<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Thariqul Huda &#187; Tips &amp; Tutorial</title>
	<atom:link href="http://hudatoriq.web.id/category/tips-tutorial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hudatoriq.web.id</link>
	<description>Huda's Life, On The Row</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jan 2009 10:15:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Mencadangkan, Menyinkronkan dan Berbagi Data Buku Telepon</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2009/01/13/mencadangkan-menyinkronkan-dan-berbagi-data-buku-telepon/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2009/01/13/mencadangkan-menyinkronkan-dan-berbagi-data-buku-telepon/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 10:15:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Kira-kira seminggu yang lalu akhirnya ponsel Sony Ericsson saya bisa saya ambil dari service centre (setelah penantian berbulan-bulan). Ternyata ponsel saya benar-benar diganti. Jadi kinclong lagi deh. Data-data tentu saja hilang semua. Dokumen, musik dan foto aman karena di memory stick. Namun bagaimana dengan buku telepon yang disimpan di memori internal ponsel? Untungnya saya selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kira-kira seminggu yang lalu akhirnya ponsel Sony Ericsson saya bisa saya ambil dari <em>service centre</em> (setelah penantian berbulan-bulan). Ternyata ponsel saya benar-benar diganti. Jadi kinclong lagi deh. <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Data-data tentu saja hilang semua. Dokumen, musik dan foto aman karena di <em><em>memory stick</em></em>. Namun bagaimana dengan buku telepon yang disimpan di memori internal ponsel? Untungnya saya selalu mencadangkan buku telepon, jadi gak perlu repot-repot mencari dan mencatat ulang dari teman-teman.</p>
<p><span id="more-177"></span>Saya berkali-kali menemukan teman (pacar saya juga salah satunya) yang kebingungan mencari nomor telepon penting setelah ponsel nya hilang atau rusak. Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi kalau kita rajin mencadangkan dan menyinkronkan buku telepon tersebut ke tempat lain.</p>
<p>Bagi orang yang sering berinteraksi dengan rekan kerja/klien melalui berbagai media dan berbagai tempat, sinkronisasi buku telepon akan sangat memudahkan pekerjaan. Misal: ketika hendak menelepon atau mengirim SMS, seseorang bisa menggunakan buku telepon ponsel. Ketika dia sedang tidak membawa ponsel dan sedang terhubung ke internet, dia bisa menggunakan buku telepon di penyedia email yang kita gunakan. Dengan sinkronisasi secara rutin, entri yang dimasukkan atau diperbarui di salah satu tempat akan dimasukkan dan diperbarui pula di tempat yang lain.</p>
<p>Dari yang saya lalui, saya menemukan berbagai macam jalur sinkronisasi buku telepon yang bisa digunakan:</p>
<ul>
<li>ponsel &#8211; email client (komputer)</li>
<li>ponsel &#8211; server</li>
<li>email client- server</li>
<li>antar server (layanan1 &#8211; layanan2)</li>
</ul>
<p><strong>ponsel &#8211; email client (komputer)</strong></p>
<p>Jika Anda sering menggunakan <em>email client</em> dalam berkirim email, tentunya Anda membutuhkan buku telepon <em>email client </em>yang lengkap dan diperbarui. Apalagi bila selain berkirim email lewat <em>email client</em>, Anda juga sering menghubungi kontak Anda tersebut melalui telepon, SMS atau mobile email.</p>
<p>Biasanya setiap membeli ponsel yang mendukung konektivitas, Anda juga akan disediakan perangkat lunak sinkronisasi, biasanya sih tergabung dalam PC Suite nya. Anda dapat menggunakan aplikasi tersebut. Sayangnya, kebanyakan <em>Sync tool</em> tersebut hanya mendukung <em>email client</em> Microsoft Outlook.</p>
<p>Untuk pengguna Sony Ericsson seperti saya, juga bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga yang gratis bernama MyPhoneExplorer yang bisa disinkronkan dengan Thunderbird!</p>
<p><strong>ponsel &#8211; server</strong></p>
<p><a rel="attachment wp-att-181" href="http://hudatoriq.web.id/2009/01/13/mencadangkan-menyinkronkan-dan-berbagi-data-buku-telepon/plaxo/"><img class="size-full wp-image-181 alignleft" title="plaxo" src="http://hudatoriq.web.id/files/2009/01/plaxo.jpg" alt="plaxo" width="150" height="48" /></a></p>
<p><a href="http://zyb.com"><img class="alignleft size-full wp-image-180" title="zyblogo" src="http://hudatoriq.web.id/files/2009/01/zyblogo.jpg" alt="zyblogo" width="137" height="101" /></a></p>
