Kemarin aku mendapat kabar dari Hamsa – FK Unud kalau situs resmi BPN – ISMKI (Badan Pers Nasional – Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) telah rampung dan sudah bisa diakses di http://bpnismki.org. Situs tersebut dibuat di atas CMS Mambo – software CMS yang bisa dibilang sangat powerful dibandingkan software-software sejenis.
Kabar gembira tentunya untuk seluruh mahasiswa kedokteran se-Indonesia karena saat ini sudah ada satu media milik bersama yang bisa dijadikan wadah untuk bertukar informasi tentang kedokteran dan kegiatan kemahasiswaan. Salut kepada calon teman sejawat di PCYCO – FK Unud yang telah mengusahakan agar ini dapat terealisir.
Sebenarnya dalam Musyawarah Nasional BPN-ISMKI yang diselenggarakan di FKUI 2-4 Februari lalu saya menitipkan oret-oretan Program Kerja kepada delegasi dari Undip yang saya utus. Di oret-oretan Program Kerja itu saya mengusulkan untuk menggunakan platform blog saja agar mengurangi gap teknologi bagi para jurnalis mahasiswa yang hendak mengisi secara rutin.
Lanjutkan membaca ‘Situs Resmi BPN – ISMKI’
Diterbitkan pada tanggal 20 Mei 2007
dalam IT.
Tanggal 16 Mei lalu, WordPress 2.2 yang diberi nama “Getz” telah resmi diluncurkan. Salah satu perubahan besar dalam versi ini ialah “Widget Integration”. Widget, yang semula merupakan plugin untuk WodPress kini secara default terinstal begitu Anda menginstal WordPress 2.2. Dengan widget, mengelola sidebar cukup dengan drag and drop komponen-komponen sidebarnya.
Para pengguna K2, salah satu theme WordPress yang cukup terkenal, mungkin sebelumnya telah mengenal fitur serupa – K2 Sidebar Module. Bahkan, kebanyakan pengguna K2 lebih memilih menggunakan Sidebar Module ketimbang menggunakan widget. Menurut saya pribadi sih memang lebih nyaman Sidebar Module. Kenapa tidak ini saja ya, yang diintegrasikan di WordPress 2.2?
Sayangnya Sidebar Widget sering mengalami konflik dengan Sidebar Module jika diinstal. Dengan dibawakannya Sidebar Widget secara default pada WordPress 2.2, pengguna theme K2 jadi tidak bisa menggunakan theme kesayangannya karena akan langsung error begitu theme ini diinstal.
Solusi yang saat ini disarankan untuk pengguna K2 yang ingin menggunakan WordPress versi 2.2 ialah dengan menonaktifkan fitur sidebar widget bawaan. Caranya yaitu dengan menginstal plugin “Disable WordPress Widgets” yang ditulis oleh Darrell Schulte. Pluginnya cukup sederhana, intinya hanya satu baris perintah, remove_action('plugins_loaded', 'wp_maybe_load_widgets', 0 );
Diterbitkan pada tanggal 1 Mei 2007
dalam IT.
Akhirnya kemarin Live CD kubuntu 6.10 yang aku pesan gratis dari shipit.ubuntu.com datang. Yang aku pesan terdiri dari 10 Live CD (2 untuk 64-bit PC & 8 untuk i-x86 PC). Satu aku taruh di Sekretariat BEM KU Undip, satu diminta adekku, satu lagi aku kasih ke Ferdy, temanku. Setelah chit-chat sama mas Yogie, akhirnya aku instal juga, menggantikan instalasi Mandriva 2007 yang sudah ada di komputerku.
Sebenarnya bukan apa-apa sih, aku migrasi dari Mandriva 2007 ke kubuntu 6.10. Cuma ingin menjajal saja. Lagipula gara-gara tidak puas dan sok pengen tahu waktu menginstal Mandriva, jadi banyak software-software & modul-modul yang tidak terpakai sama sekali (dan tidak tahu untuk apa
) dari 4 CD instalasi Mandriva 2007 yang aku dapat dari Hari. Lalu, aku juga sering menemui masalah dalam menginstal software baru. Aku juga jadi bingung kalau mau mengoprek harus mulai dari mana. Mudah-mudahan dengan memakai yang lebih simpel (1 Live CD kubuntu 6.10), belajar Linux bisa jadi lebih gampang.
Satu hal yang membuat aku bingung, di situsnya tertulis kalau versi Live CD yang bisa kita order gratis masih versi 6.06. Tapi yang aku dapat justru versi 6.10 yang lebih baru.
Belum punya komentar untuk yang satu ini karena belum sempat menjelajah. Mungkin besok setelah latihan membedah kelinci baru aku coba untuk membedah kubuntu
.
Diterbitkan pada tanggal 11 Maret 2007
dalam IT.
