Jangan anggap bahwa WordPress hanya cocok digunakan untuk membuat blog. WordPress memang diciptakan sedemikian rupa sehingga kemasan distribusinya kecil dan sederhana. Hal itu sebenarnya ditujukan agar pengguna tidak dijejali dengan berbagai fitur-fitur yang tidak semua format situs membutuhkan. Aplikasi ini bahkan dilengkapi dengan API yang membuatnya sangat fleksibel. Itu membuatnya mudah dikembangkan menjadi apapun–hanya imajinasi kita yang dapat membatasinya.
Salah satu contoh sederhana penerapan penggunaan WordPress yang ingin saya bahas di sini ialah sebagai engine sebuah situs surat kabar harian. Ini bukan artikel tutorial lengkap, sekedar sebuah wacana, dilengkapi dengan sedikit scripting kasar yang membantu Anda melangkah ke sana.
Fitur-fitur yang menjadi persyaratan untuk sebuah situs surat kabar antara lain:
- Halaman utama dapat berupa halaman selamat datang ataupun langsung cuplikan berita-berita hari ini. Namun bentuk yang pertama saya sebutkan agaknya sedikit merepotkan bagi pengunjung.
- Halaman yang menampilkan suatu berita secara utuh
- Halaman yang menampilkan cuplikan seluruh berita pada tanggal tertentu.
- Menu yang disajikan sedemikian rupa sehingga memudahkan pengunjung untuk memilih hari/tanggal/edisi tertentu dari surat kabar yang bersangkutan. Biasanya disajikan dalam bentuk kalender bertaut.
Untuk mewujudkan fitur-fitur yang ada di atas, kita dapat membuat templat suai (custom template) yang agak berbeda dengan templat blog biasa.
Halaman Utama
Sebagai contoh, sebuah koran bernama “example” menggunakan situs yang beralamat di http://example.com. Dengan mengklik URL tersebut, pengunjung akan melihat cuplikan berita-berita untuk hari ini.
Untuk menciptakan halaman utama yang demikian, yang perlu kita lakukan ialah membuat struktur loop berikut dalam berkas index.php tema Anda.
<?php get_header(); ?>
[struktur halaman sebelum loop]
<?php
$query = 'year=' . date('Y') . '&monthnum='
. date('m') . '&day=' . date('d');
query_posts($query);
if (have_posts()) :
while (have_posts()) :
the_post(); ?>
[struktur halaman dalam loop]
<?php endwhile; ?>
<?php endif; ?>
[struktur halaman setelah loop]
<?php get_footer(); ?>
Yang membedakan loop di atas dari loop standar WordPress ialah dipanggilnya fungsi query_posts() dengan parameternya yang berisi tahun, bulan dan tanggal tulisan yang ingin diambil (tahun, bulan dan tanggal saat ini). Data tersebut diambil dari server menggunakan fungsi date(). Oleh karena itu, halaman utama ini selalu menampilkan artikel hari ini, bukan sejumlah artikel terakhir berdasarkan kronologis waktu seperti blog pada umumnya.
Jika artikel untuk koran terbitan esok sudah siap, sang editor bisa saja langsung menerbitkannya ke web menggunakan tanggal besok sebagai tanda waktunya, tanpa khawatir tulisan tersebut akan muncul di halaman muka (edisi hari ini). Setelah hari berganti, begitu juga dengan tanggal dalam server maka tinggal ucapkan manteranya, “paginagenerosa..!!“. Dan halaman muka secara otomatis berganti menjadi berita-berita di hari berikutnya. ![]()
Struktur halaman dan berita dapat Anda kreasikan sendiri sesuka Anda. Silakan membuat tampilan halaman seprofesional mungkin. Paduan antara ringkasan berita dan miniatur (thumbnail) akan tampak manis, dengan masing-masing dilengkapi taut ke permalink berita tersebut.
