<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Thariqul Huda &#187; Kedokteran dan Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://hudatoriq.web.id/category/kedokteran-dan-kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hudatoriq.web.id</link>
	<description>Huda's Life, On The Row</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jan 2009 10:15:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Situs Resmi BPN &#8211; ISMKI</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/06/27/situs-resmi-bpn-ismki/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/06/27/situs-resmi-bpn-ismki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jun 2007 06:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/06/27/situs-resmi-bpn-ismki/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin aku mendapat kabar dari Hamsa &#8211; FK Unud kalau situs resmi BPN &#8211; ISMKI (Badan Pers Nasional &#8211; Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) telah rampung dan sudah bisa diakses di http://bpnismki.org. Situs tersebut dibuat di atas CMS Mambo &#8211; software CMS yang bisa dibilang sangat powerful dibandingkan software-software sejenis. Kabar gembira tentunya untuk seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/thor_x/621107296/" title="Screenshot Situs BPN"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1379/621107296_92baa0b0e7_m.jpg" style="margin: 0px 10px 10px 0px" alt="bpnismki" align="left" height="180" width="240" /></a>Kemarin aku mendapat kabar dari Hamsa &#8211; FK Unud kalau situs resmi BPN &#8211; ISMKI (Badan Pers Nasional &#8211; Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) telah rampung dan sudah bisa diakses di <a href="http://bpnismki.org">http://bpnismki.org</a>. Situs tersebut dibuat di atas CMS Mambo &#8211; software CMS yang bisa dibilang sangat powerful dibandingkan software-software sejenis.</p>
<p>Kabar gembira tentunya untuk seluruh mahasiswa kedokteran se-Indonesia karena saat ini sudah ada satu media milik bersama yang bisa dijadikan wadah untuk bertukar informasi tentang kedokteran dan kegiatan kemahasiswaan. Salut kepada calon teman sejawat di PCYCO &#8211; FK Unud yang telah mengusahakan agar ini dapat terealisir.</p>
<p>Sebenarnya dalam Musyawarah Nasional BPN-ISMKI yang diselenggarakan di FKUI 2-4 Februari lalu saya menitipkan oret-oretan Program Kerja kepada delegasi dari Undip yang saya utus. Di oret-oretan Program Kerja itu saya mengusulkan untuk menggunakan platform blog saja agar mengurangi gap teknologi bagi para jurnalis mahasiswa yang hendak mengisi secara rutin.</p>
<p><span id="more-66"></span>Tapi ternyata PCYCO &#8211; FK Unud yang ditunjuk menjadi penanggung jawab program ini bersikeras menggunakan CMS yang lebih kompleks. Hasilnya tentu saja lebih bagus dibandingkan dengan format blog yang sederhana. Namun semoga tidak menghambat partisipasi teman-teman dari FK lain.</p>
<p><strong>FYI</strong></p>
<p>Badan Pers Nasional ISMKI merupakan salah satu Badan Semi Otonom di bawah Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia.</p>
<p>Jika anggota ISMKI ialah BEM/Senat Mahasiswa di Fakultas Kedokteran se-Indonesia, BPN-ISMKI beranggotakan Lembaga-Lembaga Pers Mahasiswa/Media Mahasiswa di lingkungan kedokteran.</p>
<p>Tergabung di antaranya Commed FK Undip, Lingua FK Unair, PCYCO FK Unud, Koran Kampus FKUI, Broca FK Unand, Erythro FK UNS, Transferin FK Unissula, Glossus FK Unpad, Skeleton News FK Unsyiah, dan masih banyak Lembaga Pers/Media Mahasiswa lain yang saya tidak hapal semua <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />.</p>
<p>Selain tiap anggota tersebut memiliki media di kampus masing-masing seperti buletin, koran atau majalah, mereka bersama-sama menerbitkan media berskala nasional di bawah payung BPN ISMKI dan didistribusikan ke tiap kampus. Media tersebut bernama SPEKTRUM.</p>
<p>Dengan beroperasionalnya situs web BPN, keterbatasan media cetak, yaitu space, dapat diantisipasi. Selain itu nantinya mereka yang kehabisan cetakan SPEKTRUM dapat mengunduh versi elektroniknya dari situs BPN. Sekarangpun nampaknya sebagian edisi lama sudah bisa didapatkan di sana</p>
<p>Jaya selalu pers mahasiswa!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/06/27/situs-resmi-bpn-ismki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jembatan Keledai (Mnemonic) Kedokteran</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/05/06/jembatan-keledai-mnemonic-kedokteran/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/05/06/jembatan-keledai-mnemonic-kedokteran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2007 11:15:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/05/06/jembatan-keledai-mnemonic-kedokteran/id/</guid>
