<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Thariqul Huda &#187; Berita</title>
	<atom:link href="http://hudatoriq.web.id/category/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hudatoriq.web.id</link>
	<description>Huda's Life, On The Row</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Feb 2012 15:41:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>MedPedia&#8211;Ensiklopedia Kolaboratif di Bidang Kedokteran</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2008/07/25/medpedia/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2008/07/25/medpedia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 18:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[medicine 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[wiki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi proyek yang akan memperkaya sumber daya ilmu kedokteran dan kesehatan di dunia maya. MedPedia, sebuah proyek wiki yang berjalan di atas MediaWiki, akan menjadi sebuah ensiklopedia yang terbuka bagi para kontributor untuk turut berperan aktif menyumbangkan konten ke &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2008/07/25/medpedia/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 174px"><a href="http://imageshack.us"><img style="border: 0pt none;" title="MedPedia" src="http://img123.imageshack.us/img123/9154/medpedia01uc1.jpg" border="0" alt="Image Hosted by ImageShack.us" width="164" height="171" /></a><p class="wp-caption-text">Logo MedPedia</p></div>
<p>Satu lagi proyek yang akan memperkaya sumber daya ilmu kedokteran dan kesehatan di dunia maya. <a href="http://medpedia.com">MedPedia</a>, sebuah proyek wiki yang berjalan di atas MediaWiki, akan menjadi sebuah ensiklopedia yang terbuka bagi para kontributor untuk turut berperan aktif menyumbangkan konten ke dalamnya. Sebagai wiki bertema spesifik di bidang kedokteran, diharapkan ke depan komunitas kedokteran (para praktisi-praktisi dan akademisi medis) akan menjadi kontributor utamanya sehingga keabsahan dan keakuratan artikel dapat terjaga.</p>
<p>Saat ini situs tersebut masih berada dalam fase <em>closed beta</em>. Kita hanya dapat melihat pratampil situsnya. Para profesional medis dapat mendaftarkan diri untuk menjadi kontributor. MedPedia sendiri sudah menggandeng Harvard, Stanford, Berkeley, U. of Michigan dan American College of Physicians sebagai mitra. Saat ini organisasi-organisasi itu sedang membuat bibit-bibit konten dan membuat taut-taut antar halaman sebagai landasan jaringan konten di wiki ini. Rencananya akhir tahun 2008 ini situs ini baru diluncurkan.</p>
<p><span id="more-119"></span><strong>Apa bedanya MedPedia ini dengan WikiPedia?</strong></p>
<p>Berdasarkan keterangan di <a href="http://www.medpedia.com/index.php/Special:Medpedia/Frequently_Asked_Questions">halaman FAQnya</a>, berikut poin-poin perbedaannya:</p>
<ol>
<li>Media 100% memfokuskan isinya ke topik-topik kesehatan, kedokteran dan berbagai hal mengenai tubuh manusia, sedangkan di WikiPedia, konten yang terkait kesehatan dan kedokteran hanya berkisar kurang dari 2%.</li>
<li>Terdapat infrastruktur jejaring profesi di dalamnya</li>
<li>Tidak sembarangan orang bisa mengubah konten. Hanya para profesional medis yang telah melengkapi profilnya, telah melamar untuk menjadi editor, dan diterima oleh komunitas yang boleh melakukannya</li>
<li>Terdapat <em>sister page </em>untuk setiap halaman artikel. <em>Sister page </em>tersebut diantaranya ialah Technical, Debate, Accredited</li>
</ol>
<p><strong>Target pembaca MedPedia</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 438px"><img title="Pratampil MedPedia" src="http://img182.imageshack.us/img182/5796/medpedia02pw5.jpg" alt="Image Hosted by ImageShack.us" width="428" height="326" /><p class="wp-caption-text">Gambar Pratampil MedPedia. Sumber: http://medpedia.com</p></div>