Halaman Artikel Tunggal
Halaman ini yang akan dimunculkan setelah pengunjung mengklik salah satu (permalink) cuplikan berita. Halaman ini seperti laiknya sebuah halaman single post dalam blog. Sesuaikan berkas single.php tema Anda untuk menentukan struktur halaman ini.
Ide yang bagus untuk tetap mencantumkan taut ke artikel lainnya pada edisi yang sama. mungkin di kolom sisi (sidebar).
Halaman Edisi Tanggal XX/XX/XXXX
Anda yang biasa menggunakan WordPress mungkin sudah mengenal halaman arsip serta berkas archive.php dalam tema (theme). Berkas ini akan digunakan ketika WordPress menerima kueri publik tertentu. Dalam versi 2.3, ada tiga belas variabel kueri publik yang akan memicu pemanggilan berkas archive.php. Empat diantaranya yang dapat kita gunakan dalam bagian ini ialah variabel tahun (year), angka bulan (monthnum) dan tanggal (day). Sebagai alternatif dari year, monthnum dan day, Anda juga bisa menggunakan variabel m, yaitu penggabungan string tahun, bulan dan tanggal.
Cara menerima kueri publik dari pengunjung ialah dengan memasukkannya pada URL. Sebagai contoh, jika Anda ingin menyediakan halaman arsip berita untuk edisi terbitan 12 Juni 1985, maka gunakan URL berikut:
http://example.com/?year=1985&monthnum=06&day=12
Atau alternatif lainnya:
http://example.com/?m=19850612
Sedangkan untuk menanggapi kueri publik tersebut, kita akan bermain-main dengan loop di berkas archive.php. Kira-kira berikut struktur berkas archive.php yang perlu Anda buat.
<?php get_header(); ?>
<?php if (have_posts()) : ?>
<?php $post = $posts[0]; ?>
<?php } if (is_day()) { ?>
[struktur pembuka hal. edisi tgl xx/xx/xxxx]
<?php while (have_posts()) : the_post(); ?>
[struktur hal. edisi tgl xx/xx/xxxx dalam loop]
<?php endwhile; ?>
[struktur penutup hal. edisi tgl xx/xx/xxxx]
<?php } elseif (is_month()) { ?>
[struktur halaman edisi bulan xx/xxxx]
<?php } elseif (is_year()) { ?>
[struktur halaman tahun xxxx]
<?php else : ?>
[struktur halaman "tidak ditemukan"]
<?php endif; ?>
<?php get_footer(); ?>
Pada struktur di atas, bila kueri publik “day” atau “m” (asalkan mencakup tanggal) diterima, maka akan dilakukan loop yang mengambil berita-berita pada tanggal tersebut. Dengan loop ini, kita bisa menyusun tampilan halaman yang mirip seperti halaman utama, namun dengan konten berita di edisi terdahulu. Anda juga bisa membuatnya lebih sederhana daripada halaman utama, terserah Anda yang mendesainnya.
Placeholder [struktur halaman edisi bulan xx/xxxx] di atas merupakan tempat di mana Anda membuat struktur halaman yang tampil jika pengunjung mengirim kueri bulan dan tahun. Sebagai contoh, jika pengunjung mengklik URL:
http://example.com/?m=200706
Strukturnya tergantung apa yang ingin Anda sajikan di sini. Dalam contoh di atas saya tidak memasukkan loop di dalam sini dengan asumsi bahwa untuk sebuah situs surat kabar harian, akan banyak sekali tulisan yang memenuhi faktor inklusi bulan dan tahun tertentu. Sebagai alternatifnya, Anda bisa menampilkan taut-taut ke masing-masing edisi di bulan tersebut. Atau, dengan sedikit penyesuaian (customization) loop, Anda dapat mempersempit kueri dengan hanya menampilkan kategori tertentu, misalnya: berita utama hari itu.
Untuk placeholder [struktur halaman tahun xxxx], saya rasa perlakuannya hampir sama.