		<description><![CDATA[Walau seorang mahasiswa kedokteran diharuskan untuk mengerti, bukannya menghapal mati, tetap saja bidang kedokteran tidak pernah lepas dari yang namanya menghapal. Apalagi ketika dalam waktu yang sangat singkat semua isi yang ada di kepala harus dikeluarkan. Susah deh kalau kelamaan loading&#8230; Seringkali untuk itu mahasiswa memanfaatkan jembatan keledai, atau yang dalam bahasa Inggris disebut mnemonic, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walau seorang mahasiswa kedokteran diharuskan untuk <strong>mengerti</strong>, bukannya <strong>menghapal mati</strong>, tetap saja bidang kedokteran tidak pernah lepas dari yang namanya menghapal. Apalagi ketika dalam waktu yang sangat singkat semua isi yang ada di kepala harus dikeluarkan. Susah deh kalau kelamaan loading&#8230;</p>
<p>Seringkali untuk itu mahasiswa memanfaatkan jembatan keledai, atau yang dalam bahasa Inggris disebut <em>mnemonic</em>, entah itu membuatnya sendiri atau menggunakan jembatan keledai <strong>sakti </strong>yang sudah menjadi <strong>legenda </strong><img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' />. Bentuknya macam-macam, mulai dari menganalogikan dengan sesuatu yang unik, membuat singkatan dan akronim, hingga membentuk semacam puisi.</p>
<p>Kesulitan untuk membuat jembatan keledai yang mudah diingat? Pakai saja jembatan keledai yang sudah jadi. Coba mampir ke <a href="http://medicalmnemonics.com" title="Situs arsip jembatan keledai kedokteran">MedicalMnemonics.com</a></p>
<p><a href="http://medicalmnemonics.com"><img src="http://apollo.divshare.com/files/2007/05/06/577301/medicalmnemonics.gif.gif" alt="MedicalMnemonics.com" border="0"/></a></p>
<p>Di situs tersebut tersedia berbagai jembatan keledai yang dikumpulkan/dikirim oleh mahasiswa-mahasiswa kedokteran/dokter dari seluruh dunia. Kamu juga bisa berbagi jembatan keledai karanganmu sendiri ke seluruh dunia. Ada juga versi PDA nya lo, yang praktis bisa dibawa ke mana-mana.</p>
<blockquote><p>Checklisting patients&#8217; pain history is <strong>SO CRAP</strong>!!</p>
</blockquote>
<p><strong>SO CRAP</strong>: <strong>S</strong>ite, <strong>O</strong>nset, <strong>C</strong>haracter, <strong>R</strong>adiates to, <strong>A</strong>ssociated symptoms/ Alleviating and exacerbating factors, <strong>P</strong>eriodicity</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/05/06/jembatan-keledai-mnemonic-kedokteran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs Beta NEJM</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/04/30/situs-beta-nejm/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/04/30/situs-beta-nejm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2007 10:12:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[NEJM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/04/30/situs-beta-nejm/id/</guid>
		<description><![CDATA[NEJM sedang mengembangkan inovasi-inovasi baru untuk memanjakan para pembaca setianya &#8211; para dokter, peneliti, serta mahasiswa melalui internet. Beberapa fitur-fitur baru yang sedang digodok tersebut bisa dilihat di situs beta nya: http://beta.nejm.org. Jika menilik halaman tersebut, kita bisa melihat daftar 12 proyek yang sedang dikerjakan. Tiga proyek yang sudah &#8216;lulus&#8217; uji coba yaitu: New Powerpoint-compatible [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nejm.org" title="New England Journal of Medicine">NEJM</a> sedang mengembangkan inovasi-inovasi baru untuk memanjakan para pembaca setianya &#8211; para dokter, peneliti, serta mahasiswa melalui internet. Beberapa fitur-fitur baru yang sedang digodok tersebut bisa dilihat di situs beta nya: <a href="http://beta.nejm.org" title="situs beta nejm">http://beta.nejm.org</a>.</p>
<p>Jika menilik halaman tersebut, kita bisa melihat daftar 12 proyek yang sedang dikerjakan. Tiga proyek yang sudah &#8216;lulus&#8217; uji coba yaitu:</p>
<ol>
<li><a href="http://beta.nejm.org/PPTSlide/" target="_blank">New Powerpoint-compatible slide sets</a></li>
<li><a href="http://beta.nejm.org/ImageRSS/" target="_blank">Image of the week RSS feed</a><br />
Kalau sering membaca NEJM, pastinya sudah sering melihat gambar-gambar keren, unik, sampai aneh dalam praktik kedokteran. Saat ini ada RSS feednya.</li>
<li><a href="http://handheld.nejm.org/">handheld.nejm.org</a><br />