<p>Walaupun kesempatan untuk berkontribusi benar-benar dibatasi untuk para praktisi medis, namun mereka yang awam dengan dunia kedokteran tak perlu khawatir akan tidak paham dengan materi yang disampaikan di situs ini. <a href="http://medpedia.com">MedPedia</a> ditujukan untuk semua orang yang tertarik dengan informasi kesehatan dan kedokteran. Bahasa yang digunakan di sini akan dibuat sedemikian rupa sehingga akan dimengerti oleh pembaca setingkat SMU. Jadi akan sedikit sekali jargon-jargon dunia kedokteran yang ditampilkan di halaman utama artikel. Sedangkan informasi-informasi yang lebih teknis akan dapat diperoleh dari <em>Technical sister page</em> tadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2008/07/25/medpedia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rilis Pelokalan WordPress 2.3.3 dan Error 400 Bad Request</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2008/02/06/rilis-pelokalan-wordpress-233-dan-error-400-bad-request/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2008/02/06/rilis-pelokalan-wordpress-233-dan-error-400-bad-request/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 13:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2008/02/06/rilis-pelokalan-wordpress-233-dan-error-400-not-found/</guid>
		<description><![CDATA[Barusan merilis pelokalan WordPress versi 2.3.3. Maaf karena agak telat, karena rilis ini darurat, sangat mendadak, tidak ada woro-woro dulu di milis wp-polyglot, dan juga tidak ada versi Release Candidate sebelumnya. Selain itu, saya juga bermasalah dengan klien SVN saya. &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2008/02/06/rilis-pelokalan-wordpress-233-dan-error-400-bad-request/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barusan merilis pelokalan WordPress versi 2.3.3. Maaf karena agak telat, karena rilis ini darurat, sangat mendadak, tidak ada woro-woro dulu di milis wp-polyglot, dan juga tidak ada versi <em>Release Candidate</em> sebelumnya.</p>
<p>Selain itu, saya juga bermasalah dengan klien SVN saya. Setiap saya <em>check out</em> atau <em>update</em>, saya selalu memperoleh pesan error 400 Bad Request. Ternyata pokok permasalahannya ada proksi yang terletak di antara saya dan server SVN WordPress. Akhirnya berkat pencerahan <a href="http://lists.gnucash.org/pipermail/gnucash-user/2005-December/015186.html">dari sini</a>, saya bisa checkout lewat SSL.</p>
<p>Ayo, silakan memutakhirkan instalasi WordPress Anda. Unduh pelokalannya <a href="http://id.wordpress.org">dari sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2008/02/06/rilis-pelokalan-wordpress-233-dan-error-400-bad-request/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aksara Nusantara</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2008/01/15/aksara-nusantara/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2008/01/15/aksara-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 10:25:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Info Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[CommentMailer]]></category>
		<category><![CDATA[i18n]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2008/01/15/aksara-nusantara/</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia memiliki beraneka ragam bahasa daerah, masing-masing memiliki aturan penulisan sendiri menggunakan aksara tradisionalnya yang khas. Apresiasi terhadap berbagai aksara tradisional ini masih tampak misalnya dari mata pelajaran bahasa daerah di tiap daerah. Penggunaan aksara-aksara tradisional ini di berbagai sudut &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2008/01/15/aksara-nusantara/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia memiliki beraneka ragam bahasa daerah, masing-masing memiliki aturan penulisan sendiri menggunakan aksara tradisionalnya yang khas. Apresiasi terhadap berbagai aksara tradisional ini masih tampak misalnya dari mata pelajaran bahasa daerah di tiap daerah. Penggunaan aksara-aksara tradisional ini di berbagai sudut kota juga merupakan bukti bahwa, walaupun aksara ini telah hampir sepenuhnya tergantikan oleh aksara latin, sebenarnya bangsa kita masih cinta dan bangga atas kekayaan negeri kita yang satu ini. Sebagai contoh, penggunaan aksara Jawa pada papan nama jalan di berbagai penjuru kota Surakarta dan Yogyakarta. Atau penerapan yang sama pada <a href="http://nieke.keritikentang.com/?p=94">aksara Arab Melayu di kota Pekanbaru</a> <strike>belakangan ini</strike>.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://hudatoriq.web.id/files/2008/01/aksara_hanacaraka.jpg" alt="Aksara Jawa" /></p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://hudatoriq.web.id/files/2008/01/aksara_sunda.jpg" alt="Aksara Sunda" /></p>