Rubrik
Pengelompokan artikel-artikel dalam surat kabar ke dalam rubrik-rubrik tertentu dapat dilakukan dengan menggunakan fitur “Kategori” dalam WordPress. Menilik struktur perubrikan dalam media cetak, rasanya tidak mungkin sebuah artikel memiliki lebih dari satu kategori. Hal ini nantinya akan mempermudah klasifikasi tulisan. Jika ingin membuat pengelompokan artikel yang mengenal irisan (intersection), gunakan sistem tag natif WordPress.
Pretty Permalink & URL
Salah satu kelebihan WordPress ialah sistem pretty permalinknya yang solid. Bahkan, format yang disarankan (recommended) WordPress, yaitu berdasarkan penanggalan–/%year%/%monthnum%/%day%/%postname%/, amat cocok diterapkan pada sebuah situs surat kabar harian.
Dengan format ini, jika pengunjung ingin melihat edisi cetak tanggal 28 Oktober 2007, maka ia cukup mengunjungi alamat ini:
http://example.com/2007/10/28
Pengunjung yang cerdas tidak akan kesulitan melakukan navigasi untuk mencari edisi yang dicari. Juga tidak perlu menghapal format URL kompleks yang penuh dengan tanda “?“, “&” dan “=“.
Kalender
Ini merupakan salah satu alat navigasi yang amat membantu sebuah situs dengan arsip artikel yang sangat banyak seperti situs surat kabar. WordPress telah dilengkapi dengan widget yang salah satu di antaranya ialah kalender. Kalau Anda tidak menginginkan kalender di kolom sisi, Anda pun dapat membuat kalender sendiri di manapun. Berbagai macam fungsi bawaan WordPress sangat membantu. Fitur pretty URL WordPress pun akan mempermudah menentukan tujuan taut kalender tersebut.
Input Berita
Dengan menggunakan engine WordPress, proses input berita menjadi sangat sederhana. Dengan sedikit pelatihan wartawan dapat langsung melakukan entri konten. Sistem pengelompokan pengguna berdasarkan “peran” dapat kita manfaatkan. Misalnya, seorang wartawan diberi “peran” sebagai “kontributor”. Ia dapat memasukkan naskah dan menyimpannya. Kemudian seorang editor yang akan mengevaluasinya dan menerbitkannya, dengan terlebih dahulu mengatur tanggal berita tersebut.
Tambahan
Uraian di atas menunjukkan bahwa WordPress amat sesuai untuk dijadikan sebuah engine situs web surat kabar. Yang saya sampaikan masih berupa gambaran kasar. Silakan Anda mengembangkannya.
Berikut beberapa hal tambahan yang harus dipikirkan dalam membuat templat WordPress untuk sebuah situs surat kabar:
- Antisipasi pengunjung yang mengunjungi halaman berita untuk besok menggunakan kueri “m”. Jangan sampai ia melihat berita sebelum waktunya tiba (pergantian tanggal). Hal ini bisa dilakukan dengan membuat kondisi di berkas
archive.php - Jika suatu hari tidak ada berita sama sekali (misal: harian itu tidak terbit dikarenakan hari libur nasional), maka jangan sampai pengunjung melihat halaman kosong. Sesuaikan berkas
index.phpAnda. Misal: alihkan ke hari terakhir di mana masih ada berita. - Sesuaikan pula umpan RSS dan atom situs Anda
- Hmm.. apa lagi ya? Kalau Anda punya pendapat, silakan tambahkan dan kita diskusikan di bagian komentar
Yang ingin saya sampaikan di sini ialah bahwa menggunakan sebuah aplikasi blog seperti WordPress dalam sebuah situs surat kabar bukanlah berarti kompromi. Aplikasi blog yang nampaknya sederhana ini justru dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan konten situs Anda.