<p>Sebagian ponsel juga disertai fitur wireless synchronization over the air melalui GPRS. Kita tinggal mencari server sinkronisasi yang akan kita pakai. Di Indonesia Indosat punya layanan <a href="http://www.indosat.com/Mobile_Features/More_Features/MyBACKUP">MyBacup</a> yang memungkinkan ini. Untuk operator lain saya kurang tahu. Selain itu banyak juga layanan serupa di luar negeri. Salah satu contohnya ialah <a href="http://zyb.com">zyb</a>. Salah satu layanan lain yang cukup populer ialah <a href="http://plaxo.com">plaxo</a>. Tapi untuk sinkronisasi plaxo dengan ponsel kita harus menggunakan layanan berbayar.</p>
<p>Pembaruan data di kedua sisi (ponsel dan server) berlangsung secara otomatis begitu kita eksekusi. Kedua data tersebut akan diperiksa satu sama lain, dan bila ada entri baru di salah satu sisi, akan disalin ke tempat di mana entri tersebut belum ada.</p>
<p>Kelemahan dari mekanisme ini, proses pembandingan kedua data buku telepon (ponsel dan server) dilakukan oleh mesin. Terkadang dua entri yang sebenarnya sama dianggap entri yang berbeda karena suatu hal (informasi yang sudah disunting, perbedaan karakter, dsb). Ini berisiko membuat duplikasi di buku telepon kita, yang seringkali menjengkelkan.</p>
<p><strong>email client &#8211; server</strong></p>
<p>Ada beberapa metode di sini. Yang pernah saya temui antara lain:</p>
<ol>
<li>Sinkronisasi email client dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/LDAP">LDAP</a> server. Email client populer saat ini biasanya dilengkapi dengan fitur untuk berhubungan dengan LDAP server</li>
<li>Sinkronisasi <em>email client</em> dengan-layanan-layanan web seperti <a href="http://plaxo.com">Plaxo</a>, <a href="http://gmail.com">Gmail</a> contact, dsb. Biasanya perlu add-on/plugin khusus. Untuk Plaxo, add on disediakan oleh penyedia layanan. Untuk GMail Contact, terdapat plugin pihak ketiga yang bisa diinstal.</li>
</ol>
<p><strong>antar server (layanan1 &#8211; layanan2)</strong></p>
<p>Contohnya di sini, antara <a href="http://plaxo.com">plaxo</a> dan <a href="http://gmail.com">gmail</a> serta <a href="http://yahoo.com">yahoo</a>. Dengan memberikan akses gmail kita ke plaxo, misalnya, plaxo bisa membaca buku telepon/buku alamat kita di GMail, membandingkannya dengan data di plaxo dan menyinkronkannya. Proses penyinkronan bisa dilakukan secara berkala di belakang layar.</p>
<p>Dengan menggabungkan jalur-jalur sinkronisasi di atas, kita bisa mempertahankan kesamaan data buku telepon kita antara ponsel, komputer (email client), dan server yang kita pakai (webmail atau LDAP server).</p>
<p><strong>Networked Address Book, Address Book 2.0</strong></p>
<p>Kalau sebelumnya kita berbicara tentang menyamakan buku telepon kita di berbagai tempat, networked address book ini tentang bagaimana menyamakan data buku telepon yang kita punya dengan data orang lain (terutama orang yg datanya ada di dalam buku telepon kita).</p>
<p>Dengan sama-sama terhubungnya saya dan teman saya ke dalam sebuah social network dan menaruh data-datanya di sana, memungkinkan kita untuk selalu memperbarui data buku telepon yang saya miliki. Lagi-lagi <a href="http://plaxo.com">Plaxo</a>, layanan networked address book dan social network menyediakan hal ini. Jika teman saya mengubah nomor teleponnya, maka buku telepon saya di plaxo juga akan diperbarui, dan seterusnya dengan penyinkronan berkala data di komputer saya juga diperbarui.</p>
<p>Ketika kita menambahkan email di buku alamat kita, Plaxo mencarinya di basis datanya dan menyajikan kontak lengkap orang tersebut di buku telepon saya (jika orang yang bersangkutan memperbolehkannya). Pernah suatu saat saya mengirim email kepada seorang klien yang baru saya kenal (hanya alamat emailnya saja yang saya ketahui). Setelah itu besoknya di email client saja sudah ada kontak lengkap orang tersebut di komputer saya: nama lengkap, nomor telepon, tanggal ulang tahun dan sebagainya. <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#41;' /></p>
<p>Sayangnya pengguna Plaxo, terutama di Indonesia tidak terlalu besar. Hanya <em>geek</em> dan orang yang <em>tech savvy</em> (itu pun hanya sebagian) saja yang mengikutinya. Di sisi lain, <em>social network</em> yang basis penggunanya cukup besar seperti <a href="http://facebook.com">Facebook</a> sangat protektif dalam mempertahankan social graph nya yang berkaitan dengan informasi alamat email. Hal ini menjadi penghalang untuk dikembangkannya aplikasi sinkronisasi data dengan layanan lain atau dengan komputer/ponsel kita.</p>