<p style="text-align: center">&nbsp;</p>
<p>Berbicara tentang aksara tradisional, awal tahun 2008 ini diwarnai dengan dimulainya sebuah proyek sumber terbuka yang diberi nama <a href="http://code.google.com/p/aksara-nusantara/">Aksara Nusantara</a>. Proyek yang dikomando oleh <a href="http://www.mdamt.net/">Pak Mohammad DAMT</a> ini bertujuan membuat sistem yang baku untuk menciptakan, menyunting dan menampilkan dokumen elektronik berbahasa daerah di Indonesia menggunakan aksara tradisional masing-masing. Sistem penulisan dan penampilan dokumen akan mengikuti standar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Unicode">Unicode</a> sehingga diterima secara universal di seluruh dunia.</p>
<p><span id="more-104"></span>Proyek ini merupakan tanggapan atas telah dicantumkannya beberapa aksara tradisional Indonesia ke dalam daftar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Unicode">Unicode</a>, yaitu Aksara Bugis (Lontara) dan Bali, dan sedang diajukannya proposal pencantuman Aksara Sunda, Jawa, Batak dan Rejang.</p>
<p><strong>Deskripsi Proyek </strong></p>
<p>Saat ini proyek tersebut berfokus pada pembuatan fonta dan tabel SCIM (metoda input karakter standar di Linux) yang semuanya nanti akan dirilis di bawah GPL. Saat saya menulis tulisan ini, aksara Bugis telah dirampungkan oleh Pak Mohammad DAMT, sedangkan aksara Bali yang juga sudah tercantum dalam Unicode sepertinya belum ada yang mengerjakan. Untuk aksara Jawa, walaupun proposal Unicodenya belum diterima, sedang saya garap sedikit-sedikit fonta dan metoda inputnya. Dan kabar terakhir yang saya dengar di mailing list, <a href="http://chickenstrip.wordpress.com">Diki Niwatori</a> sedang menggarap aksara Sunda.</p>
<p><strong>Komputerisasi Aksara Tradisional Saat Ini</strong></p>
<p>Saat ini sebenarnya komputerisasi aksara tradisional sudah dapat dilakukan. Bentuknya yang paling sering ialah pembuatan dokumen seperti laiknya dokumen dalam alfabet, namun menggunakan fonta-fonta yang mensubstitusi karakter-karakter alfabet aslinya dengan aksara tradisional tadi. Cara ini sudah cukup memadai jika tujuan akhir dari pembuatan dokumen tersebut ialah untuk pencetakan. Untuk dokumentasi dan arsip elektronik, dokumen tersebut hanya dapat disimpan dalam format <em>rich text format</em> ataupun jenis dokumen dengan pemformatan teks lainnya seperti format dokumen milik Microsoft Office, Open Office, dan format-format teks sejenis lainnya. Dengan kata lain, informasi aksara tersebut terletak paralel dengan aksara latin. Dan jika dokumen tersebut disimpan dengan teks murni (<em>plain text</em>), maka kita harus menukar fonta yang digunakan oleh program penyunting teks kita untuk beralih dari aksara latin (yang tentunya akan nampak tidak memiliki arti) ke aksara tradisional.</p>
<p><strong>Unicode</strong></p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Unicode">Unicode</a> ialah standar yang memungkinkan komputer secara konsisten menampilkan dan memanipulasi teks dalam berbagai sistem penulisan di dunia. Setiap <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Glyph">glif</a> dalam aksara yang sudah dimasukkan ke dalam daftar Unicode memiliki titik kode yang unik sehingga tidak tumpang tindih dengan karakter lainnya. Dengan kata lain, jika kita menyimpan informasi aksara tradisional sesuai dengan spesifikasi Unicode ini, informasi itu terletak seri dengan aksara latin dan dapat ditampilkan secara sekaligus dengan satu fonta.</p>
<p>Lembaga yang berwenang untuk mengkaji dan mengesahkan sebuah set aksara ke dalam daftar Unicode ini ialah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Unicode_Consortium">Unicode Consortium</a>. Unicode saat ini telah mengandung sekitar 100.000 karakter dari berbagai sistem penulisan di dunia, termasuk di antaranya dua aksara tradisional di Indonesia.</p>
<p><strong>Manfaat Pencantuman Aksara Tradisional Indonesia ke Unicode serta Proyek Ini</strong></p>