Membaca NEJM dari PDA jadi semakin mudah (sayang gak nduwe)</li>
</ol>
<p>Proyek lainnya yang masih dalam tahap uji coba (tapi sudah bisa dicicipi) di antaranya ialah video player selayar penuh untuk memutar &#8216;NEJM Videos in Clinical Medicine&#8217;, rangkuman mingguan NEJM dalam format audio, mendengarkan artikel-artikel Full-Text dalam kategori &#8216;Clinical Practice&#8217;, feed audio wawancara yang dilengkapi dengan PDF, fitur untuk melihat gambar-gambar ilustrasi dari artikel dalam konteks tertentu, fitur Most Popular, widget search untuk mencari artikel di NEJM langsung dari desktop, modifikasi fasilitas pencarian yang menggambarkan opini komunitas, dan seksi &#8216;Book Review&#8217; yang kini terhubung langsung ke Amazon (kalau-kalau situ mau beli <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> ).</p>
<blockquote><p>This beta site is part of our commitment to physicians who &#8220;Never Stop Learning&#8221;.</p>
</blockquote>
<p>Kalau mencari jurnal NEJM di perpustakaan FK, pasti yang ketemu edisi yang agak lama, berbulan-bulan sampai bertahun-tahun yang lalu. Jadi versi online jurnal ini amat membantu. Apalagi kalau sudah ada fitur sindikasinya seperti saat ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/04/30/situs-beta-nejm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecanduan Merokok dan Lobus Insularis Cerebri &#8211; Peluang Pengembangan Terapi Baru?</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/04/17/kecanduan-merokok-dan-lobus-insularis-cerebri-peluang-pengembangan-terapi-baru/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/04/17/kecanduan-merokok-dan-lobus-insularis-cerebri-peluang-pengembangan-terapi-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2007 07:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[stroke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/2007/04/17/kecanduan-merokok-dan-lobus-insularis-cerebri-peluang-pengembangan-terapi-baru/id/</guid>
		<description><![CDATA[Tadi siang di lobby FK Undip saya melihat majalah dinding PMM, salah satu BSO kemahasiswaan di FK Undip mulai digarap. Lumayan besar dan menarik juga, ada batang rokok raksasa digantung. Sepertinya sudah mulai keliatan lagi geliatnya, karena akhir-akhir ini BSO ini kurang tampak kegiatannya (maaf ya Mil&#8230; ). Jadi ingin membahas sedikit tentang masalah merokok. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.divshare.com/download/415330-89b"><img alt="" src="http://apollo.divshare.com/apollo2/files/2007/04/17/415330/390109087_a5f77b2e5b_m.jpg" style="margin: 0px 0px 10px 10px" align="right" /></a>Tadi siang di lobby <a href="http://fk.undip.ac.id">FK Undip</a> saya melihat majalah dinding <abbr title="Penanggulangan Masalah Merokok">PMM</abbr>, salah satu <abbr title="Badan Semi Otonom">BSO</abbr> kemahasiswaan di FK Undip mulai digarap. Lumayan besar dan menarik juga, ada batang rokok raksasa digantung. Sepertinya sudah mulai keliatan lagi geliatnya, karena akhir-akhir ini BSO ini kurang tampak kegiatannya (maaf ya <a href="http://manusia-kamil.blogspot.com" title="Ketua PMM periode yang lalu">Mil&#8230;</a> <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> ). Jadi ingin membahas sedikit tentang masalah merokok.</p>
<p>Beberapa bulan lalu ada tulisan menarik tentang hubungan kebiasaan merokok dengan <em>lobus insularis</em> &#8211; salah satu bagian dari <em><abbr title="otak besar">cerebrum</abbr></em>. Penelitian yang dipimpin oleh <a href="http://www.sciencemag.org/cgi/content/abstract/315/5811/531">Nasir H. Naqvi</a> menunjukkan bahwa para perokok yang mengalami stroke dan mengalami kerusakan insula (lobus insularis) akan cenderung mudah untuk berhenti merokok dibandingkan dengan yang mengalami kerusakan bagian otak lain. Bahkan lebih dari sekedar berhenti, mereka juga menjadi jijik dengan rokok serta baunya. Mereka berubah dari pecandu rokok menjadi anti-perokok.</p>
<p>Insula merupakan bagian otak besar yang letaknya agak tersembunyi di dalam sulcus lateralis &#8211; sebuah kantung yang memisahkan lobus temporalis dan lobus parietalis. Jadi bagian ini tidak terlihat jika melihat otak dari arah lateral (samping), kecuali jika lobus temporalis disingkirkan terlebih dahulu.</p>
<p>Kenyataan yang dilaporkan oleh Naqvi et al tersebut menunjukkan bahwa insula merupakan bagian dari otak yang berperan dalam patogenesis kecanduan merokok. Tentunya ini bisa dijadikan target dalam terapi kecanduan rokok. Terapi operatif dengan cara merusak bagian ini tidak disarankan karena kedekatannya dengan area brocca (area bahasa). Namun terapi farmakologis yang ditargetkan ke insula suatu saat mungkin dapat dilakukan.</p>