<p>Layanan sinkronisasi mana yang sebaiknya kita pakai? Untuk itu, tergantung kebutuhan kita masing-masing. Yang penting tentukan satu tempat yang dijadikan sebagai master/cadangan utama. Setelah itu gunakan jalur-jalur yang ada untuk menyamakan semua buku telepon yang kita punya. Kalau ada kesalahan atau gangguan (yang paling sering: duplikasi data) diusahakan sebias mungkin mudah untuk memperbaikinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2009/01/13/mencadangkan-menyinkronkan-dan-berbagi-data-buku-telepon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fasilitas Pendukung Internasionalisasi Plugin WordPress</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2008/05/24/fasilitas-pendukung-internasionalisasi-plugin-wordpres/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2008/05/24/fasilitas-pendukung-internasionalisasi-plugin-wordpres/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 10:10:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[i18n]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[wp-hacks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Anda para pengembang plugin yang menginangkan pengembangan pluginnya di repositori resmi WordPress, kini tersedia fitur baru untuk mempermudah proses internasionalisasi plugin Anda. Jika Anda masuk ke halaman admin plugin Anda, terdapat panel untuk: Menciptakan berkas .pot Menyisipkan domain ke panggilan gettext Bagi Anda yang tidak menggunakan repositori resmi WordPress, sebagai alternatif cara untuk menciptakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi Anda para pengembang plugin yang menginangkan pengembangan pluginnya di <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/">repositori resmi WordPress</a>, kini tersedia fitur baru untuk mempermudah proses internasionalisasi plugin Anda. Jika Anda masuk ke halaman admin plugin Anda, terdapat panel untuk:</p>
<ul>
<li>Menciptakan berkas .pot</li>
<li>Menyisipkan domain ke panggilan gettext</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><a title="pluginadmin by thor_x, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/thor_x/2518202988/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3003/2518202988_892e2ee8fd.jpg" alt="pluginadmin" width="466" height="500" /></a></p>
<p>Bagi Anda yang tidak menggunakan repositori resmi WordPress, sebagai alternatif cara untuk menciptakan berkas .pot, Anda dapat menggunakan berkas <a href="http://svn.automattic.com/wordpress-i18n/tools/trunk/makepot.php">makepot.php</a> dan menjalankan perintah berikut melalui command line.</p>
<p>php makepot.php wp-plugin your-plugin-directory</p>
<p>Jika Anda lebih suka dengan versi skrip shell, Anda dapat membuat sendiri skrip khusus untuk plugin Anda, seperti yang biasa saya gunakan ini: <a href="http://svn.wp-plugins.org/commentmailer/commentmailer-gettext">commentmailer-gettext</a>. Sesuaikan dengan plugin Anda.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut tentang internasionalisasi untuk plugin, silakan baca <a href="http://codex.wordpress.org/I18n_for_WordPress_Developers">artikel codex berikut</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2008/05/24/fasilitas-pendukung-internasionalisasi-plugin-wordpres/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyajikan Data Menggunakan Diagram secara Dinamis dan Mudah&#8211;Google Chart API</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/12/27/menyajikan-data-menggunakan-diagram-secara-dinamis-dan-mudah-google-chart-api/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/12/27/menyajikan-data-menggunakan-diagram-secara-dinamis-dan-mudah-google-chart-api/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 09:01:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[design]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[web programming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/12/27/menyajikan-data-menggunakan-diagram-secara-dinamis-dan-mudah-google-chart-api/</guid>
		<description><![CDATA[Ingin menyajikan data-data dengan diagram secara dinamis di halaman web? Dulu mungkin kita harus berkutat dengan fungsi-fungsi PHP untuk menggenerasi gambar. Itupun, server kita harus mendukung pustaka GD. Menggunakan Flash mempermudah pembuatan diagram yang indah. Namun tidak semua browser mendukung Flash dan memang itulah yang menyebabkan Flash masih dihindari oleh sebagian desainer web. Namun saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=p3&amp;chd=s:Uf9a&amp;chs=200x100&amp;chl=A|B|C|D" align="left" />Ingin menyajikan data-data dengan diagram secara dinamis di halaman web? Dulu mungkin kita harus berkutat dengan fungsi-fungsi PHP untuk menggenerasi gambar. Itupun, server kita harus mendukung pustaka GD. Menggunakan Flash mempermudah pembuatan diagram yang indah. Namun tidak semua browser mendukung Flash dan memang itulah yang menyebabkan Flash masih dihindari oleh sebagian desainer web. Namun saat ini membuat diagram sangatlah mudah dengan adanya <a href="http://code.google.com/apis/chart/" rel="nofollow">Google Chart API</a>.</p>