<ol>
<li>Membantu proses pendidikan<br />
Pihak guru dan sekolah dapat secara mudah menciptakan dokumen aksara tradisional ini untuk alat bantu belajar mengajar.</li>
<li>Pengenalan aksara tradisional ke media yang baru&#8211;web<br />
Dokumen yang dibuat mengikuti standar Unicode akan diterima secara universal di seluruh dunia. Web merupakan sebuah media yang cocok untuk menjadi rumah baru bagi aksara tradisional kita jika standar ini sudah ditetapkan. Untuk melihat halaman web itu dengan benar, yang diperlukan bagi pengunjung adalah sebuah fonta yang mengandung glif dalam rentang titik yang digunakan oleh aksara tradisional Indonesia. Diharapkan setelah fonta-fonta hasil proyek ini dirilis dalam GPL, fonta ini akan disertakan dalam distribusi-distribusi sistem operasi ataupun terpisah sebagai paket tambahan. Sebagai contoh penerapannya, <a href="http://bug.wikipedia.org/Halamang_Utama">Wikipedia Bahasa Bugis</a> saat ini telah menggunakan aksara lontara.</li>
<li>Melestarikan budaya negeri moyang kita <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></li>
</ol>
<p>Usaha untuk mencantumkan aksara tradisional Indonesia ke daftar Unicode telah beberapa kali dilakukan oleh warga negara lain. Bahkan berbagai riset pun telah mereka lakukan. Paling tidak mari kita teruskan usaha ini, jangan sepenuhnya bergantung pada orang luar. Toh pada akhirnya kita yang akan memakainya. Jadi, kita sendiri yang harus memastikan bahwa penerapannya akan sesuai dengan kebutuhan kita.</p>
<p>Ditunggu partisipasinya di <a href="http://code.google.com/p/aksara-nusantara/">Aksara Nusantara</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2008/01/15/aksara-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WordPress 2.3.2 Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/12/30/wordpress-232-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/12/30/wordpress-232-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 14:47:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/12/30/wordpress-232-bahasa-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[WordPress 2.3.2 sudah dirilis hari ini. Dari log Subversion sih, saya lihat pukul 4:39:28 WIB hari ini baru ditag oleh Ryan Boren. Dan sore ini versi Bahasa Indonesianya bisa langsung diunduh di tempat biasa. Dan lagi, Bahasa Indonesia menjadi pelokalan &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2007/12/30/wordpress-232-bahasa-indonesia/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://id.wordpress.org/2007/12/30/wordpress-232/" rel="nofollow">WordPress 2.3.2 sudah dirilis hari ini</a>. Dari log Subversion sih, saya lihat pukul 4:39:28 WIB hari ini baru ditag oleh <a href="http://boren.nu" rel="nofollow">Ryan Boren</a>. Dan sore ini versi Bahasa Indonesianya bisa langsung diunduh di <a href="http://id.wordpress.org" rel="nofollow">tempat biasa</a>. Dan lagi, Bahasa Indonesia menjadi pelokalan pertama yang dirilis <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' />. Tadinya pengen posting PERTAMAX!! di mailing list nya wp-polyglots, tapi setelah dipikir-pikir, nanti keliatan banget kebiasaan jeleknya blogger dari Indonesia. <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Monggo diunduh. Semoga dengan awalnya rilis tidak membuat kesalahan-kesalahan dalam pemaketannya <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' />.</p>
<p>Tadinya ingin posting ini sebelum Maghrib, tapi mati lampu dan keburu berangkat kopdar. Akhirnya posting ini saya terbitkan dari lokasi kopdar di rumahnya <a href="http://didut.wordpress.com" rel="nofollow">mas didut</a> setelah kenyang makan kare.