Buku apa yang paling tebal sepengetahuan kamu? Kalau aku ditanya seperti itu aku akan menjawab Dorland. Entahlah, ada gak ya yang lebih tebal lagi? Semoga tidak (for people’s sake). Menurutku, mungkin banyak juga anak kedokteran yang juga menjawab jawaban yang sama jika ditanya. Walaupun tebal tapi buku ini agaknya wajib untuk anak kedokteran.
Buku ini disarankan hanya untuk disimpan di rumah sebagai referensi, tidak untuk dibawa-bawa karena berat. Kecuali kamu bawa di dalam mobil. Kalau tidak pernah dibaca pun tidak akan enak buat bantal tidur karena saking tebalnya. Lebih cocok untuk mengganjal pintu.
Versi kamus sakunya juga ada. Tapi aku belum pernah lihat baju atau celana memiliki saku cukup besar sehingga muat untuk disisipkan buku saku itu ke dalamnya.
Lalu, bagaimana jika suatu waktu, di suatu tempat kamu berhasrat membuka-buka kamus ini sedangkan buku ‘berbobot’ ini terpaksa kamu tinggalkan di rumah?
Lanjutkan membaca ‘Kamus Kedokteran Dorland di Internet’
Diterbitkan pada tanggal 28 November 2007
dalam iseng.
Gak tau kenapa, akhir-akhir ini aku seneng banget dengerin lagu yang satu ini. Hampir gak pernah absen dari playlist audacious di kompie. Bisa dibilang, ini lagi jadi soundtrack ku saat ini 
(Haley Bennett)
I’ve been living with a shadow overhead
I’ve been sleeping with a cloud above my bed
I’ve been lonely for so long
Trapped in the past I just can’t seem to move on
(Hugh Grant)
I’ve been hiding all my hopes and dreams away
Just in case I ever need them again someday
I’ve been setting aside time
to clear a little space in the corners of my mind
(Haley Bennett & Hugh Grant)
All I wanna do is find a way back into love
I can’t make it through without a way back into love
Oh oh oh
(Haley Bennett)
I’ve been watching but the stars refuse to shine
I’ve been searching but I just don’t see the signs
I know that it’s out there
There’s gotta be something for my soul somewhere
Lanjutkan membaca ‘Way Back Into Love’
Jangan anggap bahwa WordPress hanya cocok digunakan untuk membuat blog. WordPress memang diciptakan sedemikian rupa sehingga kemasan distribusinya kecil dan sederhana. Hal itu sebenarnya ditujukan agar pengguna tidak dijejali dengan berbagai fitur-fitur yang tidak semua format situs membutuhkan. Aplikasi ini bahkan dilengkapi dengan API yang membuatnya sangat fleksibel. Itu membuatnya mudah dikembangkan menjadi apapun–hanya imajinasi kita yang dapat membatasinya.
Salah satu contoh sederhana penerapan penggunaan WordPress yang ingin saya bahas di sini ialah sebagai engine sebuah situs surat kabar harian. Ini bukan artikel tutorial lengkap, sekedar sebuah wacana, dilengkapi dengan sedikit scripting kasar yang membantu Anda melangkah ke sana.
Fitur-fitur yang menjadi persyaratan untuk sebuah situs surat kabar antara lain:
- Halaman utama dapat berupa halaman selamat datang ataupun langsung cuplikan berita-berita hari ini. Namun bentuk yang pertama saya sebutkan agaknya sedikit merepotkan bagi pengunjung.
- Halaman yang menampilkan suatu berita secara utuh
- Halaman yang menampilkan cuplikan seluruh berita pada tanggal tertentu.
- Menu yang disajikan sedemikian rupa sehingga memudahkan pengunjung untuk memilih hari/tanggal/edisi tertentu dari surat kabar yang bersangkutan. Biasanya disajikan dalam bentuk kalender bertaut.
Untuk mewujudkan fitur-fitur yang ada di atas, kita dapat membuat templat suai (custom template) yang agak berbeda dengan templat blog biasa.
Lanjutkan membaca ‘WordPress untuk Situs Surat Kabar Harian’
Hari Sabtu (3/11) kemarin seharian tidak di rumah karena hadir di acara Gutsy Release Party dan sorenya langsung keluyuran. Hari itu aku tidak tahu kalau di Suara Merdeka ada berita yang cukup menghebohkan hingga malamnya aku ditanya tetanggaku “Piye ki… cah2 kedokteran kok akeh sing melu Al-Qiyadah”.
Mendengar berita itu sebenarnya aku sudah punya bayangan, siapa yang dimaksud. Ya.. memang, aku punya teman dua orang di angkatanku yang oleh teman-teman sudah dikenal mengikuti suatu ajaran yang sepertinya sesat. Salah satu di antaranya bahkan dulu dekat sekali dengan aku. Kami biasa belajar bersama-sama, biasanya di kosnya. Bahkan kalau walaupun besok ujian dimulai jam 7 pagi, kami bisa begadang sampai jam tiga malam.
Lanjutkan membaca ‘Temanku, oh Temanku…’
Diterbitkan pada tanggal 3 November 2007
dalam Foto.
Tanggal 1 Nopember kemarin diadakan Lomba Balita Sehat se-Jawa Tengah hasil kerjasama Dinas Kesehatan Propinsi, YKAI, dan LKMI. Acara diadakan di Balai Kota Semarang. Cukup banyak peserta yang mengikutinya, semuanya dibagi dalam dua kategori usia.
Di sini mereka semua diukur status gizinya, KMS nya, kesehatan giginya, hingga kecerdasannya. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari para dokter, dokter gigi dan psikolog.
Lucu aja ngeliat berbagai ekspresi balita yang mengikuti lomba ini. Ada yang menikmatinya sambil bermain dengan teman-teman yang baru dikenal, ada yang diam saja, bahkan ada yang menangis terus
.
Pemenang tidak langsung diumumkan di tempat, melainkan akan diumumkan pada Hari Kesehatan Nasional nanti.
Lanjutkan membaca ‘Lomba Balita Sehat se-Jateng 2007′
CommentMailer Localization on The Fly
Lately I’ve been working on my 2nd plugin–commentmailer (currently in ver 0.1)–and found that it needs special i18n treatment. Unlike most plugins that need gettext to localize their appearance on the web page, commentmailer prints the localized strings into an e-mail.
Even as a non-English blog author, sometimes you do need to answer your visitor’s comment in English. More than that, if you are a true polyglot and writes your blog in several languages, you will also have to answer the comment in as many languages as you use. If you use commentmailer plugin to email those answers, you probably want to localize the email depending on the content language.
I’ve provided the localization schema to commentmailer since the first time I released it. But switching which language to use is as painful as changing your WordPress locale environment, unless you are using some multilingual plugin.
So I put some function that makes commentmailer prompt the user (blog author) with an option of which language he/she want to use to answer the visitor’s comment. It searches for commentmailer localization files inside your plugin dir and print a locale selection menu to your comment form.
Here’s what you need to do to take some advantage of this new feature:
commentmailer-[locale].moand put it directly inside the plugin directory–next to commentmailer.php