<p>Mendengar kata API, sebagian orang mungkin akan takut duluan, berpikir bahwa perlu waktu dan energi khusus untuk mempelajari tata cara penggunaan API tersebut. Jangan salah. API dari Google Chart hanya berupa aturan penulisan URL untuk menampilkan gambar diagram yang kita inginkan. Dalam URL tersebut kita sisipkan informasi-informasi diagram seperti apa yang ingin kita sajikan, berikut datanya-datanya.</p>
<p><span id="more-97"></span>Begini contohnya. Misalnya Anda ingin menampilkan diagram kue tiga dimensi yang menunjukkan perbandingan jumlah ayam dan itik yang Anda punya di peternakan Anda. Taruhlah Anda memiliki 125 ekor ayam dan 77 ekor itik. Anda bahkan tidak perlu menghitung persentase masing-masing jenis hewan tersebut. Cukup tulis URL berikut:</p>
<p class="code" style="font-size: 10px">http://chart.apis.google.com/chart?cht=p3&amp;<br />
chd=t:125.0,77.0&amp;chs=250&#215;100&amp;chl=Ayam|Itik</p>
<p>URL di atas ialah URL gambar diagram Anda. Sebagai catatan, URL Anda harus ditulis dalam satu baris. Contoh di atas dibagi menjadi dua baris dengan pertimbangan layout. Coba buka URL tersebut menggunakan perambah web kesukaan Anda, maka akan tampillah diagram yang Anda inginkan, yatu seperti ini:</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=p3&amp;chd=t:125.0,77.0&amp;chs=250x100&amp;chl=Ayam|Itik" /></p>
<p>URL di atas seperti URL pada umumnya, yang menjelaskan letak skrip yang akan dituju (dieksekusi) berikut parameter-parameter yang dimasukkan ke dalam skrip tersebut. Penjelasan URL contoh tersebut ialah seperti ini:</p>
<ol>
<li><code>http://chart.apis.google.com/chart?</code> ialah lokasi API tersebut</li>
<li><code>&amp;</code> tanda pemisah berbagai parameter</li>
<li><code>cht=p3</code> berarti jenis diagram yang ingin ditampilkan ialah diagram kue (pie chart) tiga dimensi</li>
<li><code>chd=t:125.0,77.0</code> ialah data yang ingin ditampilkan (dalam contoh tersebut ialah jumlah hewan ternak yang masing-masing 125 dan 77</li>
<li><code>chs=250x100</code> ialah ukuran gambar diagram Anda dalam piksel</li>
<li><code>chl=Ayam|Itik</code> ialah label untuk masing-masing nilai data yang dikirimkan (menjelaskan arti angka 125 dan 77)</li>
</ol>
<p>Untuk penjelasan selengkapnya, silakan baca halaman <em>developer&#8217;s guide</em> nya <a href="http://code.google.com/apis/chart/" rel="nofollow" title="Google Chart API Developer's Guide">di sini</a>. Jika Anda ingin menampilkan diagram tersebut di halaman web, cukup gunakan URL tersebut sebagai nilai dari atribut src=&#8221;" pada tag &lt;img /&gt; (tag HTML untuk gambar).</p>
<p>Saat ini terdapat lima jenis diagram yang dapat kita sajikan menggunakan Google Chart API, yaitu</p>
<p><strong>Line Chart</strong></p>
<p><img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=lc&amp;chs=200x125&amp;chd=s:fooZaroo" alt="Line Chart" height="125" width="200" />     <img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=lxy&amp;chs=200x125&amp;chd=t:0,30,60,70,90,95,100|20,30,40,50,60,70,80|10,30,40,45,52|100,90,40,20,10|-1|5,33,50,55,7&amp;chco=3072F3,ff0000,00aaaa&amp;chls=2,4,1&amp;chm=s,FF0000,0,-1,5|s,0000ff,1,-1,5|s,00aa00,2,-1,5" height="125" width="200" /></p>
<p><strong>Bar Chart</strong></p>
<p><img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=bvg&amp;chs=200x125&amp;chd=s:hello,world&amp;chco=cc0000,00aa00" height="125" width="200" />     <img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=bhg&amp;chs=200x125&amp;chd=s:el,or&amp;chco=cc0000,00aa00" height="125" width="200" /></p>
<p><strong>Pie Chart</strong></p>
<p><img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=p&amp;chd=s:world5&amp;chs=200x125&amp;chl=A|B|C|D|E|F" height="125" width="200" />     <img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=p3&amp;chd=s:Uf9a&amp;chs=200x100&amp;chl=A|B|C|D" height="100" width="200" /></p>
<p><strong>Venn Diagram</strong></p>
<p><img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=v&amp;chs=200x100&amp;chd=t:100,80,60,30,30,30,10" height="100" width="200" /><br />