<p>Mengutip satu pernyataan yang cukup menggelitik dari blog <a href="http://blogs.nature.com/nn/actionpotential/">Action Potential</a>:</p>
<blockquote><p>Nicorette be damned! Quitting smoking is easy&#8230;if you&#8217;ve had a stroke.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/04/17/kecanduan-merokok-dan-lobus-insularis-cerebri-peluang-pengembangan-terapi-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OpenMedSpel &#8211; Daftar Istilah Medis di dalam Komputer Anda</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/03/06/openmedspel-daftar-istilah-medis-di-dalam-komputer-anda/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/03/06/openmedspel-daftar-istilah-medis-di-dalam-komputer-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2007 07:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[OpenMedSpel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Fasilitas spellcheck (pemeriksaan ejaan) sudah umum tersedia dan disertakan dalam berbagai peranti lunak pengolah kata, baik yang bersifat komersil seperti Microsoft Word ataupun yang bersifat open source &#038; gratis seperti OpenOffice.org. Fasilitas ini amat membantu para penulis untuk meminimalisir kesalahan pengejaan dan mengurangi waktu untuk proof reading. Untuk istilah-istilah di bidang tertentu, fasilitas spellcheck di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fasilitas spellcheck (pemeriksaan ejaan) sudah umum tersedia dan disertakan dalam berbagai peranti lunak pengolah kata, baik yang bersifat komersil seperti Microsoft Word ataupun yang bersifat open source &#038; gratis seperti OpenOffice.org. Fasilitas ini amat membantu para penulis untuk meminimalisir kesalahan pengejaan dan mengurangi waktu untuk proof reading.</p>
<p>Untuk istilah-istilah di bidang tertentu, fasilitas spellcheck di program pengolah kata tersebut dapat diperluas dengan cara menginstal dictionary tambahan. Di bidang medis, terdapat dictionary tambahan (spelling word list) yang cukup lengkap dan bersifat open source sehingga dapat diunduh dan dipakai secara bebas. Peranti lunak itu bernama OpenMedSpel.</p>
<p>OpenMedSpel merupakan sebuah spelling resource berisi ribuan istilah-istilah medis yang dirilis di bawah GPL license. Daftar kata tersebut tersedia dalam format CSV dan teks ASCII sehingga dapat dipergunakan bagi para pengembang peranti lunak yang ingin menambahkan fungsi pemeriksaan ejaan medis pada sebuah aplikasi. Resource file tersebut dapat diunduh <a href="www.e-medtools.com/openmedspel.html">dari sini</a>.</p>
<p>OpenMedSpel juga tersedia untuk aplikasi seperti pengolah kata OpenOffice.org atau klien email seperti Thunderbird. Untuk OpenMedSpel untuk OpenOffice.org dapat diunduh di sini, sedangkan untuk Thunderbird di sini.</p>
<p>Istilah-istilah yang tercakup dalam OpenMedSpel terdiri dari:</p>
<ul>
<li>Ribuan nama obat, nama dagang atau nama generik. Saat tulisan ini dibuat, paket yang disediakan telah up to date dengan yang disetujui oleh FDA Amerika Serikat sampai 10 Januari 2007.</li>
<li>Istilah anatomi</li>
<li>Istilah Dermatologi</li>
<li>Istilah Penyakit Dalam</li>
<li>Istilah Bedah (termasuk ortopedi dan urologi)</li>
<li>Istilah DSM-IV</li>
<li>Istilah ICD-9</li>
<li>dan lain-lain</li>
</ul>
<p>Dalam versi yang saya unduh saat artikel ini ditulis telah terdapat 48.728 istilah medis di dalamnya. Saat ini OpenMedSpel hanya tersedia dalam American English. Tidak tertutup kemungkinan akan dirilis dalam bahasa atau lokalisasi lain. Untuk bahasa Indonesia kapan ya? Apa Anda tertantang untuk ikut mengembangkannya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/03/06/openmedspel-daftar-istilah-medis-di-dalam-komputer-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stop AIDS! Keep The Promise</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2006/12/01/stop-aids-keep-the-promise/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2006/12/01/stop-aids-keep-the-promise/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2006 16:50:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Satu Desember, hari di mana orang-orang di seluruh dunia menunjukkan rasa simpati mereka terhadap para penderita AIDS. Lihat saja banyaknya daftar kegiatan kampanye anti AIDS dari berbagai negara yang disusun secara beramai-ramai oleh para penyelenggaranya masing-masing yang bisa dilihat secara online di http://www.worldaidscampaign.org/. Tema yang diusung oleh World AIDS Campaign dalam World AIDS Day tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu Desember, hari di mana orang-orang di seluruh dunia menunjukkan rasa simpati mereka terhadap para penderita AIDS. Lihat saja banyaknya daftar kegiatan kampanye anti AIDS dari berbagai negara yang disusun secara beramai-ramai oleh para penyelenggaranya masing-masing yang bisa dilihat secara online di <a href="http://www.worldaidscampaign.info/index.php/en/wac/keep_the_promise/wad_2006_events_calendar">http://www.worldaidscampaign.org/</a>.</p>