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/12/30/wordpress-232-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fitur WordPress 2.4 untuk Para Pecinta Fotografi</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/12/21/fitur-wordpress-24-untuk-para-pecinta-fotografi/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/12/21/fitur-wordpress-24-untuk-para-pecinta-fotografi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 15:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Info Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/12/21/fitur-wordpress-24-untuk-para-pecinta-fotografi/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya mencoba-coba mengintip janin WordPress 2.4 kini sudah dalam trimester ke 3. Umur-umur segini memang tepat waktunya untuk menyinkronkan berkas pelokalan Bahasa Indonesia, supaya nanti proses persalinannya bisa berlangsung normal (rilis versi Bahasa Indonesianya tidak terlambat). Jadi langsung saja &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2007/12/21/fitur-wordpress-24-untuk-para-pecinta-fotografi/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin saya mencoba-coba mengintip janin WordPress 2.4 kini sudah dalam trimester ke 3. Umur-umur segini memang tepat waktunya untuk menyinkronkan berkas pelokalan Bahasa Indonesia, supaya nanti proses persalinannya bisa berlangsung normal (rilis versi Bahasa Indonesianya tidak terlambat). <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Jadi langsung saja saya perbarui salinan kerja SVN WordPress ke  HEAD nya, saat itu revisi 6342. Setelah skrip shell untuk menggenerasi berkas templat (wordpress.pot) saya eksekusi, saya gunakan berkas yang dihasilkan untuk untuk memperbarui berkas pelokalan Bahasa Indonesia yang terakhir (2.3.1). Ketika membukanya di <a href="http://poedit.net">poEdit</a>, saya terkejut melihat <em>string</em>-<em>string</em> barunya, terutama adanya kata-kata ini: Aperture, Focal Length, ISO dan Shutter Speed. Hah.. Serius?</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://hudatoriq.web.id/files/2007/12/screenshot_wp24_01.png" alt="String-string dalam WordPress 2.4" /></p>
<p><span id="more-94"></span><br />
Nampaknya WordPress mulai berniat memanjakan para blogger yang doyan fotografi, terutama yang sering melakukan photologging dengan WordPress. Salah satu fitur WordPress yang akan disuguhkan di versi 2.4 nanti ialah penyimpanan data EXIF foto kita ke dalam basis data. Data EXIF ialah metadata yang ditorehkan oleh kamera yang kita gunakan. Isinya macam-macam, di antaranya jenis kamera yang digunakan, ukuran gambar, serta informasi tentang pengaturan yang dilakukan terhadap kamera pada saat gambar tersebut diambil, misalnya seperti <em>aperture</em>, <em>focal length</em>, ISO, <em>shutter speed</em>&#8211;yang saya sebutkan tadi.</p>
<p>Informasi-informasi gambar tersebut ditampilkan pada halaman Admin » Manage » Uploads. Jika dalam versi Bahasa Indonesia Admin » Kelola » Unggahan.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://hudatoriq.web.id/files/2007/12/screenshot_wp24_02.png" alt="Panel Pengelolaan Gambar Unggahan WordPress 2.4" /></p>
<p>Ketika proses pengunggahan dilakukan, WordPress 2.4 akan membaca data EXIF foto yang kita unggah dan memasukkannya ke dalam basis data, tepatnya dalam tabel ~postmeta. Dalam PHP terdapat fungsi-fungsi untuk membaca data EXIF sebuah berkas. Jadi sebenarnya kapanpun kita bisa mengekstraksi data EXIF langsung dari berkas foto yang kita unggah. Namun menyimpannya terlebih dahulu ke basis data memang merupakan langkah yang bijak ketimbang terus-menerus melakukan pembacaan data dari berkas.</p>
<p>Dengan sedikit <em>tweak</em>, kita bisa menampilkan informasi-informasi di atas langsung ke halaman blog. Misalnya, ditampilkan sebagai keterangan di bawah foto yang kita suguhkan di blog. Informasi ini akan sangat berguna bagi mereka-mereka yang sedang belajar, masih <em>trial &#038; error</em> dalam mengatur tingkat <em>exposure</em> gambar yang mereka ambil, karena bisa membandingkan hasil visualnya dengan berbagai pengaturan kamera.</p>
<p>*wehehehe&#8230; kayak aku bukan bagian dari mereka aja.. <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' />*</p>
<p>Kalau saya sih selama ini lebih suka mengunggah gambar ke galeri foto seperti <a href="http://flickr.com">Flickr</a> dan membuat taut gambarnya di blog. Selain dengan maksud irit ruang server, di Flickr fitur-fiturnya sudah lengkap, termasuk penyajian metadata EXIF tadi.</p>
<p>Berbicara tentang penerjemahan, biasanya di Indonesia istilah-istilah dalam fotografi tersebut di atas disebutkan apa adanya dalam Bahasa Inggris. Ada yang bisa membantu saya menentukan padanan katanya dalam Bahasa Indonesia?</p>