FileZilla – sebuah peranti lunak klien FTP (File Transfer Protocol) yang bersifat Open Source semakin banyak digunakan dan mulai menyingkirkan penggunaan peranti lunak sejenis lainnya. Namun mungkin sebagian pengguna belum menyadari bahwa sebenarnya peranti lunak ini sangatlah portabel.
Laiknya sebuah klien FTP, ukuran program ini tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan USB FlashDisk – media penyimpanan yang dimiliki oleh sebagian besar orang yang sering bersentuhan dengan komputer. Lebih lagi, dalam proses instalasi kita diberi pilihan untuk menyimpan konfigurasi untuk program ini di dalam Windows registry atau dalam sebuah file XML yang diletakkan dalam direktori yang sama. Dengan memilih opsi yang kedua tentunya menjadikan program ini dapat diinstal di mana pun termasuk di dalam USB FlashDisk sendiri. Ruang yang digunakan paska proses instalasi pun kecil, tidak lebih dari 20Mb.
Hal ini tentunya amat membantu mereka mobile dan sering diharuskan untuk melakukan FTP ke remote server namun tidak punya mobile internet access. Contohnya para blogger seperti saya ini
. Memang peranti klien FTP bukanlah merupakan peranti wajib sebuah komputer – berbeda dengan web browser. Saya sudah sejak lama menggunakan cara ini, dan ini benar-benar amat membantu saya.
Bayangkan saja bila tidak bisa begini. Di saat kita harus berhubungan dengan server pribadi kita dan tidak ada komputer yang dilengkapi dengan klien FTP, tentu kita harus melakukan FTP dengan Command Line. Kalau cuma mengunggah/mengunduh satu file sih tidak masalah. Bagaimana kalau puluhan atau ratusan? Alternatif selain Command Line mungkin dengan menggunakan File Manager yang disediakan di server hosting kita menggunakan HTTP dengan web browser, misalnya dengan aplikasi web yang sudah terintegrasi dengan CPanel atau WebCP. Tapi tetap saja itu merepotkan kalau kita berurusan dengan file yang banyak.
Dengan menginstal FileZilla di Flash Diskmu, Anda memiliki akses ke server Anda di manapun Anda berada asalkan di sekitar Anda ada koneksi internet. Cukup menancapkan USB FlashDisk Anda ke komputer di tempat umum yang terkoneksi internet (misalnya warnet) atau laptop teman yang Anda jumpai yang berada dalam cakupan Wireless Network (istilahnya nebeng
).
Fasilitas spellcheck (pemeriksaan ejaan) sudah umum tersedia dan disertakan dalam berbagai peranti lunak pengolah kata, baik yang bersifat komersil seperti Microsoft Word ataupun yang bersifat open source & gratis seperti OpenOffice.org. Fasilitas ini amat membantu para penulis untuk meminimalisir kesalahan pengejaan dan mengurangi waktu untuk proof reading.
Untuk istilah-istilah di bidang tertentu, fasilitas spellcheck di program pengolah kata tersebut dapat diperluas dengan cara menginstal dictionary tambahan. Di bidang medis, terdapat dictionary tambahan (spelling word list) yang cukup lengkap dan bersifat open source sehingga dapat diunduh dan dipakai secara bebas. Peranti lunak itu bernama OpenMedSpel.
OpenMedSpel merupakan sebuah spelling resource berisi ribuan istilah-istilah medis yang dirilis di bawah GPL license. Daftar kata tersebut tersedia dalam format CSV dan teks ASCII sehingga dapat dipergunakan bagi para pengembang peranti lunak yang ingin menambahkan fungsi pemeriksaan ejaan medis pada sebuah aplikasi. Resource file tersebut dapat diunduh dari sini.
OpenMedSpel juga tersedia untuk aplikasi seperti pengolah kata OpenOffice.org atau klien email seperti Thunderbird. Untuk OpenMedSpel untuk OpenOffice.org dapat diunduh di sini, sedangkan untuk Thunderbird di sini.
Istilah-istilah yang tercakup dalam OpenMedSpel terdiri dari:
- Ribuan nama obat, nama dagang atau nama generik. Saat tulisan ini dibuat, paket yang disediakan telah up to date dengan yang disetujui oleh FDA Amerika Serikat sampai 10 Januari 2007.
- Istilah anatomi
- Istilah Dermatologi
- Istilah Penyakit Dalam
- Istilah Bedah (termasuk ortopedi dan urologi)
- Istilah DSM-IV
- Istilah ICD-9
- dan lain-lain
Dalam versi yang saya unduh saat artikel ini ditulis telah terdapat 48.728 istilah medis di dalamnya. Saat ini OpenMedSpel hanya tersedia dalam American English. Tidak tertutup kemungkinan akan dirilis dalam bahasa atau lokalisasi lain. Untuk bahasa Indonesia kapan ya? Apa Anda tertantang untuk ikut mengembangkannya?
Komentar Terakhir