<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Thariqul Huda &#187; bahasa</title>
	<atom:link href="http://hudatoriq.web.id/tag/bahasa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hudatoriq.web.id</link>
	<description>Huda's Life, On The Row</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Feb 2012 15:41:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Aksara Nusantara</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2008/01/15/aksara-nusantara/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2008/01/15/aksara-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 10:25:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Info Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[CommentMailer]]></category>
		<category><![CDATA[i18n]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2008/01/15/aksara-nusantara/</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia memiliki beraneka ragam bahasa daerah, masing-masing memiliki aturan penulisan sendiri menggunakan aksara tradisionalnya yang khas. Apresiasi terhadap berbagai aksara tradisional ini masih tampak misalnya dari mata pelajaran bahasa daerah di tiap daerah. Penggunaan aksara-aksara tradisional ini di berbagai sudut &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2008/01/15/aksara-nusantara/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia memiliki beraneka ragam bahasa daerah, masing-masing memiliki aturan penulisan sendiri menggunakan aksara tradisionalnya yang khas. Apresiasi terhadap berbagai aksara tradisional ini masih tampak misalnya dari mata pelajaran bahasa daerah di tiap daerah. Penggunaan aksara-aksara tradisional ini di berbagai sudut kota juga merupakan bukti bahwa, walaupun aksara ini telah hampir sepenuhnya tergantikan oleh aksara latin, sebenarnya bangsa kita masih cinta dan bangga atas kekayaan negeri kita yang satu ini. Sebagai contoh, penggunaan aksara Jawa pada papan nama jalan di berbagai penjuru kota Surakarta dan Yogyakarta. Atau penerapan yang sama pada <a href="http://nieke.keritikentang.com/?p=94">aksara Arab Melayu di kota Pekanbaru</a> <strike>belakangan ini</strike>.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://hudatoriq.web.id/files/2008/01/aksara_hanacaraka.jpg" alt="Aksara Jawa" /></p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://hudatoriq.web.id/files/2008/01/aksara_sunda.jpg" alt="Aksara Sunda" /></p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p>Berbicara tentang aksara tradisional, awal tahun 2008 ini diwarnai dengan dimulainya sebuah proyek sumber terbuka yang diberi nama <a href="http://code.google.com/p/aksara-nusantara/">Aksara Nusantara</a>. Proyek yang dikomando oleh <a href="http://www.mdamt.net/">Pak Mohammad DAMT</a> ini bertujuan membuat sistem yang baku untuk menciptakan, menyunting dan menampilkan dokumen elektronik berbahasa daerah di Indonesia menggunakan aksara tradisional masing-masing. Sistem penulisan dan penampilan dokumen akan mengikuti standar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Unicode">Unicode</a> sehingga diterima secara universal di seluruh dunia.</p>
<p><span id="more-104"></span>Proyek ini merupakan tanggapan atas telah dicantumkannya beberapa aksara tradisional Indonesia ke dalam daftar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Unicode">Unicode</a>, yaitu Aksara Bugis (Lontara) dan Bali, dan sedang diajukannya proposal pencantuman Aksara Sunda, Jawa, Batak dan Rejang.</p>
<p><strong>Deskripsi Proyek </strong></p>
