Kemarin saya mencoba-coba mengintip janin WordPress 2.4 kini sudah dalam trimester ke 3. Umur-umur segini memang tepat waktunya untuk menyinkronkan berkas pelokalan Bahasa Indonesia, supaya nanti proses persalinannya bisa berlangsung normal (rilis versi Bahasa Indonesianya tidak terlambat). ![]()
Jadi langsung saja saya perbarui salinan kerja SVN WordPress ke HEAD nya, saat itu revisi 6342. Setelah skrip shell untuk menggenerasi berkas templat (wordpress.pot) saya eksekusi, saya gunakan berkas yang dihasilkan untuk untuk memperbarui berkas pelokalan Bahasa Indonesia yang terakhir (2.3.1). Ketika membukanya di poEdit, saya terkejut melihat string-string barunya, terutama adanya kata-kata ini: Aperture, Focal Length, ISO dan Shutter Speed. Hah.. Serius?

Nampaknya WordPress mulai berniat memanjakan para blogger yang doyan fotografi, terutama yang sering melakukan photologging dengan WordPress. Salah satu fitur WordPress yang akan disuguhkan di versi 2.4 nanti ialah penyimpanan data EXIF foto kita ke dalam basis data. Data EXIF ialah metadata yang ditorehkan oleh kamera yang kita gunakan. Isinya macam-macam, di antaranya jenis kamera yang digunakan, ukuran gambar, serta informasi tentang pengaturan yang dilakukan terhadap kamera pada saat gambar tersebut diambil, misalnya seperti aperture, focal length, ISO, shutter speed–yang saya sebutkan tadi.
Informasi-informasi gambar tersebut ditampilkan pada halaman Admin » Manage » Uploads. Jika dalam versi Bahasa Indonesia Admin » Kelola » Unggahan.