Kompleksitas situs yang Anda harapkan dapat dicapai dengan membuatkan aplikasi lagi di atasnya, baik dalam templat (theme) atau plugin. Sebisa mungkin hindari penyuntingan skrip inti WordPress (berkas-berkas di direktori akar dan dalam direktori wp-includes dan wp-admin). Ini memudahkan Anda untuk terus mengikuti pengembangan WordPress dan memutakhirkan instalasi WordPress Anda ke versi yang terbaru).
sudah pernah dicoba sih di salah satu klien saya: http://sriwijaya-fc.com
pokoknya sekarang saya keranjingan ngoprek WP
Mantaps.
Jian mak nyuss
btw aLe lg naksir ama themes revolusi di http://news.revolutiontheme.com/demo/
bs buat jg gak bRo
keren abis soalnya *ngiler.com*
bikin tutorialnya donk klo boleh request
kl gak salah, jarang kan ya situs surat kabar masang feed-nya..
masih ga kebayang tuh, Huda!

masih rada2 ga mudheng neh ama WP…
wp oh wp..go wp !!!
Maaf kalo mereplynya sekaligus
@rd Limosin:
Mgk yg saya bahas di sini agak beda, yaitu penekanan pada pengelompokan berita-berita berdasarkan tanggal terbit. Jadi halaman depan itu berita edisi terakhir, bukan sekian berita terakhir berdasarkan kronologis waktu
@aLe
buat kayak gitu bisa aja sih, gak terlalu beda dengan biasanya koq… yg penting paham strukturnya dan tau bagaimana membuat custom loop dsb.
Klo yg di taut yg kamu kasih itu, cuplikan2 di halaman depan make excerpt. Jadi singkat dan pendek.
@dani iswara:
, terutama blogger yg sering keluyuran di internet
Nah itu dia… blm banyak surat kabar di Indonesia memahami pentingnya sindikasi berita. Mungkin belum sadar kalau orang2 Indonesia sebenernya udah pada pinter make feed
@Juminten:
happy ngoprek..
hmm..belum mudeng
Makasih ..
Ide baru buatku
paling engga mletik dikit
Wah bisa belajar WP dsini neh, aku blm ngerti tapi hehe…
@didut:
nyoba make WP dulu mas. Si Nieke aja sekarang mulai make
@Rivermaya:
Aq turut senang klo ini bisa berguna
@Ady:
Justru klo sudah ngerti ngapain belajar ??
hebat yah …
salut … perlu belajar coding lagi nih
abisnya semenjak ada WP, merasa sudah cukup jadi malas coding …he..he..
Intinya emang jangan sampai terbuai kemudahan fasilitas
Untuk yang cari Revolution, ini ada yang mirip dan gratis
http://www.adii.co.za/2007/09/20/your-revolution-is-a-joke/
Btw, artikelnya keren lho
Ditunggu yang lebih detail lagi tentang WordPress
bener-bener hebat..udah lama keluyuran cari tutorial kayak gini untuk oprek WP..akhirnya ketemu juga yang diinginkan..thanks ya mas atas ilmunya..sangat berguna sekali..BTW boleh nggak mas minta contoh template yg udah di rancang utk site surat kabar harian…kirim ke email saya ya mas sekedar utk dipelajari. sekali lagi thanks bgt
@Hafiz:
thx, oke, nanti klo dapet ide lagi
@radith:
template yg udah dirancang utk surat kabar harian? hmm.. blm pernah nyoba nyari. aku jg blm bikin yg full. Baru nongol idenya kemarin, ketika nggarap sebuah situs dengan konsep yg mgk agak ’sedikit mirip’..
Kembangin aja sendiri mas.. Gak susah2 amat kan.
anu…hmm..yg bikin pusing itu…kalimat di bawah ini lho…:
[.....] Halaman Utama
Sebagai contoh, sebuah koran bernama “example” menggunakan situs yang beralamat di http://example.com. Dengan mengklik URL tersebut, pengunjung akan melihat cuplikan berita-berita untuk hari ini.
Untuk menciptakan halaman utama yang demikian, yang perlu kita lakukan ialah membuat struktur loop berikut dalam berkas index.php tema Anda.