<p>Saat ini proyek tersebut berfokus pada pembuatan fonta dan tabel SCIM (metoda input karakter standar di Linux) yang semuanya nanti akan dirilis di bawah GPL. Saat saya menulis tulisan ini, aksara Bugis telah dirampungkan oleh Pak Mohammad DAMT, sedangkan aksara Bali yang juga sudah tercantum dalam Unicode sepertinya belum ada yang mengerjakan. Untuk aksara Jawa, walaupun proposal Unicodenya belum diterima, sedang saya garap sedikit-sedikit fonta dan metoda inputnya. Dan kabar terakhir yang saya dengar di mailing list, <a href="http://chickenstrip.wordpress.com">Diki Niwatori</a> sedang menggarap aksara Sunda.</p>
<p><strong>Komputerisasi Aksara Tradisional Saat Ini</strong></p>
<p>Saat ini sebenarnya komputerisasi aksara tradisional sudah dapat dilakukan. Bentuknya yang paling sering ialah pembuatan dokumen seperti laiknya dokumen dalam alfabet, namun menggunakan fonta-fonta yang mensubstitusi karakter-karakter alfabet aslinya dengan aksara tradisional tadi. Cara ini sudah cukup memadai jika tujuan akhir dari pembuatan dokumen tersebut ialah untuk pencetakan. Untuk dokumentasi dan arsip elektronik, dokumen tersebut hanya dapat disimpan dalam format <em>rich text format</em> ataupun jenis dokumen dengan pemformatan teks lainnya seperti format dokumen milik Microsoft Office, Open Office, dan format-format teks sejenis lainnya. Dengan kata lain, informasi aksara tersebut terletak paralel dengan aksara latin. Dan jika dokumen tersebut disimpan dengan teks murni (<em>plain text</em>), maka kita harus menukar fonta yang digunakan oleh program penyunting teks kita untuk beralih dari aksara latin (yang tentunya akan nampak tidak memiliki arti) ke aksara tradisional.</p>
<p><strong>Unicode</strong></p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Unicode">Unicode</a> ialah standar yang memungkinkan komputer secara konsisten menampilkan dan memanipulasi teks dalam berbagai sistem penulisan di dunia. Setiap <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Glyph">glif</a> dalam aksara yang sudah dimasukkan ke dalam daftar Unicode memiliki titik kode yang unik sehingga tidak tumpang tindih dengan karakter lainnya. Dengan kata lain, jika kita menyimpan informasi aksara tradisional sesuai dengan spesifikasi Unicode ini, informasi itu terletak seri dengan aksara latin dan dapat ditampilkan secara sekaligus dengan satu fonta.</p>
<p>Lembaga yang berwenang untuk mengkaji dan mengesahkan sebuah set aksara ke dalam daftar Unicode ini ialah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Unicode_Consortium">Unicode Consortium</a>. Unicode saat ini telah mengandung sekitar 100.000 karakter dari berbagai sistem penulisan di dunia, termasuk di antaranya dua aksara tradisional di Indonesia.</p>
<p><strong>Manfaat Pencantuman Aksara Tradisional Indonesia ke Unicode serta Proyek Ini</strong></p>
<ol>
<li>Membantu proses pendidikan<br />
Pihak guru dan sekolah dapat secara mudah menciptakan dokumen aksara tradisional ini untuk alat bantu belajar mengajar.</li>
<li>Pengenalan aksara tradisional ke media yang baru&#8211;web<br />
Dokumen yang dibuat mengikuti standar Unicode akan diterima secara universal di seluruh dunia. Web merupakan sebuah media yang cocok untuk menjadi rumah baru bagi aksara tradisional kita jika standar ini sudah ditetapkan. Untuk melihat halaman web itu dengan benar, yang diperlukan bagi pengunjung adalah sebuah fonta yang mengandung glif dalam rentang titik yang digunakan oleh aksara tradisional Indonesia. Diharapkan setelah fonta-fonta hasil proyek ini dirilis dalam GPL, fonta ini akan disertakan dalam distribusi-distribusi sistem operasi ataupun terpisah sebagai paket tambahan. Sebagai contoh penerapannya, <a href="http://bug.wikipedia.org/Halamang_Utama">Wikipedia Bahasa Bugis</a> saat ini telah menggunakan aksara lontara.</li>
<li>Melestarikan budaya negeri moyang kita <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></li>
</ol>