<strong>Scatter Plot</strong></p>
<p><img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=s&amp;chd=s:984sttvuvkQIBLKNCAIi,DEJPgq0uov17zwopQODS,AFLPTXaflptx159gsDrn&amp;chxt=x,y&amp;chxl=0:|0|2|3|4|5|6|7|8|9|10|1:|0|25|50|75|100&amp;chs=200x125" height="125" width="200" /></p>
<p>Dengan menggabungkannya dengan server side scripting semisal PHP, kita bisa menggenerasi URL untuk data-data yang dinamis, yang selalu berubah-ubah sepanjang waktu dan menampilkannya dalam bentuk diagram. Jadi, diagramnya juga akan selalu dinamis, berubah-ubah mengikuti perubahan data tersebut.</p>
<p>Contoh penerapan yang menarik yang biasa dibutuhkan dalam blog:</p>
<ul>
<li>Menampilkan statistik pengunjung per hari ataupun bulan menggunakan <em>line chart</em> atau <em>bar chart</em>. Sebagian data statistik tersebut seperti jenis perambah yang digunakan, dapat disajikan dalam bentuk perbandingan mmenggunakan <em>pie chart</em></li>
<li>Menampilkan hasil <em>polling online</em> menggunakan <em>pie chart</em></li>
<li>Hmm.. apa lagi ya? kok lagi gak ada ide begini. Ada yang bisa menambahkan? Atau silakan langsung saja buat plugin WordPress yang mendayagunakan Google Chart API ini.</li>
</ul>
<p>Untuk tujuan lainnya selain blog, kegunaannya tentu sangat banyak. Silakan bayangkan sendiri penerapannya dalam berbagai jenis aplikasi web yang dapat Anda buat. <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Sayangnya, setiap pengguna hanya diperbolehkan melakukan 50.000 kueri per harinya. Jika batas kueri tersebut terlampaui, Anda akan tidak bisa mengaksesnya untuk sementara waktu. Jika Anda terus melampaui batas kueri ini, akses Anda ke Google Chart API dapat diblokir.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/12/27/menyajikan-data-menggunakan-diagram-secara-dinamis-dan-mudah-google-chart-api/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamus Kedokteran Dorland di Internet</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/11/29/kamus-kedokteran-dorland-di-internet/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/11/29/kamus-kedokteran-dorland-di-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 15:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/11/29/kamus-kedokteran-dorland-di-internet/</guid>
		<description><![CDATA[Buku apa yang paling tebal sepengetahuan kamu? Kalau aku ditanya seperti itu aku akan menjawab Dorland. Entahlah, ada gak ya yang lebih tebal lagi? Semoga tidak (for people&#8217;s sake). Menurutku, mungkin banyak juga anak kedokteran yang juga menjawab jawaban yang sama jika ditanya. Walaupun tebal tapi buku ini agaknya wajib untuk anak kedokteran. Buku ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku apa yang paling tebal sepengetahuan kamu? Kalau aku ditanya seperti itu aku akan menjawab Dorland. Entahlah, ada gak ya yang lebih tebal lagi? Semoga tidak (<em>for people&#8217;s sake</em>). Menurutku, mungkin banyak juga anak kedokteran yang juga menjawab jawaban yang sama jika ditanya. Walaupun tebal tapi buku ini agaknya wajib untuk anak kedokteran.</p>
<p>Buku ini disarankan hanya untuk disimpan di rumah sebagai referensi, tidak untuk dibawa-bawa karena berat. Kecuali kamu bawa di dalam mobil. Kalau tidak pernah dibaca pun tidak akan enak buat bantal tidur karena saking tebalnya. Lebih cocok untuk mengganjal pintu. <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /> Versi kamus sakunya juga ada. Tapi aku belum pernah lihat baju atau celana memiliki saku cukup besar sehingga muat untuk disisipkan buku saku itu ke dalamnya.</p>
<p>Lalu, bagaimana jika suatu waktu, di suatu tempat kamu berhasrat membuka-buka kamus ini sedangkan buku &#8216;berbobot&#8217; ini terpaksa kamu tinggalkan di rumah?</p>
<p><span id="more-88"></span>Lihat versi terhubungnya saja<em> </em>(terhubung = <em>online</em>). Versi terhubungnya bisa dijumpai di <a href="http://dorlands.com/wsearch.jsp">dorlands.com</a> Namun sayang, untuk melihatnya diperlukan registrasi dan memasukkan nomor PIN yang ada di stiker di balik sampul bukunya. Kalau kita beli versi terjemahan Bahasa Indonesia terbitan EGC, kita tidak mendapatkan nomor PIN tersebut.</p>
<p>Ada alternatif sumber lain, yaitu di <a href="http://www.mercksource.com">mercksource.com</a>. Taut langsung ke bagian kamus Dorland cukup panjang (<a href="http://www.mercksource.com/pp/us/cns/cns_hl_dorlands.jspzQzpgzEzzSzppdocszSzuszSzcommonzSzdorlandszSzdorlandzSzdmd-a-b-000zPzhtm">bisa kamu klik langsung dari sini</a>). Untuk memudahkan, ingat saja alamat <a href="http://mercksource.com">mercksource.com</a>, lalu klik tab &#8216;<em>Resource Library</em>&#8216;, lalu di bawah tajuk &#8216;<em>Medical References</em>&#8216;, klik taut &#8216;<em>Medical Dictionary</em>&#8216; di sini kamu bisa merambah istilah-istilah kedokteran.</p>
