Ingin menyajikan data-data dengan diagram secara dinamis di halaman web? Dulu mungkin kita harus berkutat dengan fungsi-fungsi PHP untuk menggenerasi gambar. Itupun, server kita harus mendukung pustaka GD. Menggunakan Flash mempermudah pembuatan diagram yang indah. Namun tidak semua browser mendukung Flash dan memang itulah yang menyebabkan Flash masih dihindari oleh sebagian desainer web. Namun saat ini membuat diagram sangatlah mudah dengan adanya Google Chart API.
Mendengar kata API, sebagian orang mungkin akan takut duluan, berpikir bahwa perlu waktu dan energi khusus untuk mempelajari tata cara penggunaan API tersebut. Jangan salah. API dari Google Chart hanya berupa aturan penulisan URL untuk menampilkan gambar diagram yang kita inginkan. Dalam URL tersebut kita sisipkan informasi-informasi diagram seperti apa yang ingin kita sajikan, berikut datanya-datanya.
Begini contohnya. Misalnya Anda ingin menampilkan diagram kue tiga dimensi yang menunjukkan perbandingan jumlah ayam dan itik yang Anda punya di peternakan Anda. Taruhlah Anda memiliki 125 ekor ayam dan 77 ekor itik. Anda bahkan tidak perlu menghitung persentase masing-masing jenis hewan tersebut. Cukup tulis URL berikut:
http://chart.apis.google.com/chart?cht=p3&
chd=t:125.0,77.0&chs=250×100&chl=Ayam|Itik
URL di atas ialah URL gambar diagram Anda. Sebagai catatan, URL Anda harus ditulis dalam satu baris. Contoh di atas dibagi menjadi dua baris dengan pertimbangan layout. Coba buka URL tersebut menggunakan perambah web kesukaan Anda, maka akan tampillah diagram yang Anda inginkan, yatu seperti ini:
URL di atas seperti URL pada umumnya, yang menjelaskan letak skrip yang akan dituju (dieksekusi) berikut parameter-parameter yang dimasukkan ke dalam skrip tersebut. Penjelasan URL contoh tersebut ialah seperti ini:
http://chart.apis.google.com/chart?ialah lokasi API tersebut&tanda pemisah berbagai parametercht=p3berarti jenis diagram yang ingin ditampilkan ialah diagram kue (pie chart) tiga dimensichd=t:125.0,77.0ialah data yang ingin ditampilkan (dalam contoh tersebut ialah jumlah hewan ternak yang masing-masing 125 dan 77chs=250x100ialah ukuran gambar diagram Anda dalam pikselchl=Ayam|Itikialah label untuk masing-masing nilai data yang dikirimkan (menjelaskan arti angka 125 dan 77)
Untuk penjelasan selengkapnya, silakan baca halaman developer’s guide nya di sini. Jika Anda ingin menampilkan diagram tersebut di halaman web, cukup gunakan URL tersebut sebagai nilai dari atribut src=”" pada tag <img /> (tag HTML untuk gambar).
Saat ini terdapat lima jenis diagram yang dapat kita sajikan menggunakan Google Chart API, yaitu
Line Chart
Bar Chart
Pie Chart
Venn Diagram
Scatter Plot
Dengan menggabungkannya dengan server side scripting semisal PHP, kita bisa menggenerasi URL untuk data-data yang dinamis, yang selalu berubah-ubah sepanjang waktu dan menampilkannya dalam bentuk diagram. Jadi, diagramnya juga akan selalu dinamis, berubah-ubah mengikuti perubahan data tersebut.
Contoh penerapan yang menarik yang biasa dibutuhkan dalam blog:
- Menampilkan statistik pengunjung per hari ataupun bulan menggunakan line chart atau bar chart. Sebagian data statistik tersebut seperti jenis perambah yang digunakan, dapat disajikan dalam bentuk perbandingan mmenggunakan pie chart
- Menampilkan hasil polling online menggunakan pie chart
- Hmm.. apa lagi ya? kok lagi gak ada ide begini. Ada yang bisa menambahkan? Atau silakan langsung saja buat plugin WordPress yang mendayagunakan Google Chart API ini.
Untuk tujuan lainnya selain blog, kegunaannya tentu sangat banyak. Silakan bayangkan sendiri penerapannya dalam berbagai jenis aplikasi web yang dapat Anda buat. ![]()
Sayangnya, setiap pengguna hanya diperbolehkan melakukan 50.000 kueri per harinya. Jika batas kueri tersebut terlampaui, Anda akan tidak bisa mengaksesnya untuk sementara waktu. Jika Anda terus melampaui batas kueri ini, akses Anda ke Google Chart API dapat diblokir.