[struktur halaman sebelum loop]
[struktur halaman dalam loop]
[struktur halaman setelah loop]
Yang membedakan loop di atas dari loop standar WordPress ialah dipanggilnya fungsi query_posts() dengan parameternya yang berisi tahun, bulan dan tanggal tulisan yang ingin diambil (tahun, bulan dan tanggal saat ini). Data tersebut diambil dari server menggunakan fungsi date(). Oleh karena itu, halaman utama ini selalu menampilkan artikel hari ini, bukan sejumlah artikel terakhir berdasarkan kronologis waktu seperti blog pada umumnya.
Jika artikel untuk koran terbitan esok sudah siap, sang editor bisa saja langsung menerbitkannya ke web menggunakan tanggal besok sebagai tanda waktunya, tanpa khawatir tulisan tersebut akan muncul di halaman muka (edisi hari ini). Setelah hari berganti, begitu juga dengan tanggal dalam server maka tinggal ucapkan manteranya, “paginagenerosa..!!“. Dan halaman muka secara otomatis berganti menjadi berita-berita di hari berikutnya.
Struktur halaman dan berita dapat Anda kreasikan sendiri sesuka Anda. Silakan membuat tampilan halaman seprofesional mungkin. Paduan antara ringkasan berita dan miniatur (thumbnail) akan tampak manis, dengan masing-masing dilengkapi taut ke permalink berita tersebut.
Halaman Artikel Tunggal
Halaman ini yang akan dimunculkan setelah pengunjung mengklik salah satu (permalink) cuplikan berita. Halaman ini seperti laiknya sebuah halaman single post dalam blog. Sesuaikan berkas single.php tema Anda untuk menentukan struktur halaman ini.
Ide yang bagus untuk tetap mencantumkan taut ke artikel lainnya pada edisi yang sama. mungkin di kolom sisi (sidebar).
Halaman Edisi Tanggal XX/XX/XXXX
Anda yang biasa menggunakan WordPress mungkin sudah mengenal halaman arsip serta berkas archive.php dalam tema (theme). Berkas ini akan digunakan ketika WordPress menerima kueri publik tertentu. Dalam versi 2.3, ada tiga belas variabel kueri publik yang akan memicu pemanggilan berkas archive.php. Empat diantaranya yang dapat kita gunakan dalam bagian ini ialah variabel tahun (year), angka bulan (monthnum) dan tanggal (day). Sebagai alternatif dari year, monthnum dan day, Anda juga bisa menggunakan variabel m, yaitu penggabungan string tahun, bulan dan tanggal.
Cara menerima kueri publik dari pengunjung ialah dengan memasukkannya pada URL. Sebagai contoh, jika Anda ingin menyediakan halaman arsip berita untuk edisi terbitan 12 Juni 1985, maka gunakan URL berikut:
http://example.com/?year=1985&monthnum=06&day=12
Atau alternatif lainnya:
http://example.com/?m=19850612
Sedangkan untuk menanggapi kueri publik tersebut, kita akan bermain-main dengan loop di berkas archive.php. Kira-kira berikut struktur berkas archive.php yang perlu Anda buat.
[struktur pembuka hal. edisi tgl xx/xx/xxxx]
[struktur hal. edisi tgl xx/xx/xxxx dalam loop]
[struktur penutup hal. edisi tgl xx/xx/xxxx]
[struktur halaman edisi bulan xx/xxxx]
[struktur halaman tahun xxxx]
[struktur halaman "tidak ditemukan"]
Pada struktur di atas, bila kueri publik “day” atau “m” (asalkan mencakup tanggal) diterima, maka akan dilakukan loop yang mengambil berita-berita pada tanggal tersebut. Dengan loop ini, kita bisa menyusun tampilan halaman yang mirip seperti halaman utama, namun dengan konten berita di edisi terdahulu. Anda juga bisa membuatnya lebih sederhana daripada halaman utama, terserah Anda yang mendesainnya.