<p>Antarmukanya cukup mudah dipahami. Tinggal pilih huruf inisial kata tersebut lalu pilih rentang kata yang kira-kira mencakup istilah yang ingin kita cari. Misalnya kita ingin mencari istilah <em>neurofibroma</em>, berarti kita klik huruf M-N, lalu masuk ke bagian &#8216;<em>net &#8211; neurofilament</em>&#8216; Tapi sepertinya versi cetaknya lebih lengkap ya. Biasanya di Dorland, setiap kata juga dijelaskan kata-kata latin yang membentuknya, beserta arti harfiah dari kata latin tersebut, baru dijelaskan arti istilah dalam konteks medis. Di sini sepertinya tidak (CMIIW).</p>
<p class="quote">Use the same medical dictionary that healthcare professionals have relied on for years. You&#8217;ll find advanced definitions for over 115,000 medical terms.</p>
<p>Selamat mencoba.</p>
<p>Yang mau protes karena gak ada screenshot, mohon ditunda dulu. Screenshotnya saya susulkan besok <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' />. (tiap posting pasti buru-buru)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/11/29/kamus-kedokteran-dorland-di-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WordPress untuk Situs Surat Kabar Harian</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/11/12/wordpress-untuk-situs-surat-kabar-harian/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/11/12/wordpress-untuk-situs-surat-kabar-harian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 04:14:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[WP-hack]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/11/12/wordpress-untuk-situs-surat-kabar-harian/</guid>
		<description><![CDATA[Jangan anggap bahwa WordPress hanya cocok digunakan untuk membuat blog. WordPress memang diciptakan sedemikian rupa sehingga kemasan distribusinya kecil dan sederhana. Hal itu sebenarnya ditujukan agar pengguna tidak dijejali dengan berbagai fitur-fitur yang tidak semua format situs membutuhkan. Aplikasi ini bahkan dilengkapi dengan API yang membuatnya sangat fleksibel. Itu membuatnya mudah dikembangkan menjadi apapun&#8211;hanya imajinasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan anggap bahwa <a href="http://wordpress.org">WordPress</a> hanya cocok digunakan untuk membuat blog. WordPress memang diciptakan sedemikian rupa sehingga kemasan distribusinya kecil dan sederhana. Hal itu sebenarnya ditujukan agar pengguna tidak dijejali dengan berbagai fitur-fitur yang tidak semua format situs membutuhkan. Aplikasi ini bahkan dilengkapi dengan API yang membuatnya sangat fleksibel. Itu membuatnya mudah dikembangkan menjadi apapun&#8211;hanya imajinasi kita yang dapat membatasinya.</p>
<p>Salah satu contoh sederhana penerapan penggunaan WordPress yang ingin saya bahas di sini ialah sebagai <em>engine</em> sebuah situs surat kabar harian. Ini bukan artikel tutorial lengkap, sekedar sebuah wacana, dilengkapi dengan sedikit <em>scripting</em> kasar yang membantu Anda melangkah ke sana.</p>
<p>Fitur-fitur yang menjadi persyaratan untuk sebuah situs surat kabar antara lain:</p>
<ol>
<li>Halaman utama dapat berupa halaman selamat datang ataupun langsung cuplikan berita-berita hari ini. Namun bentuk yang pertama saya sebutkan agaknya sedikit merepotkan bagi pengunjung.</li>
<li>Halaman yang menampilkan suatu berita secara utuh</li>
<li>Halaman yang menampilkan cuplikan seluruh berita pada tanggal tertentu.</li>
<li>Menu yang disajikan sedemikian rupa sehingga memudahkan pengunjung untuk memilih hari/tanggal/edisi tertentu dari surat kabar yang bersangkutan. Biasanya disajikan dalam bentuk kalender bertaut.</li>
</ol>
<p>Untuk mewujudkan fitur-fitur yang ada di atas, kita dapat membuat templat suai (<em>custom template</em>) yang agak berbeda dengan templat blog biasa.</p>
<p><span id="more-82"></span><strong>Halaman Utama</strong></p>
<p>Sebagai contoh, sebuah koran bernama &#8220;<code><strong>example</strong></code>&#8221; menggunakan situs yang beralamat di <code><strong>http://example.com</strong></code>. Dengan mengklik URL tersebut, pengunjung akan melihat cuplikan berita-berita untuk hari ini.</p>
<p>Untuk menciptakan halaman utama yang demikian, yang perlu kita lakukan ialah membuat struktur loop berikut dalam berkas index.php tema Anda.</p>
<pre class="code">&lt;?php get_header(); ?&gt;