Ketika proses pengunggahan dilakukan, WordPress 2.4 akan membaca data EXIF foto yang kita unggah dan memasukkannya ke dalam basis data, tepatnya dalam tabel ~postmeta. Dalam PHP terdapat fungsi-fungsi untuk membaca data EXIF sebuah berkas. Jadi sebenarnya kapanpun kita bisa mengekstraksi data EXIF langsung dari berkas foto yang kita unggah. Namun menyimpannya terlebih dahulu ke basis data memang merupakan langkah yang bijak ketimbang terus-menerus melakukan pembacaan data dari berkas.
Dengan sedikit tweak, kita bisa menampilkan informasi-informasi di atas langsung ke halaman blog. Misalnya, ditampilkan sebagai keterangan di bawah foto yang kita suguhkan di blog. Informasi ini akan sangat berguna bagi mereka-mereka yang sedang belajar, masih trial & error dalam mengatur tingkat exposure gambar yang mereka ambil, karena bisa membandingkan hasil visualnya dengan berbagai pengaturan kamera.
*wehehehe… kayak aku bukan bagian dari mereka aja..
*
Kalau saya sih selama ini lebih suka mengunggah gambar ke galeri foto seperti Flickr dan membuat taut gambarnya di blog. Selain dengan maksud irit ruang server, di Flickr fitur-fiturnya sudah lengkap, termasuk penyajian metadata EXIF tadi.
Berbicara tentang penerjemahan, biasanya di Indonesia istilah-istilah dalam fotografi tersebut di atas disebutkan apa adanya dalam Bahasa Inggris. Ada yang bisa membantu saya menentukan padanan katanya dalam Bahasa Indonesia?
Aperture: Lobang? Celah? Shutter Speed: Kecepatan Penutup? Tolong dong. Adakah kata yang lebih ‘maknyus’ didengar?
Hmm… Patut ditunggu inih…
Moga2 plugin yg skrg diinstall kompatibel dengan WP 2.4
hehehe, yang kek gini neh yg namanya info yg uptodate (istilah indonesianya apa yach). btw, dimana alamat yg ngebahas fitur-fitur terbaru dari WP 2.4 yach mas huda?
Hehehe.. kebanyakan make plugin y? Asal selektif aja sih.. jgn yg penulisannya sembarangan.
betewe, WordPress 2.3.2-beta [1] udah ada lho. Klo mo nyoba. Ada bonusnya: wp-content/db-error.php , untuk buat custom DB error page.
[1]http://wordpress.org/wordpress-2.3.2-beta.zip
@Stanch
. Penjelasan fitur2 yg komprehensif sepertinya blum ada. Yg ini pun klo gak gara2 ngeliat string barunya mungkin gak sadar.
. Coba aja lihat2 di TRAC.[1]. Ryan Boren [2] juga nulis sebagian di blognya dia.
Aku juga sering bingung nentuin padanan up to date
[1]http://trac.wordpress.org
[2]http://boren.nu
Shutter speed: kecepatan rana;
aperture: bukaan diafragma;
f-stop? f-number? apa ya?
@Adham Somantrie
O hohoho.. saya gak tau kalau ada istilah rana. Thx mas.
. Tp sebaiknya juga ada kesepakatan dari komunitas fotografi di Indonesia.
Yg f-stop, f-number gak ada kok di WP
waaah..makin maju aja wordpress.. tapi sayang mas.. kalo nyimpen banyak foto di wordpressnya, ntar cepet abis deh resource di tempat hostingan..hehehe..maklum saya hosting 100MB aja sih..ntar deh kalo udah upgrade baru saya nyimpen file foto2nya di engine wordpressnya..sementara ini saya masih puas dengan fasilitas picasanya google
Wah wah … menarik dan bakalan makin seru. Ajarin ya Maz ngoperasikannya. Aku bakalan mampir trus lho memindainya. Salam.
Siiippp……
makin doyan photoblogging nih…
Hallo selamat siang …. iseng2 mampir nich mas, salam kenal dari saya
blog nya keren, kpan2 qta chat yah mas mo konsultasi niy hehe
jadi pengen pindah ke WP…hikz hikz…
btw, udah lama juga g mampir ke mari, maklum susah akses di Seram
@n1ghtfly3r
. Makanya saya masih bergantung pada Flickr
yaa.. saya juga begitu
@Ersis WA
memindainya? hehehe.. monggo.
@Yogie
bukanne SotoBlogging mas?
@ardhie
anytime
@RoSa
ditunggu pindahannya
Kalau perubahannya nggak terlalu ekstrim saya tidak akan mencobanya. Saat ini aja nyesel upgrade ke 2.3.1 karena daftar trackback yang tampil di dashboard diambil dari google bukan dari technorati lagi.
salam kenal
blognya mantap
saya dapat link mas dari mas anang
kapan2 baca blog saya juga ya
makasih
saya baru saja pindahan dari blogspot dan menggunakan wp 2.3.1 dan masih belajar ngutak-ngutik disana-sini. jadi untuk nyoba 2.4 belum kepikir babar blas
@imcw
. Dan sepertinya lebih cepat Google ketimbang Technorati dalam mendeteksinya. Entah, perasaan saja, gak didukung data2 riil.
Maksudnya backlink yg itu ya? Klo saya sih gak masalah
@aAng
trims. Langsung saya baca koq
@Totoks
Nanti lama2 juga harus kita dituntut harus selalu mengupgrade blog qt ke versi terakhir, klo perubahannya sudah esensial
udah gak sabar inih pingin nyoba fitur baru, thanks infona
wah postingannya gak ngaruh sama orang2 blogger
piss aaaahhh
Hmmm…. (diem….)
Didukung deh…. keep work…..
@icha
Ya… gak ngaruh secara langsung sih. Tapi kan paling tidak menginformasikan dan menambah wawasan. Siapa tahu mo migrasi ke WordPress juga
wah… wordpress jadi semakin menarik,
perlu di buat referensi cara update yang aman ke versi yang lebih atas seperti itu,
ada referensi mas? hehehehe
Saya rasa petunjuknya di Codex sudah cukup kok. Ditunggu saja infonya kalau2 ada apa2x..
Di wordpress.com ada nggak ?
hmmm …
yg penting kalo exif bisa keluar paling yg penting2 ajah to …
focal length (bukaan lensa pas njepret pret !! ), jenis kamera, lensa fix atau kagak, iso dll ….
@Muhammad Zulfikar
Tadi saya ngintip2 ke http://translate.wordpress.com ada tuh stringnya.
Wah, semakin oke nih WP. Untung dari dulu sudah pakai ini untuk ngeblog
hmmm.. mau ke 2.3 aja malesnya setengah mati.. sudah ada 2.4… dasar WP gak pake KB… langsung bikin terus
Hedwig™
@riyogarta
yup.. emang gak ada matinya.
@hedwig:
KB? hehehe… emang itulah salah satu side effect software yang banyak pengguna & pengembangnya. Gak usah terlalu sering update juga gpp. Kalau spt itu sebaiknya jangan update ke milestone, tapi ke subversion selanjutnya. Misal: jangan ambil 2.3, tapi 2.3.2, dst.
hmmm worth to wait inih….
wah, saya baru pake wepe 2.0 dan baru tau kalo ada yang ginian. Thankz mas huda…
shutter speed >> kecepatan shutter

wah…… aneh lagi nih….
baru aja melangkah sudah banyak banget yang aneh
hiduppp aneh….
situsnya mas huda ini perlu di bookmark juga kayanya…..
he he he he
di svnnya wp indonesia belum ada ya ?? barusan saya update belum ada soalnya. apa masih di ‘pusat’ ?
@dari gugi
Monggo mas..
@Yuda
Belum saya commit lagi perubahannya. Lagipula WordPress 2.4 tidak jadi dirilis, kita langsung ke 2.5
No freaking way. I?m absolutely disagreeing. Next time when you post something think about reaction of readers.
salam knl dr saya ya…