Placeholder [struktur halaman edisi bulan xx/xxxx] di atas merupakan tempat di mana Anda membuat struktur halaman yang tampil jika pengunjung mengirim kueri bulan dan tahun. Sebagai contoh, jika pengunjung mengklik URL: [.....]
udah panjang…ga ada skrinsut….BEHHHHH..njelehii..!!!!
maap,sedikit Protes..!!!!
anu…nambah lagii……
ini juga bikin binung…..:
[.....] Tambahan
Uraian di atas menunjukkan bahwa WordPress amat sesuai untuk dijadikan sebuah engine situs web surat kabar. Yang saya sampaikan masih berupa gambaran kasar. Silakan Anda mengembangkannya.
Berikut beberapa hal tambahan yang harus dipikirkan dalam membuat templat WordPress untuk sebuah situs surat kabar:
1. Antisipasi pengunjung yang mengunjungi halaman berita untuk besok menggunakan kueri “m”. Jangan sampai ia melihat berita sebelum waktunya tiba (pergantian tanggal). Hal ini bisa dilakukan dengan membuat kondisi di berkas archive.php
2. Jika suatu hari tidak ada berita sama sekali (misal: harian itu tidak terbit dikarenakan hari libur nasional), maka jangan sampai pengunjung melihat halaman kosong. Sesuaikan berkas index.php Anda. Misal: alihkan ke hari terakhir di mana masih ada berita.
3. Sesuaikan pula umpan RSS dan atom situs Anda
4. Hmm.. apa lagi ya? Kalau Anda punya pendapat, silakan tambahkan dan kita diskusikan di bagian komentar
Yang ingin saya sampaikan di sini ialah bahwa menggunakan sebuah aplikasi blog seperti WordPress dalam sebuah situs surat kabar bukanlah berarti kompromi. Aplikasi blog yang nampaknya sederhana ini justru dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan konten situs Anda.
Kompleksitas situs yang Anda harapkan dapat dicapai dengan membuatkan aplikasi lagi di atasnya, baik dalam templat (theme) atau plugin. Sebisa mungkin hindari penyuntingan skrip inti WordPress (berkas-berkas di direktori akar dan dalam direktori wp-includes dan wp-admin). Ini memudahkan Anda untuk terus mengikuti pengembangan WordPress dan memutakhirkan instalasi WordPress Anda ke versi yang terbaru). [...]
SKRINSUT JUGA NDAK ADA…!!!
BEHHHHH…jengkel dobel..!!!
Lha ini tulisan keluar dari awang2 gitu aja.. gak ada skrinsutnya.. lha emang ini baru sekedar ’sketsa’ program, blm jadi…
*intinya.. lagi males
*
pokoke top markotop
Waaay ternyata sekarang ada versi indnya dan bro sbg adminnya di wordpress.org
Satu lagi webmaster basis wordpress muncul

salam kenal bro
Hmmmm…..rumit mit mit! Gmn ya?
@Rizuki:
webmaster WP sekarang banyak mas..
@iman:
kalau gak suka dgn yg rumit2, pakai theme2, plugin2 yg sudah jadi aja mas..
@mas huda
kekekeke.. bener. kalau ngga mau rumit2, mending pakai themes atau plugins yang udah ada aja.
btw, website tentang tutorial wp berbahasa indonesia belum ada yah mas ?
ooouw banyak yah hahahaha
Kayaknya Wordpress rumit sih enggak cuman butuh waktu memahaminya… kalo udah tau jalurnya kayaknya gampang juga
@agung:
Kalau tutorial, byk juga para blogger2 Indonesia yg bikin, mencar2x.. Kalau dokumentasi (panduan) WP, saya sudah nyediain Codex Bhs Indonesia [1]. Kontennya ayo kita isi bersama (masih banyak yg kosong)
http://id.wordpress.net/codex
siiiippppp!!!
mas, kebetulan aku juga lagi bikin situs untuk koran kampusku. pake wp.org juga
ini lagi ngoprek-oprek theme sebisanya dulu. ntar kalo ada kesulitan, tolong dibantuin ya??
hidup huda!!
