<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Thariqul Huda &#187; hiburan</title>
	<atom:link href="http://hudatoriq.web.id/tag/hiburan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hudatoriq.web.id</link>
	<description>Huda's Life, On The Row</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jan 2009 10:15:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Media Hiburan untuk Meningkatkan Rasa Bangga Terhadap Bangsa</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/08/03/media-hiburan-untuk-meningkatkan-rasa-bangga-terhadap-bangsa/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/08/03/media-hiburan-untuk-meningkatkan-rasa-bangga-terhadap-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Aug 2007 04:36:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/08/03/media-hiburan-untuk-meningkatkan-rasa-bangga-terhadap-bangsa/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya membaca novel berjudul &#8220;Gajah Mada&#8221; karangan Langit Kresna Hariadi, buku 1. Buku lama memang, namun saya baru membacanya. Ini merupakan cerita fiksi yang berlatar kerajaan Majapahit. Di buku pertama yang saya baca ini Gajah Mada masih berpangkat bekel (salah satu pangkat kemiliteran zaman dulu) dan memimpin pasukan Bhayangkara-sebuah pasukan kecil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu saya membaca novel berjudul &#8220;Gajah Mada&#8221; karangan Langit Kresna Hariadi, buku 1. Buku lama memang, namun saya baru membacanya. Ini merupakan cerita fiksi yang berlatar kerajaan Majapahit. Di buku pertama yang saya baca ini Gajah Mada masih berpangkat <em>bekel </em>(salah satu pangkat kemiliteran zaman dulu) dan memimpin pasukan  Bhayangkara-sebuah pasukan kecil dengan kemampuan <em>telik sandi</em> (mata-mata) yang terasah yang bertanggungjawab menjaga keselamatan raja. Dengan kata lain pasukan ini merupakan <em>secret service</em> nya kerajaan Majapahit waktu itu.</p>
<p>Buku ini cukup bagus, dan saya sarankan untuk membacanya. Tapi maaf, saya bukan ingin mengupas ceritanya di sini, melainkan saya ingin memuji semangat penulis buku ini yang mengajak kita untuk selalu mengingat kebesaran bangsa kita sejak zaman dahulu. Agaknya semangat ini kurang dimiliki oleh sebagian warga Indonesia.</p>
<p>Saya jadi tersadar bahwa betapa langkanya media-media hiburan yang membawa pesan seperti ini. Coba saja kita bandingkan dengan Amerika Serikat. Sejarah negeri mereka tidaklah lebih panjang dari sejarah negeri kita. Namun Anda pasti tidak kesulitan untuk menyebutkan judul-judul film-film heroik yang mengisahkan tokoh-tokoh besar maupun peristiwa-peristiwa besar negeri mereka. Bahkan sewaktu saya SD pun saya suka menonton film Tour of Duty-film yang mengisahkan para tentara Amerika yang diterjunkan ke perang Vietnam.</p>
<p><span id="more-71"></span>Sewaktu SD, beberapa kali diadakan pemutaran film-film perjuangan di sekolah saya. Di televisi pun, terutama di saat-saat mendekati hari kemerdekaan RI seperti sekarang ini selalu diputar film-film tentang perjuangan meraih kemerdekaan. Saat ini? Hampir tidak pernah.</p>
<p>Di era kebangkitan perfilman Indonesia seperti saat ini seharusnya film-film yang telah usang itu memiliki pengganti, film-film baru bertemakan perjuangan dengan kualitas gambar dan tata suara yang jauh lebih baik, serta kemasan yang mudah untuk diterima generasi muda saat ini. Kalaupun industri film laga di Indonesia memang belum bangkit, toh seharusnya bisa dimulai dengan film drama. Tapi saya tidak melihatnya sama sekali.</p>
<p>Sewaktu di bangku sekolah, pelajaran sejarah memang menjadi momok bagi saya. Kebanyakan murid sekolah mungkin menemukan keadaan yang sama. Sebenarnya yang dibutuhkan adalah visualisasi. Kalau saja pelajaran itu bisa dikemas sedemikian rupa dalam media hiburan seperti film, komik maupun novel, dan tidak digarap secara asal-jadi, tentunya generasi muda dapat lebih mengenal pahlawan-pahlawan mereka. Kalau tak kenal maka tak sayang.</p>
<p>Pahlawan-pahlawan yang dimaksud tidak terbatas pada pejuang-pejuang kemerdekaan, tapi bisa juga lebih jauh ke belakang, di zaman kerajaan, ketika wilayah nusantara masih terbentang sampai ke semenanjung malaya, atau lebih jauh lagi. Dan alangkah baiknya kalau bumbu-bumbu cerita mistis yang terkesan murahan seperti film-film silat itu bisa dikurangi, atau dihilangkan.</p>
<p>Pemerintah sebenarnya bisa turut andil dalam hal ini, misalnya dengan memberikan penghargaan kepada mereka yang <em>concern</em> ke sini. Daripada memaksa anak-anak kecil untuk menghormati para pahlawan, justru rasa bangga dan cinta terhadap pahlawan nantinya akan tumbuh sendiri.</p>
<p>Semoga akan banyak penulis-penulis maupun sineas yang mengusung semangat yang sama seperti Langit Kresna Hariadi ini. Akhir kata, walaupun agak terlalu cepat, selamat hari kemerdekaan RI. Merdeka! <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/08/03/media-hiburan-untuk-meningkatkan-rasa-bangga-terhadap-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