<p class="quote">Aperture: Lobang? Celah? Shutter Speed: Kecepatan Penutup? Tolong dong. Adakah kata yang lebih &#8216;maknyus&#8217; didengar?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/12/21/fitur-wordpress-24-untuk-para-pecinta-fotografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CommentMailer Localization on The Fly</title>
		<link>http://hudatoriq.web.id/2007/11/30/commentmailer-localization-on-the-fly/</link>
		<comments>http://hudatoriq.web.id/2007/11/30/commentmailer-localization-on-the-fly/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 14:08:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>huda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[CommentMailer]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[WP-hack]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hudatoriq.web.id/2007/11/30/commentmailer-localization-on-the-fly/</guid>
		<description><![CDATA[Being one of WordPress localization maintainer, I&#8217;m concerned to the fact that WP should be internationally accepted and easily localized into many languages. It applies to plugins too, so I always gettext all WP plugins I ever wrote (unfortunately only &#8230; <a href="http://hudatoriq.web.id/2007/11/30/commentmailer-localization-on-the-fly/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://hudatoriq.web.id/files/commentmailer.jpg" style="margin: 0 10px 10px 0" align="left" />Being one of WordPress localization maintainer, I&#8217;m concerned to the fact that WP should be internationally accepted and easily localized into many languages. It applies to plugins too, so I always gettext all WP plugins I ever wrote (unfortunately only 2 of them are fully maintained and available for <a href="http://hudatoriq.web.id/wp-hacks">download here</a>). <img src='http://www.keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Lately I&#8217;ve been working on my 2nd plugin&#8211;<a href="http://hudatoriq.web.id/wp-hacks/commentmailer">commentmailer</a> (currently in ver 0.1)&#8211;and found that it needs special i18n treatment. Unlike most plugins that need gettext to localize their appearance on the web page, commentmailer prints the localized strings into an e-mail.</p>
<p>Even as a non-English blog author, sometimes you do need to answer your visitor&#8217;s comment in English. More than that, if you are a true polyglot and writes your blog in several languages, you will also have to answer the comment in as many languages as you use. If you use commentmailer plugin to email those answers, you probably want to localize the email depending on the content language.</p>
<p>I&#8217;ve provided the localization schema to commentmailer since the first time I released it. But switching which language to use is as painful as changing your WordPress locale environment, unless you are using some multilingual plugin.</p>
<p>So I  put some function that makes commentmailer prompt the user (blog author) with an option of which language he/she want to use to answer the visitor&#8217;s comment. It searches for commentmailer localization files inside your plugin dir and print a locale selection menu to your comment form.</p>
<p>Here&#8217;s what you need to do to take some advantage of this new feature:</p>
<ol>
<li>Update your commentmailer plugin to the latest version</li>
<li>Use the localization template (commentmailer.pot) included in the distribution file to localize the plugin. Name your localization file (the machine object) <code>commentmailer-[locale].mo</code> and put it directly inside the plugin directory&#8211;next to commentmailer.php</li>
<li>Using the corresponding WordPress localization is recommended since it will localize the date format printed in you e-mail</li>
<li>When you are writing a reply in the comment form, select the language in which you are writing</li>
<li>Of course you have to write the comment content in your language to match your preferred locale</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hudatoriq.web.id/2007/11/30/commentmailer-localization-on-the-fly/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