[struktur halaman sebelum loop]

&lt;?php
$query = 'year=' . date('Y') . '&amp;monthnum='
. date('m') . '&amp;day=' . date('d');
query_posts($query);
if (have_posts()) :
	while (have_posts()) :
		the_post(); ?&gt;

		[struktur halaman dalam loop]

	&lt;?php endwhile; ?&gt;
&lt;?php endif; ?&gt;

[struktur halaman setelah loop]

&lt;?php get_footer(); ?&gt;</pre>
<p>Yang membedakan loop di atas dari loop standar WordPress ialah dipanggilnya fungsi <code><strong>query_posts()</strong></code> dengan parameternya yang berisi tahun, bulan dan tanggal tulisan yang ingin diambil (tahun, bulan dan tanggal saat ini). Data tersebut diambil dari server menggunakan fungsi <code><strong>date()</strong></code>. Oleh karena itu, halaman utama ini selalu menampilkan <strong>artikel hari ini</strong>, bukan sejumlah artikel terakhir berdasarkan kronologis waktu seperti blog pada umumnya.</p>
<p>Jika artikel untuk koran terbitan esok sudah siap, sang editor bisa saja langsung menerbitkannya ke web menggunakan tanggal besok sebagai tanda waktunya, tanpa khawatir tulisan tersebut akan muncul di halaman muka (edisi hari ini). Setelah hari berganti, begitu juga dengan tanggal dalam server maka tinggal ucapkan manteranya, &#8220;<em>paginagenerosa..!!</em>&#8220;. Dan halaman muka secara otomatis berganti menjadi berita-berita di hari berikutnya. <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Struktur halaman dan berita dapat Anda kreasikan sendiri sesuka Anda. Silakan membuat tampilan halaman seprofesional mungkin. Paduan antara ringkasan berita dan miniatur (<em>thumbnail</em>) akan tampak manis, dengan masing-masing dilengkapi taut ke <em>permalink</em> berita tersebut.</p>
<p><strong>Halaman Artikel Tunggal</strong></p>
<p>Halaman ini yang akan dimunculkan setelah pengunjung mengklik salah satu (<em>permalink</em>) cuplikan berita. Halaman ini seperti laiknya sebuah halaman <em>single post</em> dalam blog. Sesuaikan berkas <code>single.php</code> tema Anda untuk menentukan struktur halaman ini.</p>
<p>Ide yang bagus untuk tetap mencantumkan taut ke artikel lainnya pada edisi yang sama. mungkin di kolom sisi (<em>sidebar</em>).</p>
<p><strong>Halaman Edisi Tanggal XX/XX/XXXX</strong></p>
<p>Anda yang biasa menggunakan WordPress mungkin sudah mengenal halaman arsip serta berkas archive.php dalam tema (<em>theme</em>). Berkas ini akan digunakan ketika WordPress menerima kueri publik tertentu. Dalam versi 2.3, ada tiga belas variabel kueri publik yang akan memicu pemanggilan berkas archive.php. Empat diantaranya yang dapat kita gunakan dalam bagian ini ialah variabel tahun (<code><strong>year</strong></code>), angka bulan (<code><strong>monthnum</strong></code>) dan tanggal (<code><strong>day</strong></code>). Sebagai alternatif dari year, monthnum dan day, Anda juga bisa menggunakan variabel <code><strong>m</strong></code>, yaitu penggabungan <em>string</em> tahun, bulan dan tanggal.</p>
<p>Cara menerima kueri publik dari pengunjung ialah dengan memasukkannya pada URL. Sebagai contoh, jika Anda ingin menyediakan halaman arsip berita untuk edisi terbitan 12 Juni 1985, maka gunakan URL berikut:</p>
<p class="code">http://example.com/?year=1985&amp;monthnum=06&amp;day=12</p>
<p>Atau alternatif lainnya:</p>
<p class="code">http://example.com/?m=19850612</p>
<p>Sedangkan untuk menanggapi kueri publik tersebut, kita akan bermain-main dengan loop di berkas archive.php. Kira-kira berikut struktur berkas archive.php yang perlu Anda buat.</p>
<pre class="code">
&lt;?php get_header(); ?&gt;
&lt;?php if (have_posts()) : ?&gt;
&lt;?php $post = $posts[0]; ?&gt;
&lt;?php } if (is_day()) { ?&gt;

[struktur pembuka hal. edisi tgl xx/xx/xxxx]

&lt;?php while (have_posts()) : the_post(); ?&gt;

[struktur hal. edisi tgl xx/xx/xxxx dalam loop]

&lt;?php endwhile; ?&gt;

[struktur penutup hal. edisi tgl xx/xx/xxxx]

&lt;?php } elseif (is_month()) { ?&gt;

	[struktur halaman edisi bulan xx/xxxx]

&lt;?php } elseif (is_year()) { ?&gt;

	[struktur halaman tahun xxxx]

&lt;?php else : ?&gt;

	[struktur halaman "tidak ditemukan"]