<p>Tema yang diusung oleh World AIDS Campaign dalam World AIDS Day tahun ini ialah “accountability”, dengan slogan “Stop AIDS. Keep The Promise”. Slogan ini merupakan kelanjutan dari slogan World AIDS Day sebelumnya, yaitu “Make the Promise”, dan akan terus digunakan hingga tahun 2010.</p>
<p>Kalimat “Keep The Promise” pada slogan tersebut merupakan peringatan bagi warga dunia bahwa kita semua telah berjanji untuk menurunkan prevalensi AIDS dari muka bumi ini pada tahun 2015. Ini sesuai dengan Millennium Development Goals (MDGs), suatu komitmen bersama yang dideklarasikan pada bulan September tahun 2000 oleh 189 negara. MDGs menargetkan delapan sasaran utama berikut dapat tercapai pada tahun 2015, yaitu:<span id="more-13"></span></p>
<ol>
<li>Eradicate extreme poverty and hunger</li>
<li>Achieve universal primary education</li>
<li>Promote gender equality and empower woman</li>
<li>Reduce child mortality</li>
<li>Improve maternal health</li>
<li>Combat HIV/AIDS and other diseases</li>
<li>Ensure environmental sustainability</li>
<li>Develop a global partnership for development</li>
</ol>
<p>Menurut Direktur Eksekutif World AIDS Campaign, Marcel van Soest, pesan “accountability” ini ditujukan kepada seluruh pemimpin dari seluruh stakeholder termasuk masyarakat sipil, sektor bisnis, organisasi multilateral seperti PBB, serta pemerintah. Tema ini memastikan agar janji dunia terhadap masalah AIDS terus dimonitor dan harus ditepati.</p>
<p>Saat ini sekitar 40 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV. 25 juta di antaranya hidup di Afrika. Jumlah ini terus bertambah seiring berjalannya waktu. Pemerintah, dalam hal ini perlu untuk melaksanakan hal-hal berikut:</p>
<ol>
<li>Pengalokasian dana untuk program pemberantasan HIV/AIDS</li>
<li>Menjamin terjangkaunya obat</li>
<li>Memperbaiki serta memperkuat sistem kesehatan</li>
<li>Kontrol, atau bahkan penghapusan prostitusi</li>
<li>Membangun kesadaran serta mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif</li>
</ol>
<p><strong>Permasalahan Sosial Akibat HIV/AIDS</strong></p>
<p>Permasalahan HIV/AIDS memang sangat berbeda dengan penyakit-penyakit lainnya. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan, namun juga bersinggungan dengan sendi-sendi permasalahan psikososial, agama, ekonomi dan budaya. Tidak heran memang jika semua orang &#8211; bukan hanya dari kalangan medis – aktif menyuarakan kampanye anti AIDS.</p>
<p>Pemberian stigma tertentu terhadap penderita HIV/AIDS, misalnya, membuat para penderita kehilangan haknya untuk diterima dalam masyarakat. Produktivitas mereka menurun tajam dikarenakan penolakan lapangan kerja terhadap mereka. Padahal pengobatan rutin untuk mengendalikan kadar HIV darah untuk mencegah manifestasi penyakit membutuhkan dana yang tak kecil.</p>
<p>Akses mereka terhadap pelayanan kesehatan pun menjadi terbatas. Hal ini dikarenakan tidak semua pelayanan kesehatan siap melaksanakan prosedur blood safety untuk mencegah penularan HIV/AIDS ke pasien yang lain, suatu hal yang amat disayangkan memang.</p>
<p>Pelanggaran hak asasi manusia pada penderita HIV/AIDS juga termasuk hak untuk memiliki keturunan. Menurut data dari UNAIDS, 60% wanita Indonesia yang terbukti HIV positif disarankan untuk tidak memiliki keturunan. 5% wanita Indonesia dengan HIV terpaksa melakukan aborsi agar tidak melahirkan anak dengan HIV positif pula.</p>
<p><strong>Kampanye Anti HIV/AIDS</strong></p>
<p>Sudah menjadi tradisi pada World AIDS Day untuk menggunakan warna merah pada objek-objek promosi, seperti pita, banner, kaos, dan spanduk. Biasanya kelompok-kelompok masyarakat mengadakan berbagai macam event seperti long march, acara amal, pertunjukan musik, dan sebagainya. Salah satu contohnya, di Semarang dilaksanakan pemecahan rekor pembuatan konfigurasi pita merah dari manusia yang diikuti berbagai macam elemen masyarakat. Orang-orang mengenakan pakaian merah berbaris dengan rapi membentuk barisan berbentuk pita, simbol simpati terhadap penderita HIV/AIDS.</p>