<p>Usaha untuk mencantumkan aksara tradisional Indonesia ke daftar Unicode telah beberapa kali dilakukan oleh warga negara lain. Bahkan berbagai riset pun telah mereka lakukan. Paling tidak mari kita teruskan usaha ini, jangan sepenuhnya bergantung pada orang luar. Toh pada akhirnya kita yang akan memakainya. Jadi, kita sendiri yang harus memastikan bahwa penerapannya akan sesuai dengan kebutuhan kita.</p>
<p>Ditunggu partisipasinya di <a href="http://code.google.com/p/aksara-nusantara/">Aksara Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2008/01/15/aksara-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OpenMedSpel &#8211; Daftar Istilah Medis di dalam Komputer Anda</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/03/06/openmedspel-daftar-istilah-medis-di-dalam-komputer-anda/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/03/06/openmedspel-daftar-istilah-medis-di-dalam-komputer-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2007 07:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[OpenMedSpel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Fasilitas spellcheck (pemeriksaan ejaan) sudah umum tersedia dan disertakan dalam berbagai peranti lunak pengolah kata, baik yang bersifat komersil seperti Microsoft Word ataupun yang bersifat open source &#038; gratis seperti OpenOffice.org. Fasilitas ini amat membantu para penulis untuk meminimalisir kesalahan &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2007/03/06/openmedspel-daftar-istilah-medis-di-dalam-komputer-anda/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fasilitas spellcheck (pemeriksaan ejaan) sudah umum tersedia dan disertakan dalam berbagai peranti lunak pengolah kata, baik yang bersifat komersil seperti Microsoft Word ataupun yang bersifat open source &#038; gratis seperti OpenOffice.org. Fasilitas ini amat membantu para penulis untuk meminimalisir kesalahan pengejaan dan mengurangi waktu untuk proof reading.</p>
<p>Untuk istilah-istilah di bidang tertentu, fasilitas spellcheck di program pengolah kata tersebut dapat diperluas dengan cara menginstal dictionary tambahan. Di bidang medis, terdapat dictionary tambahan (spelling word list) yang cukup lengkap dan bersifat open source sehingga dapat diunduh dan dipakai secara bebas. Peranti lunak itu bernama OpenMedSpel.</p>
<p>OpenMedSpel merupakan sebuah spelling resource berisi ribuan istilah-istilah medis yang dirilis di bawah GPL license. Daftar kata tersebut tersedia dalam format CSV dan teks ASCII sehingga dapat dipergunakan bagi para pengembang peranti lunak yang ingin menambahkan fungsi pemeriksaan ejaan medis pada sebuah aplikasi. Resource file tersebut dapat diunduh <a href="www.e-medtools.com/openmedspel.html">dari sini</a>.</p>
<p>OpenMedSpel juga tersedia untuk aplikasi seperti pengolah kata OpenOffice.org atau klien email seperti Thunderbird. Untuk OpenMedSpel untuk OpenOffice.org dapat diunduh di sini, sedangkan untuk Thunderbird di sini.</p>
<p>Istilah-istilah yang tercakup dalam OpenMedSpel terdiri dari:</p>
<ul>
<li>Ribuan nama obat, nama dagang atau nama generik. Saat tulisan ini dibuat, paket yang disediakan telah up to date dengan yang disetujui oleh FDA Amerika Serikat sampai 10 Januari 2007.</li>
<li>Istilah anatomi</li>
<li>Istilah Dermatologi</li>
<li>Istilah Penyakit Dalam</li>
<li>Istilah Bedah (termasuk ortopedi dan urologi)</li>
<li>Istilah DSM-IV</li>
<li>Istilah ICD-9</li>
<li>dan lain-lain</li>
</ul>
<p>Dalam versi yang saya unduh saat artikel ini ditulis telah terdapat 48.728 istilah medis di dalamnya. Saat ini OpenMedSpel hanya tersedia dalam American English. Tidak tertutup kemungkinan akan dirilis dalam bahasa atau lokalisasi lain. Untuk bahasa Indonesia kapan ya? Apa Anda tertantang untuk ikut mengembangkannya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/03/06/openmedspel-daftar-istilah-medis-di-dalam-komputer-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