&lt;?php endif; ?&gt;
&lt;?php get_footer(); ?&gt;</pre>
<p>Pada struktur di atas, bila kueri publik &#8220;<code><strong>day</strong></code>&#8221; atau &#8220;<code><strong>m</strong></code>&#8221; (asalkan mencakup tanggal) diterima, maka akan dilakukan loop yang mengambil berita-berita pada tanggal tersebut. Dengan loop ini, kita bisa menyusun tampilan halaman yang mirip seperti halaman utama, namun dengan konten berita di edisi terdahulu. Anda juga bisa membuatnya lebih sederhana daripada halaman utama, terserah Anda yang mendesainnya.</p>
<p><em>Placeholder</em> <code>[struktur halaman edisi bulan xx/xxxx]</code> di atas merupakan tempat di mana Anda membuat struktur halaman yang tampil jika pengunjung mengirim kueri bulan dan tahun. Sebagai contoh, jika pengunjung mengklik URL:</p>
<p class="code">http://example.com/?m=200706</p>
<p>Strukturnya tergantung apa yang ingin Anda sajikan di sini. Dalam contoh di atas saya tidak memasukkan loop di dalam sini dengan asumsi bahwa untuk sebuah situs surat kabar harian, akan banyak sekali tulisan yang memenuhi faktor inklusi bulan dan tahun tertentu. Sebagai alternatifnya, Anda bisa menampilkan taut-taut ke masing-masing edisi di bulan tersebut. Atau, dengan sedikit penyesuaian (<em>customization</em>) loop, Anda dapat mempersempit kueri dengan hanya menampilkan kategori tertentu, misalnya: berita utama hari itu.</p>
<p>Untuk <em>placeholder</em> <code>[struktur halaman tahun xxxx]</code>, saya rasa perlakuannya hampir sama.</p>
<p><strong>Rubrik</strong></p>
<p>Pengelompokan artikel-artikel dalam surat kabar ke dalam rubrik-rubrik tertentu dapat dilakukan dengan menggunakan fitur &#8220;Kategori&#8221; dalam WordPress. Menilik struktur perubrikan dalam media cetak, rasanya tidak mungkin sebuah artikel memiliki lebih dari satu kategori. Hal ini nantinya akan mempermudah klasifikasi tulisan. Jika ingin membuat pengelompokan artikel yang mengenal irisan (<em>intersection</em>), gunakan sistem tag natif WordPress.</p>
<p><strong>Pretty Permalink &amp; URL<br />
</strong></p>
<p>Salah satu kelebihan WordPress ialah sistem pretty permalinknya yang solid. Bahkan, format yang disarankan (<em>recommended</em>) WordPress, yaitu berdasarkan penanggalan&#8211;<code>/%year%/%monthnum%/%day%/%postname%/</code>, amat cocok diterapkan pada sebuah situs surat kabar harian.</p>
<p>Dengan format ini, jika pengunjung ingin melihat edisi cetak tanggal 28 Oktober 2007, maka ia cukup mengunjungi alamat ini:</p>
<p class="code">http://example.com/2007/10/28</p>
<p>Pengunjung yang cerdas tidak akan kesulitan melakukan navigasi untuk mencari edisi yang dicari. Juga tidak perlu menghapal format URL kompleks yang penuh dengan tanda &#8220;<code>?</code>&#8220;, &#8220;<code>&amp;</code>&#8221; dan &#8220;<code>=</code>&#8220;.</p>
<p><strong>Kalender</strong></p>
<p>Ini merupakan salah satu alat navigasi yang amat membantu sebuah situs dengan arsip artikel yang sangat banyak seperti situs surat kabar. WordPress telah dilengkapi dengan <em>widget</em> yang salah satu di antaranya ialah kalender. Kalau Anda tidak menginginkan kalender di kolom sisi, Anda pun dapat membuat kalender sendiri di manapun. Berbagai macam fungsi bawaan WordPress sangat membantu. Fitur <em>pretty URL</em> WordPress pun akan mempermudah menentukan tujuan taut kalender tersebut.</p>
<p><strong>Input Berita</strong></p>
<p>Dengan menggunakan <em>engine</em> WordPress, proses input berita menjadi sangat sederhana. Dengan sedikit pelatihan wartawan dapat langsung melakukan entri konten. Sistem pengelompokan pengguna berdasarkan &#8220;peran&#8221; dapat kita manfaatkan. Misalnya, seorang wartawan diberi &#8220;peran&#8221; sebagai &#8220;kontributor&#8221;. Ia dapat memasukkan naskah dan menyimpannya. Kemudian seorang editor yang akan mengevaluasinya dan menerbitkannya, dengan terlebih dahulu mengatur tanggal berita tersebut.</p>
<p><strong>Tambahan</strong></p>
<p>Uraian di atas menunjukkan bahwa WordPress amat sesuai untuk dijadikan sebuah <em>engine</em> situs web surat kabar. Yang saya sampaikan masih berupa gambaran kasar. Silakan Anda mengembangkannya.</p>
<p>Berikut beberapa hal tambahan yang harus dipikirkan dalam membuat templat WordPress untuk sebuah situs surat kabar:</p>
<ol>
<li>Antisipasi pengunjung yang mengunjungi halaman berita untuk besok menggunakan kueri &#8220;m&#8221;. Jangan sampai ia melihat berita sebelum waktunya tiba (pergantian tanggal). Hal ini bisa dilakukan dengan membuat kondisi di berkas <code>archive.php</code></li>
<li>Jika suatu hari tidak ada berita sama sekali (misal: harian itu tidak terbit dikarenakan hari libur nasional), maka jangan sampai pengunjung melihat halaman kosong. Sesuaikan berkas <code>index.php</code> Anda. Misal: alihkan ke hari terakhir di mana masih ada berita.</li>
<li>Sesuaikan pula umpan RSS dan atom situs Anda</li>
<li>Hmm.. apa lagi ya? Kalau Anda punya pendapat, silakan tambahkan dan kita diskusikan di bagian komentar</li>
</ol>
<p>Yang ingin saya sampaikan di sini ialah bahwa menggunakan sebuah aplikasi blog seperti WordPress dalam sebuah situs surat kabar bukanlah berarti kompromi. Aplikasi blog yang nampaknya sederhana ini justru dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan konten situs Anda.</p>
<p>Kompleksitas situs yang Anda harapkan dapat dicapai dengan membuatkan aplikasi lagi di atasnya, baik dalam templat (<em>theme</em>) atau plugin. Sebisa mungkin hindari penyuntingan skrip inti WordPress (berkas-berkas di direktori akar dan dalam direktori <code><strong>wp-includes</strong></code> dan <code><strong>wp-admin</strong></code>). Ini memudahkan Anda untuk terus mengikuti pengembangan WordPress dan memutakhirkan instalasi WordPress Anda ke versi yang terbaru).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/11/12/wordpress-untuk-situs-surat-kabar-harian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