<p>Slogan ABC (Absence, Be Faithful, Condom) sepertinya sudah akrab di telinga kita masing-masing. Namun sayangnya penekanan terhadap ‘C’, yaitu kondom dapat disalahartikan sebagai pemberian izin terhadap free sex. Seharusnya kita tidak mengadopsi begitu saja alat kampanye yang digunakan di negara barat. Sebaiknya dicari alat kampanye lain yang lebih sesuai dengan corak budaya bangsa, misalnya menekankan pada aspek Iman dan Taqwa. Hal ini sangat jarang terdengung di telinga kita. Mungkin karena paradigma masyarakat Indonesia yang selalu menganggap apa-apa yang berasal dari barat itu lebih baik.</p>
<p>Satu hal yang pasti, Hari AIDS Sedunia hanya sebuah simbolisasi yang menunjukkan bahwa dunia ini sadar akan bahaya HIV/AIDS dan membutuhkan kerjasama dari seluruh penduduk dunia. Namun eradikasi HIV/AIDS tidak cukup bila hanya dilaksanakan satu hari penuh setiap tahunnya, apalagi bila hanya diisi dengan penyelenggaraan acara-acara serta kampanye masif yang melibatkan banyak orang. Tindakan-tindakan nyata kita sehari-hari selain satu hari itu lebih berarti. Mari kita berusaha menepati janji seluruh umat manusia ini. Stop AIDS. Keep The Promise!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2006/12/01/stop-aids-keep-the-promise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembungkaman Suara Dokter dan Selektivitas (ataukah Subyektivitas) Pers – Fenomena dalam Isu Malpraktik</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2006/11/29/pembungkaman-suara-dokter-dan-selektivitas-pers-fenomena-dalam-isu-malpraktik/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2006/11/29/pembungkaman-suara-dokter-dan-selektivitas-pers-fenomena-dalam-isu-malpraktik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2006 16:22:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalisme]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[malpraktik]]></category>
		<category><![CDATA[pers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Saya berani jamin, di antara belantara aksara dalam sebuah halaman surat kabar, kata malpraktik akan memancing mata para pembaca seketika itu juga. Meskipun terkadang tidak menjadi pilihan utama untuk dibaca, namun berita dengan judul yang mengandung kata tadi akan masuk nominasi untuk dibaca lebih awal. Memang akhir-akhir ini pasien mulai kritis terhadap pelayanan para dokter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya berani jamin, di antara belantara aksara dalam sebuah halaman surat kabar, kata malpraktik akan memancing mata para pembaca seketika itu juga. Meskipun terkadang tidak menjadi pilihan utama untuk dibaca, namun berita dengan judul yang mengandung kata tadi akan masuk nominasi untuk dibaca lebih awal.</p>
<p>Memang akhir-akhir ini pasien mulai kritis terhadap pelayanan para dokter yang tidak memuaskan. Namun merebaknya pemberitaan media tentang malpraktik, yang terkadang tanpa didasari dengan data-data yang akurat, seakan-akan hanya menjadi pemuas dahaga bagi para pembaca. Tidak peduli apakah setelah dilakukan analisa, insiden tersebut terbukti dapat dikategorikan malpraktik atau bukan, kabar yang sampai ke mata pembaca tetaplah malpraktik. Kalau saya tiru pepatah yang dilontarkan oleh Carver &#8211; tokoh antagonis, seorang jurnalis dalam film James Bond: ”Bad News is A Good News”.</p>
<p>Banyak yang belum diketahui oleh masyarakat awam tentang malpraktik. Mereka tidak tahu tentang persentase keberhasilan suatu tindakan medis, prosedur untuk melakukan tindakan medis, serta faktor-faktor tak terduga yang memang tidak dapat diramalkan dengan pengetahuan manusia saat ini. Profesi dokter merupakan profesi yang menuntut tanggungjawab yang besar. Dokter-dokter sering dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang semuanya mengandung risiko. Seterampil dan setinggi apapun ilmu yang dimiliki seorang dokter, tidak dapat menjamin keselamatan pasien, mengingat masih banyak rahasia Allah yang belum terungkap tentang kematian.</p>
<p><span id="more-10"></span>Saya menyambut baik inisiatif teman-teman aktivis BEM FK Undip untuk mengadakan sebuah acara <em>Public Discussion</em> bertemakan malpraktik bekerjasama dengan BEM FH Undip. Dengan bekerjasama dengan teman-teman fakultas hukum, acara ini dapat mengupas secara mendalam segala permasalahan malpraktik ditinjau dari dua bidang. Menurut saya, ini saatnya para dokter angkat bicara mengenai kenyataan di lapangan. Pembantu Dekan III (urusan kemahasiswaan) kami pun sangat mendukung acara ini. Bahkan beliau bersedia menjadi salah satu pembicara – kebetulan beliau juga pengurus di Majelis Kode Etik Kedokteran.</p>