Salam kenal bung,
Thanks dah jadi pencerah anak bangsa di bidang wordpress.
Aku mo nanya, untuk kasus detik.com, dimana ida bisa menampilkan index (mungkin aggregator) dari sub domain gimana ya? Khan detik tuh punya detikfood, detikinet, detikfoto, dll. Jika salah satu diupdate, maka akan tampil di halaman utama portal.
Algorthmanya sama gak? secara itu ada di folder lain.
thanks!
ps: pengen punya aggregator dari keseluruhan blog. semacam planet, tapi yg gak perlu memprogram.
Ralat (tolong yg ini jgn dipublish, kalo perlu di hapus saja)
di alinea-2 kata-8 : “…dimana ida bisa menampilkan…” makudnya adalah “dimana dia bisa menampilkan…”
tolong diedit… thanks!
@STR
asaj jgn yg susah2 n ribet2
@kardjo
kalau pakai bermacam2 subdomain, dengan instalasi WP yg terpisah mgk bisa menggunakan feednya dan dibuat aggregator. Kalau dgn WPMU mgk ada cara yg lebih simpel. Sy belum sempat mengeksplor lebih jauh ttg WPMU, mgk lain kali saya tambahin lagi. Setelah ini sy mo ngoprek2 WPMU. Pembaca lainnya, ada yg lain yg bisa bantu?
Kalau hanya ingin dibuat subfolder, dengan satu instalasi WP (desain yg sama), mendingan memisah2kan tulisan dengan kategori2, dan tiap kategori dibuatkan halamannya.
Klo kurang puas dengan jawabannya, coba mas, pertanyaannya dilontarkan ke id.forums.wordpress.org, biar banyak orang bisa ikut menjawab
Thanks, mas huda punya link referensi untuk membuat aggregator di wordpress ga? Secara saya masih awam banget.
nah, custom loop nya itu yg aLe blm paham
bahas donk caranya
Bagus juga idenya… boleh juga buat para wartawan2 dengan tulisan2 yang lepas dari ke-redaksional-an kantor berita mereka. Hmm….. tapi kalo kantor berita dibuat dari blog kayaknya bakalan berat juga coz WP ini masih pake MySQL, jadi kalo dibuat kayak kantor berita rada2 berat nantinya.
Emang kalo dari segi investasi biaya lebih murah dan mudah (lah wong gratis). Kalo dari segi performansi kayaknya jangan deh…
Ya sesuai yang saya usulkan tadi dijadikan tulisan lepas dari redaksi para wartawan. Kan seru tuh…. jadi wartawan bisa menebarkan opininya juga terkati dengan berita2 yang mereka liput.
@Huda
btw belajar coding juga nih… gile ni dokter sekaligus jadi programmer… ntar jadi dokter wordpress aja. Konsultasi kesehatan lewat wordpress he he he….
@deniar:
Belum pernah ngukur untuk situs besar sih. Memang sih, seperti IlmuKomputer.Com dulu juga sempet anjlok servernya gara2 kueri MySQL terlalu berlebihan
. Memangnya, sudah pernah nyoba alternatif database yg lebih ringan?
Maksudmu yg kayak gini ya?
http://tempointeraktif.com
@mas Deniar
sepertinya jalan keluar yang cukup bagus untuk mengatasi masalah load MySQL.
Kalau dilihat dari penggunaan database WP, masih bisa diakalin pakai plugin yang dibuat khusus untuk performance. WP-SuperCache ( WP-Cache ) ?
@mas Huda
*
kalau websitenya Ford itu ( http://autoshows.ford.com/ ) gimana ya cara bikinnya. ada clue ? * saya penasaran, kok jadinya keren banget gitu
Lha ini tulisan keluar dari awang2 gitu aja.. gak ada skrinsutnya.. lha emang ini baru sekedar ’sketsa’ program, blm jadi…
*intinya.. lagi males
*
anu hud … soir neh … aku juga lagi males … lum begitu mudeng neh … pv aja yaa ???
bapak wordpress Indonesia yg baik dan ganteng… blognya di UPDATE WOI….!!!
buka praktek konsultasi wordpress sekalian, banyak pasien tuhhh…
@Huda
Yup seperti itu kurang lebihnya (maaf lag gak bisa browsing jadi gak bisa buka link yang kamu kasih).
