untuk menggunakan <em>instant messeging</em> untuk mengadakan rapat-rapat serta diskusi antar institusi untuk mengantisipasi masalah perbedaan tempat.</p>
<p>Tadi saya sempat menyinggung masalah ketergantungan pada teknologi. Dengan melihat fenomena yang saya sampaikan tadi, bisa dibilang kalau kita, masyarakat Indoneisa tidak hanya mengalami ketergantungan pada teknologi. Kita bahkan bisa disebut ketergantungan pada orang yang menciptakan teknologi itu (maksud saya perusahaan-perusahaan penyedia konten web dari luar negeri tadi). Kalau dipikir-pikir bukankah ini memalukan? Selama ini sepertinya biasa-biasa saja, namun dengan kejadian kemarin nampaknya memang kita harus introspeksi lagi.</p>
<p>Di era <em>web 2.0</em> yang sering digembor-gemborkan ini, pengguna internet pun memiliki kesempatan luas menyumbangkan ide serta informasi dan menorehkan tintanya di lautan maya ini. <em>Wiki </em>serta <em>blog </em>menjadi tren di mana-mana. Saat ini <em>googling </em>dengan keyword berbahasa Indonesia menghasilkan output yang lebih besar ketimbang beberapa tahun silam. Namun lagi-lagi <em>blog-blog instan</em> (istilah saya sendiri untuk <em>blog </em>yang dapat dibuat hanya dengan registrasi dan langsung menulis) tersebut biasanya berasal dari luar negeri, walaupun penulis maupun kontributornya orang Indonesia. Saya jamin tidak semua orang bisa menyebutkan penyedia <em>hosting blog </em>instan yang berasal dari Indonesia.</p>
<p>Lantas di sini siapa yang bisa disalahkan? Pelaku bisnis web dalam negerikah? penggunakah? Atau pemerintah? Pengguna tentunya menginginkan layanan terbaik yang bisa ia dapatkan, tidak peduli bahwa layanan itu didapatnya dari luar negeri maupun dalam negeri karena di dunia maya itu tidak menjadi masalah (kalau tidak ada kejadian seperti kemarin). Nyatanya memang kualitas layanan serta konten web domestik kita kalah dibandingkan dengan milik asing.</p>
<p>Apakah pemain-pemain di bidang IT kita memang tidak mampu untuk membuat produk serta layanan dengan kualitas yang sebanding? Menurut saya sih tidak juga. Banyak programmer serta developer web kita yang cukup handal. Yang jadi masalah ialah kurangnya apresiasi dan penghargaan terhadap karya cipta dan kekayaan intelektual di negeri ini. Untuk apa mereka menghabiskan waktu mereka berkutat dengan kode-kode kalau mereka tidak mendapatkan reward yang pantas? Kalau kita terus mengasosiasikan dan mengait-ngaitkan sebab permasalahan ini biasanya akan menjadi sebuah lingkaran setan. Ujung-ujungnya pemerintah yang disalahkan karena tidak bisa menciptakan iklim bisnis internet yang menjanjikan di Indonesia.</p>
<p>Geliat bisnis internet di Indonesia sebenarnya sudah mulai tampak. Hanya saja porsinya masih sedikit. Kapan ya kita bisa mengandalkan 100% konten serta layanan-layanan web dalam negeri mulai dari email, informasi, referensi, sampai instant messeging? Tantangan buat kita semua baik developer maupun pengguna.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2006/12/31/konten-web-dalam-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