<p>Acara diadakan di Gedung Serba Guna Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Jl. Dr. Soetomo 14 Semarang pada hari Minggu tanggal 19 November 2006. Acara ini mendatangkan pakar-pakar dari 2 bidang yang terkait, yaitu kedokteran dan hukum. Mereka terdiri dari empat orang. Dari bidang kedokteran berbicara dr. Soetedjo, Sp.S(K) dan dr. Gatot Soeharto, Sp.F, SH, sedang dari bidang hukum Prof. Dr. Nyoman Serikat Putra Jaya, SH, MH serta Iskandar Sitorus.</p>
<p>Sayangnya saya tidak bisa mengikuti acara yang cukup menarik tersebut dikarenakan waktunya bersamaan dengan jadwal studi banding BEM KU Undip ke FKUI. Keesokan harinya, dengan penasaran saya mencari beritanya di surat kabar terkemuka di Jawa Tengah yang biasa saya baca. Saya tidak mengalami kesulitan untuk menemukan beritanya. Namun alangkah kecewanya saya begitu membaca isi artikel yang berjudul ”Pasien Masih Sulit Tuntut Malpraktik” ini.</p>
<p>Artikel yang tertulis di sana tidak menggambarkan sama sekali bahwa ini merupakan semacam acara debat antara pakar-pakar kedokteran dan pakar-pakar hukum. Dari membaca artikel tersebut tanpa menyaksikannya langsung (seperti juga saya sendiri), tergambar bahwa yang berbicara dalam acara tersebut hanyalah para pakar hukum. Memang nama dr. Gatot Soeharto pun disebutkan, namun dalam kapasitasnya sebagai seorang ahli hukum, bukan sebagai dokter, karena kebetulan beliau juga memiliki gelar Sarjana Hukum. Dan lagi, di artikel tersebut tertulis bahwa acara ini diselenggarakan hanya oleh BEM FH Undip &#8211; tidak disebutkan sama sekali keterlibatan teman-teman BEM FK Undip.</p>
<p>Setelah itu di kampus langsung saya minta konfirmasi teman-teman panitia penyelenggara kegiatan. Sebagian dari mereka memang telah membaca artikel ini, dan juga merasa kecewa. Dari pengakuan mereka, mereka puas dengan acara tersebut. Diskusinya berjalan merata, pembahasannya pun mendalam, baik dari segi kedokteran maupun permasalahan hukum tentang malpraktik. Namun, setelah mereka membaca artikel itu, mereka juga merasa kecewa. Rasa puas akan kerja keras menjalankan acara tersebut tiba-tiba serasa tidak bermakna setelah membacanya, aku mereka.</p>
<p>Selama ini pemberitaan media tentang malpraktik memang cenderung lebih dominan dari pihak penuntut, yaitu dari kalangan praktisi hukum. Praktisi medis serasa tidak pernah bicara. Tapi memang kalau harus mendengar penjelasan cenderung bersifat teknis dan prosedural, siapa sih yang mau mendengarkan selain para dokter juga? Bahkan mungkin saja sebenarnya penjelasan para dokter sudah benar dan tepat, namun tidak semuanya tercerna oleh wartawan, sehingga ada semacam ’saringan’ dalam pers hingga informasi tersebut tersampaikan kepada masyarakat.</p>
<p>Seperti yang seorang dosen di kampus saya utarakan, sebenarnya penyebab maraknya isu malpraktik terutama ialah masalah kurangnya komunikasi antara dokter dengan pasien. Salah satu poin dalam <em>five star doctor</em> menuntut seorang dokter agar menjadi seorang <em>good communicator</em>. Terkadang kita bertindak benar. Namun karena seorang dokter tidak pintar berkomunikasi, tindakannya menjadi salah.</p>
<p>Acara ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk membuka komunikasi langsung antara para dokter, praktisi hukum, dan masyarakat. Namun karena minimnya pengunjung umum (di luar kedokteran dan hukum), maka peran media sebenarnya sangat penting untuk memperpanjang tangan kami yang tidak sampai menggapai masyarakat. Tapi kalau kejadiannya seperti ini, tentu maksud baik para dokter tadi tidak tersampaikan.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu juga terjadi perdebatan yang cukup sengit di dalam mailing list Dokter Indonesia. Ada seorang dari kalangan non-medis &#8216;berteriak-teriak&#8217; dalam milis tentang Dokter yang katanya turut menyengsarakan pasien. Tapi setelah dijawab oleh dokter-dokter dari seluruh Indonesia, akhirnya dia mengakui juga betapa hipotesanya tadi salah. Tapi lagi-lagi, siapa sih yang membuka milis Dokter Indonesia? Ya lagi-lagi hanya dokter, mungkin ditambah orang umum yang ingin bertanya-tanya atau konsultasi dengan para dokter se-Indonesia. Yang seperti inilah yang jarang terjadi &#8211; komunikasi.</p>