Alternatif database yang ringan, hmmm… kalo gak salah MySQL itu ada batasan nampung recordnya. (lupa referensinya, cari aja di situs MySQL). Mending pake Oracle gitu (halah gw sok tau…) he he he….. (maaf kalo jawabannya ngaco2 begitu)
@agung
Ok aku coba, langsung ke TKP… Thanks atas infonya
@agung:
Itu kan sama saja dengan situs WP biasa, tapi dia menonjolkan sisi desain
. Diberi bumbu2 flash lagi. Masalah desain, kan tinggal ngintip HTML + CSSnya 
@deniar:
hehehe.. blm pernah nyoba make orale… hosting yg support gmn??
Gmn mau ke TKP kalo gak lagi browsing den
@fiand:
daripada ke tempat praktek saya, lebih baik langsung aja ke klinik mas: http://id.forums.wordpress.org
Baru aja mau posting ttg ini di blogku, iseng2 cari2 dulu di internet.., eh ternyata dah ada yang nulis..
Aku sendiri sudah jatuh cinta dengan WP dari pandanga pertama. Simpel, powerful, customable..
Makanya kemaren sempat post ttg menggunakan WP sebagai CMS untuk Portal di blogku.
Masalahnya tinggal satu, yang sampai sekarang belum terselesaikan bagiku..
Di WP, gak ada ya plugin semacam CCK di Drupal? *salah satu alasan kenapa sekarang mainan Drupal..
CCK itu modul untuk membuat custom field untuk tiap node (post). Tetapi sifatnya permanen. Jadi jika suatu saat kita post di tulisan dalam type BOLA, maka custom field untuk type post BOLA ditampilkan, dan kita tinggal ngisi. Jadi tidak usah tiap post harus mengisi Custom Field nya WP.
Ada saran?
@Okto Silaban
Emang mas.. WordPress bikin jatuh cinta bahkan pada pandangan pertamanya
Saya kurang dapet maksudnya. Bisa diberi contoh lagi lebih detail? Apakah maksudnya, di post kita tinggal masukin ‘tag’ tertentu yg berfungsi sebagai placeholder, dan nanti akan digantikan dengan string tertentu yang sifatnya dinamis?
Mungkin kalaupun tidak ada plugin seperti itu di WP, bisa juga coba dibuat
.
waduuuhhhhhhhhhhhh harus beli domain baruuuuu lagi nihhhhh
buat coba semua fitur…….
1. Mau tanya tentang penjelasan wordpress dong, sebenernya wordpress itu apa?
saya menggunakan wordpress untuk bahan PKL. Saat ini saya sedang membuat laporan PKL, nah saya bingung penjelasan tentang wordpress itu.
2. Kelebihan wordpress itu sendiri apa dibandingkan menggunakan aplikasi yang lainnya?
3. Ada ga yang punya laporan PKL yang menggunakan aplikasi wordpress? kalu ada saya minta, sebagai bahan referensi PKL saya. Trima Kasih.
mohon bantuannya.
ve_lutfi@yahoo.com
Aku juga lagi mau buat situs untuk kakakku yang jurnalis, domain sdh beli http://www.inikoran.com, tapi aku baru cari template yang cocok. Ada ide?
Coba theme-theme tertentu yang bergaya majalah. Banyak sekali beredar di luar sana. Kata kunci ‘wordpress magazine theme’ dalam mesin pencari mungkin bisa membantu
.
pas banget…..akhirnya ketemu juga artikel yang aq cari..kebetulan lagi mau bikin surat kabar online pake WP ..makasih mas informasinya
mantep la artikelnya..
thanks nambah ilmu