<p>Opini publik saat ini dibentuk oleh banjir informasi dari berbagai sumber, terutama media massa. Setiap orang dapat berbicara melalui media massa. Namun agaknya kejadian yang saya ceritakan ini mencerminkan kuatnya subyektivitas pihak-pihak tertentu dalam menyortir informasi yang layak untuk lewat dalam gerbang jalur media massa untuk sampai ke masyarakat, dalam hal ini subyektivitas dari kalangan pers sendiri. Bisa dibilang ini merupakan salah satu bentuk pembungkaman suara dokter dalam menyampaikan aspirasi maupun fakta tentang permasalahan malpraktik.</p>
<p>Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi di lain waktu. Mari jaga obyektivitas pers demi lurusnya opini masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2006/11/29/pembungkaman-suara-dokter-dan-selektivitas-pers-fenomena-dalam-isu-malpraktik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aksi Simpatik Hari Kesehatan Nasional BEM KU Undip</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2006/11/13/aksi-simpatik-hari-kesehatan-nasional-bem-ku-undip/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2006/11/13/aksi-simpatik-hari-kesehatan-nasional-bem-ku-undip/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Nov 2006 05:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Kedokteran dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[FK Undip]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kesehatan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hudatoriq.web.id/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Bermula dari agenda yang tidak direncanakan sebelumnya dalam rapat Pegurus Harian BEM KU Undip, akhirnya pada hari Minggu 12 November 2006 lalu, kami mahasiswa FK Undip mengadakan Aksi Simpatik dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, yang memang jatuh pada tanggal tersebut setiap tahunnya. Aksi Simpatik yang kami lakukan cukup sederhana, dimulai dengan long march dari Kompleks [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" title="Mahasiswa FK Undip sedang berorasi meneriakkan pesan-pesan kesehatan" id="image5" alt="Mahasiswa FK Undip sedang berorasi meneriakkan pesan-pesan kesehatan" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px" src="http://huda.orgfree.com/files/aksi_baris.jpg" />Bermula dari agenda yang tidak direncanakan sebelumnya dalam rapat Pegurus Harian BEM KU Undip, akhirnya pada hari Minggu 12 November 2006 lalu, kami mahasiswa FK Undip mengadakan Aksi Simpatik dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, yang memang jatuh pada tanggal tersebut setiap tahunnya. Aksi Simpatik yang kami lakukan cukup sederhana, dimulai dengan long march dari Kompleks Rumah Sakit Dokter Kariadi, melalui Jalan Dr. Kariadi, Jalan Menteri Supeno, Jalan Pahlawan, dan berakhir di Simpang Lima. Di Simpang Lima kami meneriakkan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat, mendirikan Posko Pemeriksaan tekanan darah gratis serta membagi-bagikan buletin dan permen yang diikatkan ke sebuah kertas berisi pesan-pesan kesehatan.</p>
<p><span id="more-5"></span>Aksi kami terbilang sukses, walaupun jumlah mahasiswa yang berpartisipasi kurang dari yang kami targetkan. Ini terbukti dari respon positif masyarakat kota Semarang yang biasa menghabiskan waktu hari Minggu pagi mereka di Simpang Lima. Mereka cukup antusias, terutama dalam memeriksakan tekanan darahnya di posko kami. Selain itu, mereka pun banyak bertanya tentang kesehatan mereka kepada kami, yang sebetulnya belum berkompeten dalam menerima konsultasi kesehatan.</p>
<p><img align="left" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px" alt="Posko pemeriksaan tekanan darah gratis" id="image6" title="Posko pemeriksaan tekanan darah gratis" src="http://huda.orgfree.com/files/aksi_tensi.thumbnail.jpg" /><img align="left" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px" alt="Posko pemeriksaan tekanan darah gratis" id="image7" title="Posko pemeriksaan tekanan darah gratis" src="http://huda.orgfree.com/files/aksi_tensi2.thumbnail.jpg" />Sempat terdapat beberapa kendala yang kami alami dalam acara tersebut. Di antaranya ialah &#8216;pengusiran&#8217; oleh petugas Ramayana Departement Store yang pekarangannya kami gunakan untuk mendirikan posko. Namun akhirnya kami berhasil menemukan tempat lain yang cuku strategis di lapangan Simpang Lima, sebelah depan Masjid Baiturrahman. Posko kami lanjutkan di sana. Pukul 09.00, kami akhiri acara aksi simpatik ini dan kembali pulang ke rumah masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2006/11/13/aksi-simpatik-hari-kesehatan-nasional-bem-ku-undip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

